Puasa 1-9 Dzulhijjah dan Tarwiyah, Benarkah Tidak Dikerjakan Nabi?
Kamis, 22 Juni 2023 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
"Tentang alasan Nabi meninggalkan sebagian amal sunnah walaupun itu begitu dianjurkan sebab khawatir hal itu diwajibkan atas mereka."
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menjelaskan:
لاحتمال أن يكون ذلك لكونه كان يترك العمل وهو يحب أن يعمله خشية أن يفرض على أمته
"Kemungkinannya, Beliau ﷺ meninggalkan sebuah amal padahal beliau suka dengan amal itu, khawatir itu menjadi wajib bagi umatnya." (Fathul Bari, 2/593)
Imam An-Nawawi menjelaskan: "Para ulama memberikan takwil bahwa Aisyah tidak melihatnya bukan berarti Rasulullah tidak melakukannya, sebab Rasulullah ﷺ bersama Aisyah di sebagian waktu di 9 hari Dzulhijjah dan sebagian lain bersama Ummahatul Mu'minin (istri-istri) yang lain. Atau bisa jadi Rasulullah ﷺ puasa pada sebagian waktu dan semuanya saat bersama sebagin istriya dan meninggalkan puasa di saat bersama istrinya yang lain baik karena safar, sakit, atau sebab lainnya. Seperti inilah cara kompromi berbagai hadits." (Al Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, 6/387)
Hukum Puasa Tarwiyah
Lalu, bagaimana dengan puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah? Apakah ada tuntunannya? Hadis-hadis tentang keutamaan puasa Tarwiyah didhaifkan para ulama. Namun, puasa di hari Tarwiyah tetaplah sunnah, sebab itu masuk cakupan puasa di awal-awal Dzulhijjah sebagaimana pembahasan sebelumnya.
Syaikh Shalah Muhammad Abul Haj Al-Hanafi menjawab: "Wabillahi wat Tawfiq. Hari Tarwiyah adalah hari ke 8 di bulan Zulhijjah. Dan disunnahkan berpuasa selama 8 hari di hari-hari awal Dzulhijjah sebelum hari Arafah, dan hari Tarwiyah termasuk di dalamnya. Berdasarkan Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, secara marfu': Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini -yakni 10 hari Zulhijjah. Mereka bertanya: "Tidak juga dengan jihad wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar membawa harta dan jiwanya, dan dia tidaklah kembali dengan itu semua (maksudnya mati syahid)." (HR Abu Dawud)
Itulah hukum puasa di awal bulan Dzulhijjah maupun puasa Tarwiyah. Bagi umat muslim yang ingin mengerjakannya tentu sangat baik karena termasuk amal saleh yang dicintai Allah pada 10 Hari Dzulhijjah.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan Terjemahan
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menjelaskan:
لاحتمال أن يكون ذلك لكونه كان يترك العمل وهو يحب أن يعمله خشية أن يفرض على أمته
"Kemungkinannya, Beliau ﷺ meninggalkan sebuah amal padahal beliau suka dengan amal itu, khawatir itu menjadi wajib bagi umatnya." (Fathul Bari, 2/593)
Imam An-Nawawi menjelaskan: "Para ulama memberikan takwil bahwa Aisyah tidak melihatnya bukan berarti Rasulullah tidak melakukannya, sebab Rasulullah ﷺ bersama Aisyah di sebagian waktu di 9 hari Dzulhijjah dan sebagian lain bersama Ummahatul Mu'minin (istri-istri) yang lain. Atau bisa jadi Rasulullah ﷺ puasa pada sebagian waktu dan semuanya saat bersama sebagin istriya dan meninggalkan puasa di saat bersama istrinya yang lain baik karena safar, sakit, atau sebab lainnya. Seperti inilah cara kompromi berbagai hadits." (Al Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, 6/387)
Hukum Puasa Tarwiyah
Lalu, bagaimana dengan puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah? Apakah ada tuntunannya? Hadis-hadis tentang keutamaan puasa Tarwiyah didhaifkan para ulama. Namun, puasa di hari Tarwiyah tetaplah sunnah, sebab itu masuk cakupan puasa di awal-awal Dzulhijjah sebagaimana pembahasan sebelumnya.
Syaikh Shalah Muhammad Abul Haj Al-Hanafi menjawab: "Wabillahi wat Tawfiq. Hari Tarwiyah adalah hari ke 8 di bulan Zulhijjah. Dan disunnahkan berpuasa selama 8 hari di hari-hari awal Dzulhijjah sebelum hari Arafah, dan hari Tarwiyah termasuk di dalamnya. Berdasarkan Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, secara marfu': Tidak ada hari yang lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari ini -yakni 10 hari Zulhijjah. Mereka bertanya: "Tidak juga dengan jihad wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar membawa harta dan jiwanya, dan dia tidaklah kembali dengan itu semua (maksudnya mati syahid)." (HR Abu Dawud)
Itulah hukum puasa di awal bulan Dzulhijjah maupun puasa Tarwiyah. Bagi umat muslim yang ingin mengerjakannya tentu sangat baik karena termasuk amal saleh yang dicintai Allah pada 10 Hari Dzulhijjah.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan Terjemahan
(rhs)
Lihat Juga :