Selamat Iduladha 2023, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan
Rabu, 28 Juni 2023 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
6. Memakai Wangi-wangian
Sebelum berangkat Sholat Idul Adha, dianjurkan memakai wangi-wangian atau minyak wangi yang dioleskan ke bagian tubuh atau pakaian. Dalam satu Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Hakim, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam memerintahkan sahabat untuk memakai pakaian terbaik dan memakai minyak wangi.
7. Tidak Makan Sebelum Sholat Ied Pada Hari Raya Idul Adha
Umat Islam disunnahkan untuk tidak makan/sarapan sebelum melaksanakan Sholat Ied. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Fitri yang justru disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Dalam riwayat disebutkan, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam tidak keluar menuju lapangan di hari Idul Fitri hingga beliau makan dulu. Dan beliau tidak makan di hari Idul Adha hingga beliau selesai melaksanakan sholat.
8. Berangkat Lebih Awal ke Tempat Sholat Ied
Imam An-Nawawi dalam Kitab Raudhatut Thalibin menerangkan, disunnahkan berangkat lebih awal untuk sholat Ied setelah selesai mengerjakan sholat Subuh, untuk mendapatkan shaf atau barisan depan sembari menunggu dilaksanakannya sholat.
9. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat Ied
Umat muslim yang hendak menunaikan sholat Idul Adha disunnahkan berjalan kaki dari rumah. Hal ini disampaikan dalam Hadis berikut. "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam biasa berangkat Sholat 'Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki." (HR Ibnu Majah)
10. Memperbanyak Bacaan Takbir Tahmid dan Tahlil
Sebelum berangkat ke tempat sholat Ied dianjurkan memperbanyak kalimat takbir, tahmid dan tahlil. Selain pada hari raya Idul Adha, takbir dan tahlil disunnahkan dibaca pada awal Dzulhijjah sampai dengan akhir hari Tasyriq. Takbir Mutlaq dimulai sejak hari pertama Dzulhijjah sampai dengan hari Tasyriq ke-3. Boleh dikumandangkan kapan pun, setelah sholat, sebelum sholat, pagi, sore malam, di setiap waktu. Sedangkan Takbir Muqoyyad terikat dengan waktu. Yaitu dibaca setelah sholat fardhu wajib lima waktu.
11. Melewati Jalan Berbeda Setelah Pulang Sholat Id
Bagi yang melakasanakan sholat Idul Adha dianjurkan memgambil jalan berbeda saat pulang. Hal ini diketengahakan dalam Hadis berikut. "Nabi shollallahu 'alaihi wasallam ketika sholat 'Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR Al-Bukhari)
12. Mengajak Kaum Perempuan dan Anak-anak ke Tempat Sholat Ied
Dari Umm 'Athiyah berkata: "Kami (para perempuan) diperintahkan Nabi untuk keluar (rumah) pada hari raya, sehingga kami ajak keluar juga para perawan yang sedang dipingit dan mereka yang sedang menstruasi juga, lalu mereka akan berada di belakang jamaah, ikut bertakbir dan berdoa bersama mereka, mengharapkan keberkahan dan kesucian hari raya." (HR Al-Bukhari).
Redaksi lain menyebutkan: "Kami (semua perempuan) diperintahkan untuk keluar rumah, dan kami ajak keluar juga para perempuan yang sedang menstruasi, yang muda-muda, dan yang sedang dipingit. Namun, yang sedang menstruasi hanya ikut hadir dan berdoa bersama jamaah, dan menjauhi tempat shalat mereka." (Sahih Al-Bukhari No 989)
Demikian amalan-amalan sunnah pada Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah memudahkan kita untuk menghidupkannya.
Baca Juga: Niat Sholat Iduladha Lengkap Arab Latin dan Tata Caranya
Sebelum berangkat Sholat Idul Adha, dianjurkan memakai wangi-wangian atau minyak wangi yang dioleskan ke bagian tubuh atau pakaian. Dalam satu Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Hakim, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam memerintahkan sahabat untuk memakai pakaian terbaik dan memakai minyak wangi.
7. Tidak Makan Sebelum Sholat Ied Pada Hari Raya Idul Adha
Umat Islam disunnahkan untuk tidak makan/sarapan sebelum melaksanakan Sholat Ied. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Fitri yang justru disunnahkan untuk makan terlebih dahulu. Dalam riwayat disebutkan, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam tidak keluar menuju lapangan di hari Idul Fitri hingga beliau makan dulu. Dan beliau tidak makan di hari Idul Adha hingga beliau selesai melaksanakan sholat.
8. Berangkat Lebih Awal ke Tempat Sholat Ied
Imam An-Nawawi dalam Kitab Raudhatut Thalibin menerangkan, disunnahkan berangkat lebih awal untuk sholat Ied setelah selesai mengerjakan sholat Subuh, untuk mendapatkan shaf atau barisan depan sembari menunggu dilaksanakannya sholat.
9. Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat Ied
Umat muslim yang hendak menunaikan sholat Idul Adha disunnahkan berjalan kaki dari rumah. Hal ini disampaikan dalam Hadis berikut. "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam biasa berangkat Sholat 'Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki." (HR Ibnu Majah)
10. Memperbanyak Bacaan Takbir Tahmid dan Tahlil
Sebelum berangkat ke tempat sholat Ied dianjurkan memperbanyak kalimat takbir, tahmid dan tahlil. Selain pada hari raya Idul Adha, takbir dan tahlil disunnahkan dibaca pada awal Dzulhijjah sampai dengan akhir hari Tasyriq. Takbir Mutlaq dimulai sejak hari pertama Dzulhijjah sampai dengan hari Tasyriq ke-3. Boleh dikumandangkan kapan pun, setelah sholat, sebelum sholat, pagi, sore malam, di setiap waktu. Sedangkan Takbir Muqoyyad terikat dengan waktu. Yaitu dibaca setelah sholat fardhu wajib lima waktu.
11. Melewati Jalan Berbeda Setelah Pulang Sholat Id
Bagi yang melakasanakan sholat Idul Adha dianjurkan memgambil jalan berbeda saat pulang. Hal ini diketengahakan dalam Hadis berikut. "Nabi shollallahu 'alaihi wasallam ketika sholat 'Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang." (HR Al-Bukhari)
12. Mengajak Kaum Perempuan dan Anak-anak ke Tempat Sholat Ied
Dari Umm 'Athiyah berkata: "Kami (para perempuan) diperintahkan Nabi untuk keluar (rumah) pada hari raya, sehingga kami ajak keluar juga para perawan yang sedang dipingit dan mereka yang sedang menstruasi juga, lalu mereka akan berada di belakang jamaah, ikut bertakbir dan berdoa bersama mereka, mengharapkan keberkahan dan kesucian hari raya." (HR Al-Bukhari).
Redaksi lain menyebutkan: "Kami (semua perempuan) diperintahkan untuk keluar rumah, dan kami ajak keluar juga para perempuan yang sedang menstruasi, yang muda-muda, dan yang sedang dipingit. Namun, yang sedang menstruasi hanya ikut hadir dan berdoa bersama jamaah, dan menjauhi tempat shalat mereka." (Sahih Al-Bukhari No 989)
Demikian amalan-amalan sunnah pada Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah memudahkan kita untuk menghidupkannya.
Baca Juga: Niat Sholat Iduladha Lengkap Arab Latin dan Tata Caranya
(rhs)
Lihat Juga :