Arab Saudi Ubah Kebijakan Soal Arafah dan Mina, Menag: Pembayaran Kontrak Harus Selesai Maret 2024

Selasa, 04 Juli 2023 - 14:07 WIB
loading...
Arab Saudi Ubah Kebijakan...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah Arab Saudi akan menerapkan kebijakan baru terkait penyelenggaraan ibadah haji mulai 2024, khususnya mengenai Masyair yang meliputi Arafah dan Mina. Foto/MCH
A A A
MAKKAH - Langkah Arab Saudi mengubah kebijakan penentuan lokasi di Arafah dan Mina (Masyair) bagi suatu negara berdampak pada mekanisme pelunasan. Negara yang lunas terlebih dahulu akan mendapatkan tempat yang strategis.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah Arab Saudi akan menerapkan kebijakan baru terkait penyelenggaraan ibadah haji mulai 2024, khususnya mengenai Masyair yang meliputi Arafah dan Mina.

"Tahun depan, Saudi akan memberlakukan kebijakan baru bahwa lokasi di Masyair, utamanya Arafah dan Mina, ditentukan oleh negara yang lebih cepat menyelesaikan semua kontrak dan siap untuk musim haji 1445 H," katanya di Makkah, Selasa (4/7/2023).

Gus Yaqut, panggilan akrab Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kuota haji Indonesia pada 1445 H/2024 M sebanyak 221.000 orang. Kuota tersebut sama dengan penyelenggaraan haji tahun ini.

Baca Juga: Jemaah Haji Dapat 10 Liter Air Zamzam, Menag: Mudah-mudahan Membawa Berkah

Dengan penetapan kuota ini, kata Gus Yaqut, proses administrasi dan pembayaran harus selesai pada Maret tahun depan yakni 2024. "Proses kontrak segala macam harus selesai pada Maret tahun depan," kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut menambahkan, jemaah haji gelombang pertama akan berangkat pada April 2024. Artinya, waktunya masih sangat panjang untuk melakukan persiapan. "Mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada jemaah haji," katanya.

Terkait dengan perubahan kebijakan Masyair, Gus Yaqut mengakui, memang ada beberapa perubahan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi salah satunya posisi maktab.

"Ini yang kita tanyakan kenapa maktab Indonesia selalu dikasih posisi jauh dari tahun ke tahun di Mina. Tidak ada perubahan kecuali tahun lalu karena jemaah cuma separuh. Ketika jemaah normal Indonesia kembali dapat maktab yang jauh," ujarnya.

Gus Yaqut menilai, perubahan kebijakan mengenai Masyair itu merupakan sebuah challange atau tantangan yang harus dijawab.

"Pemerintah Saudi melalui Kementerian Haji menyampaikan besok, siapa yang menyelesaikan proses administrasi lebih dulu, dia yang akan pilih posisi maktab. Nah ini juga menjadi challenge bagi Kemenag," ujarnya.

Sebab, Arab Saudi menghitung siklus haji dengan kalender Hijriah sementara Pemerintah Indonesia menggunakan kalender Masehi. "Siklus keuangan kita menggunakan kalender Masehi. Ini tantangan, mudah mudahan kita bisa mencari titik temu antara dua siklus yang berbeda ini untuk memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Dengan demikian, negara yang menyelesaikan administrasi seluruh kontrak akan memiliki hak untuk memilih posisi maktab terdekat. "Jadi siapa bisa menyelesaikan lebih awal dia punya hak memilih posisi maktab terdekat. Nah tantangannya itu."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
Rekomendasi
Dianggap Mistis, Fenomena...
Dianggap Mistis, Fenomena Halo Terjadi di Langit Inggris
Arkeolog Temukan Campur...
Arkeolog Temukan Campur Tangan Tuhan di Balik Hancurnya Kota Sodom
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved