Kunjungi Daker Makkah, Malaysia Keluhkan Pelayanan Mashariq di Armuzna
Sabtu, 08 Juli 2023 - 12:48 WIB
loading...
Rombongan Tabung Haji Malaysia yang dipimpim Dato Sri Syed Saleh mengunjungi Kantor PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, Jumat (8/7/2023). FOTO/MCH
A
A
A
MEKKAH - Direktur Eksekutif Tabung Haji Malaysia Dato Sri Syed Saleh mengunjungi Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah. Dalam kunjungannya, perwakilan Malaysia ini mengeluhkan pelayanan Mashariq di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Didampingi 20 anggota delegasinya, Syed Saleh bertukar pengalaman, utamanya terkait sejumlah persoalan yang dihadapi selama fase Armina. Syed Saleh menjelaskan jemaah haji Malaysia juga mengalami sejumlah layanan yang tidak memuaskan selama di Armuzna. Mereka mendapati tenda jemaah sangat padat dan terjadi keterlambatan dalam distribusi katering.
Termasuk kualitas pendingin udara di Mina yang sudah tidak memadai. "Selama Armuzna ada sejumlah masalah. Kita lihat dari segi ruang untuk jemaah haji di dalam kemah (tenda), terutama di Mina. Kedua, dari segi aturan makan minum agar lebih mengikut jadwal tidak terlambat," katanya, Jumat (8/7/2023).
Dalam pertemuan ini terungkap persoalan yang dialami sejumlah jemaah haji dari dua negara Indonesia dan Malaysia sama, khususnya saat di Armuzna. Hal itu tidak lain akibat kinerja Mashariq yang tidak profesional. Padahal, Mashariq adalah perusahaan swasta yang ditunjuk otoritas Arab Saudi untuk melayani jemaah haji dari beberapa negara di Asia Tenggara.
"Fasilitas dalam kemah di antaranya pendingin agar lebih diperbaiki lagi. Itu yang harus diberi perhatian," ucapnya.
Disinggung soal kemacetan di Muzdalifah, Syed Saleh mengatakan kondisi itu juga menjadi bagian yang perlu diperbaiki lagi di masa yang akan datang.
Syed Saleh bersyukur seluruh jemaah haji Malaysia bisa menjalani rangkaian ibadah haji di Armuzna dan tidak ada korban jiwa. Meski demikian, dia melihat ada sejumlah kekurangan dari segi layanan dan fasilitas yang disediakan Mashariq.
"Jadi kita harus mencari satu penyelesaian jangka panjang dalam usaha kita untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut, terutama sekali dari segi ruangan yang tidak cukup untuk jemaah haji kita. Apalagi bila kita melihat pada masa yang akan datang, Kerajaan Arab Saudi juga ingin menambah lagi jemaah haji menjelang visi 2030," paparnya.
Baca juga: 2.286 Jemaah Haji Khusus Tiba di Indonesia
Didampingi 20 anggota delegasinya, Syed Saleh bertukar pengalaman, utamanya terkait sejumlah persoalan yang dihadapi selama fase Armina. Syed Saleh menjelaskan jemaah haji Malaysia juga mengalami sejumlah layanan yang tidak memuaskan selama di Armuzna. Mereka mendapati tenda jemaah sangat padat dan terjadi keterlambatan dalam distribusi katering.
Termasuk kualitas pendingin udara di Mina yang sudah tidak memadai. "Selama Armuzna ada sejumlah masalah. Kita lihat dari segi ruang untuk jemaah haji di dalam kemah (tenda), terutama di Mina. Kedua, dari segi aturan makan minum agar lebih mengikut jadwal tidak terlambat," katanya, Jumat (8/7/2023).
Dalam pertemuan ini terungkap persoalan yang dialami sejumlah jemaah haji dari dua negara Indonesia dan Malaysia sama, khususnya saat di Armuzna. Hal itu tidak lain akibat kinerja Mashariq yang tidak profesional. Padahal, Mashariq adalah perusahaan swasta yang ditunjuk otoritas Arab Saudi untuk melayani jemaah haji dari beberapa negara di Asia Tenggara.
"Fasilitas dalam kemah di antaranya pendingin agar lebih diperbaiki lagi. Itu yang harus diberi perhatian," ucapnya.
Disinggung soal kemacetan di Muzdalifah, Syed Saleh mengatakan kondisi itu juga menjadi bagian yang perlu diperbaiki lagi di masa yang akan datang.
Syed Saleh bersyukur seluruh jemaah haji Malaysia bisa menjalani rangkaian ibadah haji di Armuzna dan tidak ada korban jiwa. Meski demikian, dia melihat ada sejumlah kekurangan dari segi layanan dan fasilitas yang disediakan Mashariq.
"Jadi kita harus mencari satu penyelesaian jangka panjang dalam usaha kita untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut, terutama sekali dari segi ruangan yang tidak cukup untuk jemaah haji kita. Apalagi bila kita melihat pada masa yang akan datang, Kerajaan Arab Saudi juga ingin menambah lagi jemaah haji menjelang visi 2030," paparnya.
Baca juga: 2.286 Jemaah Haji Khusus Tiba di Indonesia
Lihat Juga :