Kunjungi Daker Makkah, Malaysia Keluhkan Pelayanan Mashariq di Armuzna
Sabtu, 08 Juli 2023 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Syed Saleh mengaku, bersama Indonesia akan terus berdialog dengan stakeholders terkait pelayanan haji. "Kita lihat juga dari segi fasilitas layanan dasar masih harus diperbaiki lagi. InsyaAllah kita bersama Indonesia senantiasa berdialog dengan pihak berwajib, termasuk Kementerian Haji, Mashariq, dan lainnya untuk memastikan apa yang terjadi tahun ini tidak akan terulang pada tahun-tahun mendatang," harapnya.
Senada, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan, pertemuan dengan Tabung Haji Malaysia menjadi kesempatan bersama untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan pendapat tentang penyelenggaraan haji tahun ini.
"Kita berdiskusi tentang berbagai hal, terutama terkait layanan jemaah haji. Nampaknya, pengalaman dan catatan kita sama, ada layanan yang perlu ditingkatkan di masa yang akan datang, terutama dalam kerja sama kita dengan mitra kita di Saudi, khususnya dengan syarikah Masyariq ataupun lainnya," ujarnya.
Hal itu agar jemaah dari Indonesia ataupun negara lain seperti Malaysia bisa mendapatkan layanan yang memang sudah seharusnya. Dari segi tenda, kapasitasnya bisa lebih sesuai ke depan, boleh padat, tapi tidak melebihi kapasitas.
"Kemudian juga sanitasi kita ingin diperbaiki ke depan, air bersih, makanan, suplainya, ketepatan wakutnya. Apalagi, Malaysia sama, jumlah lansianya cukup tinggi, kita di Indonesia juga cukup tinggi sehingga urusan makan itu sangat penting dan sensitif untuk jemaah yang sudah sepuh," katanya.
Hilman berharap, ke depan akan dapat dibuat satu pola pembahasan dan model penyelenggaraan haji yang lebih proporsional dan profesional di antara negara-negara di Asia Tenggara.
Pembahasan ini juga akan melibatkan Pemerintah Arab Saudi. Sebab, perubahan juga terus terjadi di Saudi, termasuk perubahan dari muassasah menjadi Syarikah, sehingga ke depan harus lebih profesional.
"Mudah-mudahan ke depan tidak terulang, kesulitan-kesulitan yang dialami jemaah, seperti kasus di Muzdalifah, penjemputan sampai terlalu siang dan juga keterlambatan. Atau kesiapan infrastruktur tadi juga menjadi sorotan, baik di Arafah maupun Mina. Termasuk sanitasi air bersih itukan vital, tetap harus kita jaga sama-sama. Kita komunikasikan dengan baik pada Pemerintah Saudi secara formal," katanya.
Senada, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan, pertemuan dengan Tabung Haji Malaysia menjadi kesempatan bersama untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan pendapat tentang penyelenggaraan haji tahun ini.
"Kita berdiskusi tentang berbagai hal, terutama terkait layanan jemaah haji. Nampaknya, pengalaman dan catatan kita sama, ada layanan yang perlu ditingkatkan di masa yang akan datang, terutama dalam kerja sama kita dengan mitra kita di Saudi, khususnya dengan syarikah Masyariq ataupun lainnya," ujarnya.
Hal itu agar jemaah dari Indonesia ataupun negara lain seperti Malaysia bisa mendapatkan layanan yang memang sudah seharusnya. Dari segi tenda, kapasitasnya bisa lebih sesuai ke depan, boleh padat, tapi tidak melebihi kapasitas.
"Kemudian juga sanitasi kita ingin diperbaiki ke depan, air bersih, makanan, suplainya, ketepatan wakutnya. Apalagi, Malaysia sama, jumlah lansianya cukup tinggi, kita di Indonesia juga cukup tinggi sehingga urusan makan itu sangat penting dan sensitif untuk jemaah yang sudah sepuh," katanya.
Hilman berharap, ke depan akan dapat dibuat satu pola pembahasan dan model penyelenggaraan haji yang lebih proporsional dan profesional di antara negara-negara di Asia Tenggara.
Pembahasan ini juga akan melibatkan Pemerintah Arab Saudi. Sebab, perubahan juga terus terjadi di Saudi, termasuk perubahan dari muassasah menjadi Syarikah, sehingga ke depan harus lebih profesional.
"Mudah-mudahan ke depan tidak terulang, kesulitan-kesulitan yang dialami jemaah, seperti kasus di Muzdalifah, penjemputan sampai terlalu siang dan juga keterlambatan. Atau kesiapan infrastruktur tadi juga menjadi sorotan, baik di Arafah maupun Mina. Termasuk sanitasi air bersih itukan vital, tetap harus kita jaga sama-sama. Kita komunikasikan dengan baik pada Pemerintah Saudi secara formal," katanya.
(abd)
Lihat Juga :