Napak Tilas Perjalanan Rasulullah Menerima Wahyu Pertama di Gua Hira
Minggu, 09 Juli 2023 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya puncak Jabal Nur pun berhasil dicapai. Namun, untuk ke Gua Hira harus menuruni anak tangga di balik puncak Jabal Nur sekitar 20 meter.
Setelah melewati celah batu yang sangat sempit hanya cukup satu orang, barulah sampai di Gua Hira. Ukuran Gua Hira sendiri hanya memiliki lebar 1,6 meter dan panjang 3,7 meter. Gua ini berada di ketinggian 270 meter di punggung Jabal Nur.
Banyaknya pengunjung yang datang hingga berdesak-desakan, tidak memungkinkan bagi penulis untuk melaksanakan salat sunah dan hanya menyempatkan diri untuk berdoa di atas batu depan Gua Hira. Gua Hira menghadap ke Kakbah. Siapa pun yang berada di gua tersebut akan melihat pemandangan Masjidilharam dari ketinggian Jabal Nur.
Penulis buku Riyadhul Mu’min, KH Zakky Mubarak (2022) menjelaskan Nabi Muhammad datang ke gua Hira yang terletak pada sebuah bukit dekat kota Makkah bernama Jabal Nur untuk berkhalwat (semedi, kontemplasi) selama beberapa hari. Beberapa kali Rasulullah pulang pergi dari rumah ke gua itu.
Bila bekalnya habis, beliau pulang ke rumah dan kemudian pergi lagi untuk berkhalwat ke gua itu. Hingga akhirnya Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.
Setelah melewati celah batu yang sangat sempit hanya cukup satu orang, barulah sampai di Gua Hira. Ukuran Gua Hira sendiri hanya memiliki lebar 1,6 meter dan panjang 3,7 meter. Gua ini berada di ketinggian 270 meter di punggung Jabal Nur.
Banyaknya pengunjung yang datang hingga berdesak-desakan, tidak memungkinkan bagi penulis untuk melaksanakan salat sunah dan hanya menyempatkan diri untuk berdoa di atas batu depan Gua Hira. Gua Hira menghadap ke Kakbah. Siapa pun yang berada di gua tersebut akan melihat pemandangan Masjidilharam dari ketinggian Jabal Nur.
Penulis buku Riyadhul Mu’min, KH Zakky Mubarak (2022) menjelaskan Nabi Muhammad datang ke gua Hira yang terletak pada sebuah bukit dekat kota Makkah bernama Jabal Nur untuk berkhalwat (semedi, kontemplasi) selama beberapa hari. Beberapa kali Rasulullah pulang pergi dari rumah ke gua itu.
Bila bekalnya habis, beliau pulang ke rumah dan kemudian pergi lagi untuk berkhalwat ke gua itu. Hingga akhirnya Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.
(rca)
Lihat Juga :