Jemaah Haji Wafat Bertambah Menjadi 688 Orang, Terbanyak Usia 60-70 Tahun
Kamis, 20 Juli 2023 - 12:27 WIB
loading...
Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi, masih bertambah. Umumnya mereka yang meninggal dunia jemaah haji lanjut usia (lansia). Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
MADINAH - Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi, masih bertambah. Umumnya mereka yang meninggal dunia jemaah haji lanjut usia (lansia).
Berdasarkan data di laman resmi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Kamis (20/7/2023) hingga pukul 11.30 WAS, jumlah jemaah haji yang wafat menjadi 688 orang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan, hal itu menjadi perhatian utama dan akan dilakukan analisis.
"Ya, itu juga jadi perhatian kami. Kita coba analisis sambil berjalan sebelum nanti kita lakukan kajian komprehensif dari klasifikasi usia jemaah, yang wafat itu paling banyak antara usia 60-70. Itu yang paling tinggi. Baru kemudian usia 70 dan 80 tahun. Kemudian di bawah 60 dan baru di atas 80 tahun," ujarnya, Kamis (20/7/2023).
Menurut Hilman, pihaknya akan berdiskusi dengan tim kesehatan untuk menganalisa apa pemicunya. "Kalau penyebabnya kita sudah tahu semua rata-rata yang wafat itu kena jantung kemudian ada sesak napas dan sebagainya. Tetapi pemantiknya itu yang sedang kita analisis lagi karena ini memang jumlahnya cukup tinggi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan 3 Desain Layanan Haji, Perpendek Masa Tinggal Jemaah hingga Timsus Armuzna
Hilman mengaku masalah istitha'ah kesehatan menjadi perhatian utama. Ini salah satu upaya agar nanti jemaah yang berangkat berapa pun usianya kondisinya lebih memungkinkan menjalani proses haji.
"Kita akan melihat medical record jemaah seperti apa. Kita akan buat mekanisme yang berbeda mungkin kita desainkan dulu harus clear kesehatannya baik mental fisik dan sebagainya baru ada pelunasan," ujarnya.
Senada, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Zaenal Muttaqin mengakui, jumlah jemaah haji yang meninggal tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena 30% jemaah merupakan lansia.
"Mudah-mudahan mereka mendapatkan pahala haji mabrur dan kemudian pada keluarga yang ditinggalkan sabar dan menerima dengan ikhlas," ucapnya.
Berdasarkan data di laman resmi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Kamis (20/7/2023) hingga pukul 11.30 WAS, jumlah jemaah haji yang wafat menjadi 688 orang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan, hal itu menjadi perhatian utama dan akan dilakukan analisis.
"Ya, itu juga jadi perhatian kami. Kita coba analisis sambil berjalan sebelum nanti kita lakukan kajian komprehensif dari klasifikasi usia jemaah, yang wafat itu paling banyak antara usia 60-70. Itu yang paling tinggi. Baru kemudian usia 70 dan 80 tahun. Kemudian di bawah 60 dan baru di atas 80 tahun," ujarnya, Kamis (20/7/2023).
Menurut Hilman, pihaknya akan berdiskusi dengan tim kesehatan untuk menganalisa apa pemicunya. "Kalau penyebabnya kita sudah tahu semua rata-rata yang wafat itu kena jantung kemudian ada sesak napas dan sebagainya. Tetapi pemantiknya itu yang sedang kita analisis lagi karena ini memang jumlahnya cukup tinggi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan 3 Desain Layanan Haji, Perpendek Masa Tinggal Jemaah hingga Timsus Armuzna
Hilman mengaku masalah istitha'ah kesehatan menjadi perhatian utama. Ini salah satu upaya agar nanti jemaah yang berangkat berapa pun usianya kondisinya lebih memungkinkan menjalani proses haji.
"Kita akan melihat medical record jemaah seperti apa. Kita akan buat mekanisme yang berbeda mungkin kita desainkan dulu harus clear kesehatannya baik mental fisik dan sebagainya baru ada pelunasan," ujarnya.
Senada, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Zaenal Muttaqin mengakui, jumlah jemaah haji yang meninggal tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena 30% jemaah merupakan lansia.
"Mudah-mudahan mereka mendapatkan pahala haji mabrur dan kemudian pada keluarga yang ditinggalkan sabar dan menerima dengan ikhlas," ucapnya.
Lihat Juga :