Kisah Menara Masjid Al-Siraji yang Berusia 300 Tahun Diratakan dengan Tanah
Kamis, 20 Juli 2023 - 13:56 WIB
loading...
Seorang pria berjalan melewati puing-puing Masjid al-Siraji yang dihancurkan di Basra, Irak. (Arab News)
A
A
A
BASRA - Masjid Al-Siraji adalah masjid bersejarah . Usianya sudah tiga abad. Menaranya terbuat dari batu bata. Puncaknya bertatahkan ubin keramik biru. Ini adalah ciri khas kota Basra di Irak selatan.
Masjid ini adalah salah satu dari sedikit tempat wisata di kota yang kaya minyak tersebut. Hanya saja, pada dini hari Jumat pagi, kemarin, menara setinggi 11 meter (33 kaki) itu diratakan dengan tanah. Gubernur Basra menghadiri pembongkaran.
Sudah barang tentu, tindakan ini memicu gelombang reaksi di media sosial. Para pendukung pelestarian warisan budaya Irak protes. Tapi penduduk setuju. Pasalnya, menara tersebut menjorok ke jalan sehingga membuat lalu lintas macet.
Baca juga: Israel Ubah Masjid Bersejarah Jadi Bar dan Ruang Acara Penikahan
Arab News melaporkan, situs warisan di Irak, rumah bagi banyak peradaban sejak lebih dari enam milenium, telah terpukul oleh penjarahan dan kerusakan selama beberapa dekade konflik sebelum dan sesudah invasi Amerika Serikat tahun 2003.
Peristiwa yang paling terkenal adalah tatkala kelompok militan Daesh menghancurkan banyak situs kuno di Irak utara, termasuk tempat suci Islam.
Di tengah ketenangan relatif yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah menyaksikan kebangkitan arkeologi. Banyak artefak yang dicuri telah dikembalikan, dan situs warisan yang rusak seperti masjid Al-Nouri di Mosul yang dihancurkan oleh ISIS telah dipulihkan setelah Irak meminta bantuan dana internasional.
“Namun, kali ini, tindakan otoritas resmi yang telah mengakhiri warisan kita,” kata Jaafar Jotheri, asisten profesor Geoarkeologi di Universitas Al-Qadisiyah di Irak.
Masjid Siraji dengan menaranya dibangun pada tahun 1727. Masjid itu sendiri tidak termasuk dalam pembongkaran.
Baca juga: Putra Mahkota MBS akan Renovasi 9 Masjid Bersejarah di Mekah dan Madinah
Masjid ini adalah salah satu dari sedikit tempat wisata di kota yang kaya minyak tersebut. Hanya saja, pada dini hari Jumat pagi, kemarin, menara setinggi 11 meter (33 kaki) itu diratakan dengan tanah. Gubernur Basra menghadiri pembongkaran.
Sudah barang tentu, tindakan ini memicu gelombang reaksi di media sosial. Para pendukung pelestarian warisan budaya Irak protes. Tapi penduduk setuju. Pasalnya, menara tersebut menjorok ke jalan sehingga membuat lalu lintas macet.
Baca juga: Israel Ubah Masjid Bersejarah Jadi Bar dan Ruang Acara Penikahan
Arab News melaporkan, situs warisan di Irak, rumah bagi banyak peradaban sejak lebih dari enam milenium, telah terpukul oleh penjarahan dan kerusakan selama beberapa dekade konflik sebelum dan sesudah invasi Amerika Serikat tahun 2003.
Peristiwa yang paling terkenal adalah tatkala kelompok militan Daesh menghancurkan banyak situs kuno di Irak utara, termasuk tempat suci Islam.
Di tengah ketenangan relatif yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah menyaksikan kebangkitan arkeologi. Banyak artefak yang dicuri telah dikembalikan, dan situs warisan yang rusak seperti masjid Al-Nouri di Mosul yang dihancurkan oleh ISIS telah dipulihkan setelah Irak meminta bantuan dana internasional.
“Namun, kali ini, tindakan otoritas resmi yang telah mengakhiri warisan kita,” kata Jaafar Jotheri, asisten profesor Geoarkeologi di Universitas Al-Qadisiyah di Irak.
Masjid Siraji dengan menaranya dibangun pada tahun 1727. Masjid itu sendiri tidak termasuk dalam pembongkaran.
Baca juga: Putra Mahkota MBS akan Renovasi 9 Masjid Bersejarah di Mekah dan Madinah
Lihat Juga :