Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (1): Abu Jahal Merencanakan Pembunuhan
Selasa, 25 Juli 2023 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Tiba-tiba orang tua tadi kembali bersuara: "Benar Abu Jahal. Solusi satu-satunya adalah dengan membunuh Muhammad."
Ibu Abbas mengatakan: "Orang tua itu adalah setan yang hadir menjelma seolah manusia dalam pandangan setan-setan pemimpin kafir musyrikin ketika itu. Pendapat Abu Jahal secara aklamasi diterima oleh peserta sidang (pertemuan). Hanya saja bagaimana mengeksekusi Muhammad dan tidak menimbulkan pertumpahan darah di antara suku-suku Mekkah.
Karena ketika itu kehidupan suku-suku Mekah bagaikan kehidupan gengster. Jika ada satu suku yang membunuh seseorang dari suku yang lain maka suku itu akan menuntut darah. Sehingga terjadi peperangan antar kabilah.
Abu Jahal kemudian memberikan solusinya. Bahwa semua kabilah kecuali Bani Hasyim akan diwakili oleh satu algojo yang akan mengeksekusi Muhammad secara bersama-sama. Dengan demikian suku Bani Hasyim tidak akan membalas karena tidak ada satu suku yang dianggap bertanggung jawab.
Keputusan untuk membunuh Nabi Muhammad ﷺ malam itu menjadi keputusan yang bulat. Dan diputuskan bahwa waktu yang tepat untuk mengeksekusi Muhammad adalah di malam hari dan sesegera mungkin. Artinya jadwal pembunuhan Muhammad adalah malam esoknya (Jumat malam).
Sebelum menceritakan apa yang terjadi selanjutnya, perlu diketahui bahwa pertemuan dan rencana jahat kaum kafir Quraish itu disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur;an di Surah Al-Anfal ayat 30: "Dan ingatkan ketika mereka merencanakan untuk "liyutsbituuk" (memenjarakanmu) atau "liyukhrijuuk" (mengeluarkanmu/mengusirmu) atau "liyaqtuluuk" (membunuhmu). Mereka berencana dan Allah berencana tapi sebaik-baik perencana adalah Allah.
Malam itu juga Rasulullah ﷺ mendapat informasi langit (wahyu) untuk segera melakukan Hijrah. Maka keesokan harinya, di siang yang sangat Panas itu (shiddat az-zhohirah) Rasulullah bergegas ke rumah Abu Bakar untuk memberitahu bahwa malam ini juga beliau akan melakukan Hijrah ke Madinah.
Sayyidah Aisyah (RA) yang ketika itu berumur sekitar 8 tahunan meriwayatkan cerita rinci yang terjadi siang itu. Aisha menceritakan bahwa ketika siang yang sangat panas itu hampir tidak ada orang yang beraktifitas, tiba-tiba dari kejatuhan nampak ada orang yang menuju rumahnya. Setelah mendekat dan bersuara baru ketahuan bahwa beliau adalah Rasulullah ﷺ.
Yang pertama beliau minta kepada Abu Bakar adalah agar rumah Abu Bakar dikosongkan karena beliau akan menyampaikan sesuatu yang sangat rahasia. Tapi Abu Bakar mengatakan "Ya Rasulullah yang ada di rumah hanya keluargamu." Karena waktu Rasulullah dan Aisyah sudah tunangan sehingga keluarga Abu Bakar juga dianggap keluarga Rasulullah.
Rasulullah ﷺ kemudian menyampaikan bahwa beliau telah menerima perintah Allah untuk hjjrah ke Madinah malam itu juga. Abu Bakar bertanya: "As-shuhbah ya Rasulullah?" (Apakah saya diizinkan menemanimu ya Rasul?). Beliau menjawab: "Na'am" (iya benar).
Ibu Abbas mengatakan: "Orang tua itu adalah setan yang hadir menjelma seolah manusia dalam pandangan setan-setan pemimpin kafir musyrikin ketika itu. Pendapat Abu Jahal secara aklamasi diterima oleh peserta sidang (pertemuan). Hanya saja bagaimana mengeksekusi Muhammad dan tidak menimbulkan pertumpahan darah di antara suku-suku Mekkah.
Karena ketika itu kehidupan suku-suku Mekah bagaikan kehidupan gengster. Jika ada satu suku yang membunuh seseorang dari suku yang lain maka suku itu akan menuntut darah. Sehingga terjadi peperangan antar kabilah.
Abu Jahal kemudian memberikan solusinya. Bahwa semua kabilah kecuali Bani Hasyim akan diwakili oleh satu algojo yang akan mengeksekusi Muhammad secara bersama-sama. Dengan demikian suku Bani Hasyim tidak akan membalas karena tidak ada satu suku yang dianggap bertanggung jawab.
Keputusan untuk membunuh Nabi Muhammad ﷺ malam itu menjadi keputusan yang bulat. Dan diputuskan bahwa waktu yang tepat untuk mengeksekusi Muhammad adalah di malam hari dan sesegera mungkin. Artinya jadwal pembunuhan Muhammad adalah malam esoknya (Jumat malam).
Sebelum menceritakan apa yang terjadi selanjutnya, perlu diketahui bahwa pertemuan dan rencana jahat kaum kafir Quraish itu disampaikan oleh Allah dalam Al-Qur;an di Surah Al-Anfal ayat 30: "Dan ingatkan ketika mereka merencanakan untuk "liyutsbituuk" (memenjarakanmu) atau "liyukhrijuuk" (mengeluarkanmu/mengusirmu) atau "liyaqtuluuk" (membunuhmu). Mereka berencana dan Allah berencana tapi sebaik-baik perencana adalah Allah.
Malam itu juga Rasulullah ﷺ mendapat informasi langit (wahyu) untuk segera melakukan Hijrah. Maka keesokan harinya, di siang yang sangat Panas itu (shiddat az-zhohirah) Rasulullah bergegas ke rumah Abu Bakar untuk memberitahu bahwa malam ini juga beliau akan melakukan Hijrah ke Madinah.
Sayyidah Aisyah (RA) yang ketika itu berumur sekitar 8 tahunan meriwayatkan cerita rinci yang terjadi siang itu. Aisha menceritakan bahwa ketika siang yang sangat panas itu hampir tidak ada orang yang beraktifitas, tiba-tiba dari kejatuhan nampak ada orang yang menuju rumahnya. Setelah mendekat dan bersuara baru ketahuan bahwa beliau adalah Rasulullah ﷺ.
Yang pertama beliau minta kepada Abu Bakar adalah agar rumah Abu Bakar dikosongkan karena beliau akan menyampaikan sesuatu yang sangat rahasia. Tapi Abu Bakar mengatakan "Ya Rasulullah yang ada di rumah hanya keluargamu." Karena waktu Rasulullah dan Aisyah sudah tunangan sehingga keluarga Abu Bakar juga dianggap keluarga Rasulullah.
Rasulullah ﷺ kemudian menyampaikan bahwa beliau telah menerima perintah Allah untuk hjjrah ke Madinah malam itu juga. Abu Bakar bertanya: "As-shuhbah ya Rasulullah?" (Apakah saya diizinkan menemanimu ya Rasul?). Beliau menjawab: "Na'am" (iya benar).
Lihat Juga :