Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (3): Suraqah Temukan Jejak Rasulullah
Kamis, 27 Juli 2023 - 18:22 WIB
loading...
Ketika Rasulullah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan penunjuk jalan Al-Uraiqi menelusuri jalan yang tidak dikenal oleh siapapun, Suraqah berhasil menemukan jejak langkah beliau. Foto/ilustrasi
A
A
A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation USA
Suraqah (versi Indonesia: Serakah) menaiki kudanya dan menghentakkan kakinya. Kuda itupun berlari kencang di tengah teriknya matahari di padang pasir yang menghampar. Suraqah dan kudanya tidak nampak oleh siapapun. Selain karena lari dengan kecepatan yang tinggi, juga karena hentakan kaki kuda itu menerbangkan debu ke atas angkasa.
Sementara itu Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan penunjuk jalan Al-Uraiqi terus berjalan menelusuri jalan yang hampir tidak dikenal oleh siapapun. Namun Suraqah mampu menemukan jejak langkah mereka. Diapun terus memacu kudanya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Abu Bakar yang memang menyimpan kekhawatiran serta keinginan untuk melindungi al-Habib, sesekali berjalan di belakang Rasulullah, kadang di depan, samping kiri atau kanan. Dan sesekali menengok ke belakang untuk memastikan kalau para musuh itu tidak membuntuti mereka.
Namun di satu waktu saat Abu Bakar menengok ke belakang, beliau tiba-tiba melihat ada gumpalan debu yang terbang tinggi ke angkasa. Beliau berbisik kepada Rasulullah dan memberitahu mengenai itu. Mendengar itu Rasulullah berkata: "Kita sedang dikejar."
Mendengar itu Abu Bakar semakin panik dan khawatir. Tapi Rasulullah ﷺ tetap tenang dan menenangkannya. Rasulullah selalu memberi ketauladanan kepada sahabatnya itu. Bahwa dalam keadaan apapun Allah adalah Penguasa langit dan bumi. Dan Allah akan memberikan perlindungan kepada hamba-hambaNya yang beriman.
Sementara itu Suraqah semakin mendekat. Kudanya berlari semakin kencang. Suraqah pun semakin yakin segera menemukan orang yang dicarinya. Di benaknya imajinasi 100 ekor unta itu semakin nampak. Dengan 100 ekor unta dia akan mendadak jadi kaya raya.
Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar tetap berjalan normal. Tidak berlari, tidak juga membelok mencari persembuyian. Rasulullah sangat yakin dengan junuudun lam tarauha (bala tentara yang tak nampak) Allah siapkan. Dia yakin dengan tangan Allah yang selau membentenginya.
Tiba-tiba ketika Suraqah semakin mendekat, bayang-bayang Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar nampak di matanya, kudanya yang sehat, kuat dan pilihan itu tiba-tiba jatuh tersungkur dan kekuatannya seolah menghilang untuk bangkit lagi.
Dalam catatan sejarah disebutkan ketika itu Suraqah hampir tidak mempercayai matanya. Seolah mimpi yang tak pernah terjadi pada kudanya. Dia kemudian mengeluarkan dari bajunya sesuatu yang biasa dipakai sebagai mantra-mantra. Dalam bahasa Arab disebut al-Azalaam. Kata ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai sesuatu yang diharamkan.
Suraqah memakai mantra itu untuk mengembalikan tenaga kudanya. Kuda itu berdiri lunglai. Tapi Suraqah seolah memaksanya untuk tetap berlari dan mengejar Rasulullah. Namun beberapa langkah kuda itu kembali jatuh tersungkur. Suraqah untuk ketiga kalinya mencoba lagi. Tapi lagi-lagi terjadi hal yang sama.
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation USA
Suraqah (versi Indonesia: Serakah) menaiki kudanya dan menghentakkan kakinya. Kuda itupun berlari kencang di tengah teriknya matahari di padang pasir yang menghampar. Suraqah dan kudanya tidak nampak oleh siapapun. Selain karena lari dengan kecepatan yang tinggi, juga karena hentakan kaki kuda itu menerbangkan debu ke atas angkasa.
Sementara itu Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq dan penunjuk jalan Al-Uraiqi terus berjalan menelusuri jalan yang hampir tidak dikenal oleh siapapun. Namun Suraqah mampu menemukan jejak langkah mereka. Diapun terus memacu kudanya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Abu Bakar yang memang menyimpan kekhawatiran serta keinginan untuk melindungi al-Habib, sesekali berjalan di belakang Rasulullah, kadang di depan, samping kiri atau kanan. Dan sesekali menengok ke belakang untuk memastikan kalau para musuh itu tidak membuntuti mereka.
Namun di satu waktu saat Abu Bakar menengok ke belakang, beliau tiba-tiba melihat ada gumpalan debu yang terbang tinggi ke angkasa. Beliau berbisik kepada Rasulullah dan memberitahu mengenai itu. Mendengar itu Rasulullah berkata: "Kita sedang dikejar."
Mendengar itu Abu Bakar semakin panik dan khawatir. Tapi Rasulullah ﷺ tetap tenang dan menenangkannya. Rasulullah selalu memberi ketauladanan kepada sahabatnya itu. Bahwa dalam keadaan apapun Allah adalah Penguasa langit dan bumi. Dan Allah akan memberikan perlindungan kepada hamba-hambaNya yang beriman.
Sementara itu Suraqah semakin mendekat. Kudanya berlari semakin kencang. Suraqah pun semakin yakin segera menemukan orang yang dicarinya. Di benaknya imajinasi 100 ekor unta itu semakin nampak. Dengan 100 ekor unta dia akan mendadak jadi kaya raya.
Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar tetap berjalan normal. Tidak berlari, tidak juga membelok mencari persembuyian. Rasulullah sangat yakin dengan junuudun lam tarauha (bala tentara yang tak nampak) Allah siapkan. Dia yakin dengan tangan Allah yang selau membentenginya.
Tiba-tiba ketika Suraqah semakin mendekat, bayang-bayang Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar nampak di matanya, kudanya yang sehat, kuat dan pilihan itu tiba-tiba jatuh tersungkur dan kekuatannya seolah menghilang untuk bangkit lagi.
Dalam catatan sejarah disebutkan ketika itu Suraqah hampir tidak mempercayai matanya. Seolah mimpi yang tak pernah terjadi pada kudanya. Dia kemudian mengeluarkan dari bajunya sesuatu yang biasa dipakai sebagai mantra-mantra. Dalam bahasa Arab disebut al-Azalaam. Kata ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai sesuatu yang diharamkan.
Suraqah memakai mantra itu untuk mengembalikan tenaga kudanya. Kuda itu berdiri lunglai. Tapi Suraqah seolah memaksanya untuk tetap berlari dan mengejar Rasulullah. Namun beberapa langkah kuda itu kembali jatuh tersungkur. Suraqah untuk ketiga kalinya mencoba lagi. Tapi lagi-lagi terjadi hal yang sama.
Lihat Juga :