Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (3): Suraqah Temukan Jejak Rasulullah
Kamis, 27 Juli 2023 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya Suraqah mengakui jika orang yang dikejarnya itu bukan orang biasa. Tapi orang yang luar biasa. Suraqah mengakui kelemahan dan ketidakmampuannya. Maka dia memberi isyarat agar dimaafkan dan diberi kesempatan untuk mendekat. Rasulullah tentunya melalui inspirasi langit mengetahui iktikad Suraqah. Beliau memaafkan dan mengajak mendekat.
Setelah mendekat, Suraqah yang bernama lengkap Suraqah Ibnu Malik itu justru meminta jaminan keamanan dari Rasulullah ﷺ. Di sini sesuatu yang kontras terjadi. Dari seseorang yang memburu dengan niat buruk. Kini malah meminta jaminan keamanan. Dan Rasulullah memberikan jaminan itu bahkan secara tertulis yang dituliskan oleh Abdullah Al-Uraiqi (penunjuk jalan).
Hanya Abu Bakar yang kemudian berpesan: "Jangan beritahu siapapun keberadaan kami." Suraqah pun kembali ke Makkah dan memberitahu mereka bahwa dia telah menemukan Muhammad, tapi tidak mampu melakukan apa-apa. Para tokoh Qurasyh marah. Abu Jahal bahkan menyebutnya dalam sebuah puisi yang ditulisnya jika (Suraqah) orang yang bodoh. Tapi Suraqah menjawabnya dalam Puisi yang juga dia tulis: "Kalau saja Anda ada di sana dan melihat apa yang saya lihat Anda akan mengalami hal yang sama."
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tiba-tiba berkata kepada Suraqah: "Wahai Suraqah, kira-kira bagaimana rasanya jika suatu ketika kamu memakai gelang (perhiasan) raja Kisra?". Kisra adalah raja Persia. Salah seorang penguasa besar yang kaya raya. Suraqah ketika itu tidak paham apa yang dimaksud oleh Rasulullah.
Sekitar 9-10 tahun kemudian hari Setelah Rasulullah ﷺ masuk kembali ke Mekah (Fathu Makkah). Beliau di kemudian menakkukan kota-kota sekitarnya, temasuk kota di mana Suraqah saat itu tinggal. Ketika Rasulullah memasuki kota itu, Suraqah menemui beliau dan memperlihatkan salinan jaminan keamanan yang pernah dia minta dari Rasulullah waktu bertahun-tahun sebelumnya. Suraqah pun masuk Islam saat itu juga. Bahkan dia kemudian ikut pindah ke Madinah dan tinggal di kota Rasulullah ﷺ.
Singkat cerita, tujuh tahun setelah Rasulullah meninggal dunia, kerajaan Persia ditaklukkan di zaman Umar Ibnu Khattab. Para tentara Muslim membawa harta rampasan dari Persia berupa emas termasuk bekas perhiasan raja. Semua di bawah ke hadapan Umar di Masjid Nabawi. Umar kemudian meminta agar bekas gelang raja dipisahkan. Setelah gelang itu ditemukan Umar memanggil Suraqah dan memberikan gelang itu sebagai pembuktian ucapan Rasulullah bertahun-tahun lalu:
"Bagaimana jika suatu ketika kamu mendapatkan gelang raja Persia Wahai Suraqah?"
Kembali ke cerita perjalan Rasulullah. Setelah peristiwa upaya pembunuhan oleh Suraqah berlalu, beliau melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Konon sang penunjuk jalan yang non Muslim itu, Abdullah Al-Uraiqi, juga meminta izin untuk kembali ke Makkah. Karena Abu Bakar telah bisa mengidentifikasi jalan menuju Madinah.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan itu. Beberapa saat kemudian mereka merasakan dahaga dan lapar. Tiba-tiba saja Rasulullah dan Abu Bakar melihat sebuah rumah sederhana terbuat dari tanah liat. Mereka mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita tua membuka pintu rumah itu. Abu Bakar bertanya apakah beliau berkenan menjual makanan kepada mereka?
Sang wanita itu berkata: "Maaf, kami tidak ada sama sekali makanan di rumah saat ini. Suami saya sedang keluar mencari sesuatu untuk kami makan."
Abu Bakar bertanya: "Adakah susu yang bisa diminum?"
Setelah mendekat, Suraqah yang bernama lengkap Suraqah Ibnu Malik itu justru meminta jaminan keamanan dari Rasulullah ﷺ. Di sini sesuatu yang kontras terjadi. Dari seseorang yang memburu dengan niat buruk. Kini malah meminta jaminan keamanan. Dan Rasulullah memberikan jaminan itu bahkan secara tertulis yang dituliskan oleh Abdullah Al-Uraiqi (penunjuk jalan).
Hanya Abu Bakar yang kemudian berpesan: "Jangan beritahu siapapun keberadaan kami." Suraqah pun kembali ke Makkah dan memberitahu mereka bahwa dia telah menemukan Muhammad, tapi tidak mampu melakukan apa-apa. Para tokoh Qurasyh marah. Abu Jahal bahkan menyebutnya dalam sebuah puisi yang ditulisnya jika (Suraqah) orang yang bodoh. Tapi Suraqah menjawabnya dalam Puisi yang juga dia tulis: "Kalau saja Anda ada di sana dan melihat apa yang saya lihat Anda akan mengalami hal yang sama."
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tiba-tiba berkata kepada Suraqah: "Wahai Suraqah, kira-kira bagaimana rasanya jika suatu ketika kamu memakai gelang (perhiasan) raja Kisra?". Kisra adalah raja Persia. Salah seorang penguasa besar yang kaya raya. Suraqah ketika itu tidak paham apa yang dimaksud oleh Rasulullah.
Sekitar 9-10 tahun kemudian hari Setelah Rasulullah ﷺ masuk kembali ke Mekah (Fathu Makkah). Beliau di kemudian menakkukan kota-kota sekitarnya, temasuk kota di mana Suraqah saat itu tinggal. Ketika Rasulullah memasuki kota itu, Suraqah menemui beliau dan memperlihatkan salinan jaminan keamanan yang pernah dia minta dari Rasulullah waktu bertahun-tahun sebelumnya. Suraqah pun masuk Islam saat itu juga. Bahkan dia kemudian ikut pindah ke Madinah dan tinggal di kota Rasulullah ﷺ.
Singkat cerita, tujuh tahun setelah Rasulullah meninggal dunia, kerajaan Persia ditaklukkan di zaman Umar Ibnu Khattab. Para tentara Muslim membawa harta rampasan dari Persia berupa emas termasuk bekas perhiasan raja. Semua di bawah ke hadapan Umar di Masjid Nabawi. Umar kemudian meminta agar bekas gelang raja dipisahkan. Setelah gelang itu ditemukan Umar memanggil Suraqah dan memberikan gelang itu sebagai pembuktian ucapan Rasulullah bertahun-tahun lalu:
"Bagaimana jika suatu ketika kamu mendapatkan gelang raja Persia Wahai Suraqah?"
Kembali ke cerita perjalan Rasulullah. Setelah peristiwa upaya pembunuhan oleh Suraqah berlalu, beliau melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Konon sang penunjuk jalan yang non Muslim itu, Abdullah Al-Uraiqi, juga meminta izin untuk kembali ke Makkah. Karena Abu Bakar telah bisa mengidentifikasi jalan menuju Madinah.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan itu. Beberapa saat kemudian mereka merasakan dahaga dan lapar. Tiba-tiba saja Rasulullah dan Abu Bakar melihat sebuah rumah sederhana terbuat dari tanah liat. Mereka mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita tua membuka pintu rumah itu. Abu Bakar bertanya apakah beliau berkenan menjual makanan kepada mereka?
Sang wanita itu berkata: "Maaf, kami tidak ada sama sekali makanan di rumah saat ini. Suami saya sedang keluar mencari sesuatu untuk kami makan."
Abu Bakar bertanya: "Adakah susu yang bisa diminum?"
Lihat Juga :