Lingkungan dan Pola Pendidikan Anak dalam Pandangan Rasulullah SAW

Senin, 31 Juli 2023 - 17:29 WIB
loading...
Lingkungan dan Pola...
Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bahwa pengaruh lingkungan itu sangat besar, dia bisa mewarnai seseorang, bahkan dia bisa menimpa warna pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam salah satu hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam mengingatkan bagaimana pengaruh lingkungan terhadap seseorang. Beliau bersabda:

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ


“Seseorang berada di atas kebiasaan agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kamu memperhatikan siapakah yang menjadi sahabat dekatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa pengaruh lingkungan itu sangat besar, dia bisa mewarnai seseorang, bahkan dia bisa menimpa warna pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Maka para orang tua harus mewaspadainya.

Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, keliru apabila kita mengira pendidikan anak hanya diperankan oleh kedua orang tua. Sebab realitanya banyak sekali pihak-pihak yang turut serta mewarnai corak pendidikan anak-anak. Bahkan seringkali pihak lain ini lebih besar dan lebih intens daripada peran orang tua. "Maka atas dasar itulah kewaspadaan orang tua sangat dibutuhkan. Sebab apabila kita lengah, boleh jadi semua pengajaran yang kita berikan kepada anak akan dimentahkan oleh pendidik-pendidik liar di luar sana,"papar dai yang kerap memberi kajian parenting islami di berbagai acara dakwah ini.

Menurutnya, ada beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam pendidikan anak kita di luar rumah, yaitu sekolah, teman atau sahabat media (internet, televisi, HP, majalah, buku cerita) karib kerabat, pembantu.

Dalam hal ini kita juga harus menyadari dan mengetahui bahwa orang tua tidak boleh menyerahkan pergaulan anak kepada anak itu. Orang tua tidak boleh membebaskannya sebebas-bebasnya. Harus ada kendali (kontrol) dari orang tua. Orang tua juga berhak, bahkan harus ikut campur dalam menentukan teman-teman pergaulan anaknya. Sebagaimana kita juga menentukan kemana anaknya ini akan belajar atau sekolah. Apalagi ketika anak masih dalam usia berkembang, seperti misalnya pra baligh, baligh dan paska baligh. Itu adalah waktu-waktu yang sangat kritis. Apabila orang tua lengah pada masa-masa seperti itu, ini bisa memberi pengaruh yang buruk kepada anak.

"Maka dari itu orang tua di sini tetap harus punya peran dan perhatian, bahkan campur tangan di dalam menentukan hal-hal penting dalam kehidupan anak,"urai Ustadz Abu Ihsan dalam salah satu kajian tentang 'Mencetak Generasi Rabanni' di kanal muslim tersebut.

Peran Sekolah

Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary juga memaparkan, di sekolah (terutama sekolah dasar) inilah diletakkan dasar-dasar kepribadiannya. Maka orang tua harus memilihkan sekolah yang betul-betul baik bagi anak-anak mereka. Sekolah memiliki peran dan pengaruh yang sangat besar. Karena di sekolah anak menghabiskan sebagian besar waktunya. Bahkan sekarang ini mungkin anak lebih banyak di sekolah daripada di rumah. Walaupun untuk selama masa pandemi ini anak-anak masih belajar di rumah. Tapi itu tentunya tidak selamanya, nanti akan kembali normal dan anak akan kembali sekolah.

Waktu di rumah mungkin hanya beberapa saat, selebihnya rumah hanya tempat untuk tidur kemudian berangkat lagi ke sekolah. Sekolah bisa dikatakan lingkungan kedua setelah rumah.

Di sekolah, anak-anak ini akan berkumpul dari berbagai latar belakang sosial serta lingkungan yang berbeda-beda, bermacam-macam pemikiran, adat kebiasaan, dan juga karakter. Anak kita bergaul dengan individu-individu yang sangat lama, bahkan mungkin bertahun-tahun di sekolah. Interaksi Ini bisa memberikan pengaruh bagi kejiwaan anak, pada tabiat dan juga kepribadiannya. Maka tidak heran anak akan cenderung meniru dari teman-temannya tanpa dia mampu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Demikian juga para pengajar atau guru di sekolah yang juga berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya serta kepribadian. Tidak semua guru memiliki komitmen terhadap aqidah yang lurus, akhlak yang mulia, atau menanamkan hal-hal penting bagi anak. Mungkin banyak yang dia sekedar untuk menyampaikan maklumat kemudian dia pulang. Selebihnya dia tidak peduli. Apalagi sekolah itu tidak spesial menitikberatkan akidah atau ibadah yang benar.

Tentunya pengaruh guru juga sangat besar. "Maka dari itu para orang tua juga harus mengetahui atau mengenal guru-guru yang menangani anak-anak mereka. Karena kerap kali guru ini menjadi tokoh panutan bagi anak-anak. Dengan mudah mereka mendengar dan mempraktikkan ucapan maupun perbuatan sang guru meski bertentangan dengan pola pikir dan didikan orang tua. Dan kenyataannya anak-anak remaja lebih banyak curhat kepada guru-gurunya daripada orang tuanya,"urainya.

Baca juga: Mengapa Orang Tua harus Selalu Mendoakan Anak-anaknya? Begini Penjelasannya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cara Mendidik Anak ala...
Cara Mendidik Anak ala Rasulullah Berdasarkan Tahapan Usia, Simak Yuk!
Perlukah Pendidikan...
Perlukah Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut Islam?
Cara Khusus Mendidik...
Cara Khusus Mendidik Anak Perempuan yang Diajarkan Rasulullah SAW
Pentingnya Mengenalkan...
Pentingnya Mengenalkan Anak tentang Sirah Nabawiyah dan Keteladanan Rasulullah SAW
Parenting: Islam Melarang...
Parenting: Islam Melarang Mencela Anak
Metode Kejiwaan pada...
Metode Kejiwaan pada Anak Ala Nabi SAW yang Wajib Diajarkan Sejak Dini
Rekomendasi
Zona Subduksi Gibraltar...
Zona Subduksi Gibraltar Bergeliat, Mengancam Samudra Atlantik
10 Lubang Terdalam di...
10 Lubang Terdalam di Bumi, Nomor 8 Dipercaya sebagai Istana Kerajaan Jin
Gunung Es Raksasa Berwarna...
Gunung Es Raksasa Berwarna Hitam Muncul di Laut Labrador
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved