Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (4): Tiba di Madinah dengan Sambutan Luar Biasa
Senin, 31 Juli 2023 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Singkat cerita perjalanan Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar semakin mendekat ke Madinah. Walaupun telah dekat, kota yang masih bernama Yatsrib itu belum nampak di mata Rasulullah dan Abu Bakar. Mereka hanya melangkah dan melangkah secepat mungkin untuk tiba di kota itu. Rasulullah sudah sangat tidak sabar ketemu dengan para sahabatnya yang telah terdahulu pindah ke kota itu.
Sementara itu, di ujung sana di kota peradaban itu, penduduknya sudah tidak sabar menyambut kedatangan al-habiib, Rasulullah ﷺ. Sebagian lelaki yang masih muda memanjat pohon-pohon korma agar bisa melihat di saat Rasulullah memasuki kota itu.
Tibalah momen yang ditunggu-tunggu itu. Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar memasuki kota peradaban dunia, disambut dengan riang gembira oleh para sahabatnya. Sambil berlarian, sebagian menggelantung di atas pohon-pohon kurma, atau di atas atap rumah-rumah, mereka menyambut Rasulullah ﷺ dengan riang gembira sambil menyanyikan lagu طلع البدر علينا (Thola'al Badru 'alainaa) artinya bulan purnama telah terbit di atas kita, yang populer itu.
Para sahabat penduduk asli kota Madinah, yang dikemudian hari dikenal dengan kaum Anshor, berebutan menyambut Rasulullah ﷺ. Semuanya ingin rumahnya yang menjadi persinggahan pertama beliau. Tapi Rasulullah memilih untuk tetap di atas untanya hingga unta itu berhenti sendiri di depan sebuah rumah milik Abu Ayub Al-Anshori. Rasulullah kemudian turun dari untanya. Dan sebelum melakukan apa-apa, beliau meletakkan sebuah batu yang menjadi simbol fondasi Masjid pertama dalam sejarah Islam. Itulah Masjid Kuba.
Demikian malam-malam tegang yang dilalui Rasulullah di saat berhijrah dari Mekah ke Madinah. Tulisan ini memang sengaja hanya menuliskan perjalanan yang menegangkan itu. Dari malam pertemuan perencanaan jahat pemimpin Kafir Quraish, hingga momen-momen Rasulullah memasuki kota Perdana yang tersinarkan (Madinah Al-Munawwarah).
Saya tidak bermaksud menuliskan sejarah Hijrah secara menyeluruh. Melainkan sekadar ingin menggambarkan momen-momen sulit dan menegangkan itu dalam perjalanan hijrah. Dengan semua hal yang menegangkan itu pelajaran terpenting yang harus kita petik adalah keyakinan akan kebersamaan dengan Allah (ma'iyatullah). Bahwa betapa pun sulitnya tantangan yang ada, Allah akan selalu hadir bersama orang-orang yang beriman.
Insya Allah tulisan berikutnya tidak lagi berbicara tentang malam-malam yang menegangkan. Tapi akan lebih banyak menyoroti langkah-langkah Rasulullah dalam membangun peradaban yang tersinari (Madinah Al-Munawwarah). Insya Allah!
Wallahu A'lam
Baca Juga: Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (3): Suraqah Temukan Jejak Rasulullah
Sementara itu, di ujung sana di kota peradaban itu, penduduknya sudah tidak sabar menyambut kedatangan al-habiib, Rasulullah ﷺ. Sebagian lelaki yang masih muda memanjat pohon-pohon korma agar bisa melihat di saat Rasulullah memasuki kota itu.
Tibalah momen yang ditunggu-tunggu itu. Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar memasuki kota peradaban dunia, disambut dengan riang gembira oleh para sahabatnya. Sambil berlarian, sebagian menggelantung di atas pohon-pohon kurma, atau di atas atap rumah-rumah, mereka menyambut Rasulullah ﷺ dengan riang gembira sambil menyanyikan lagu طلع البدر علينا (Thola'al Badru 'alainaa) artinya bulan purnama telah terbit di atas kita, yang populer itu.
Para sahabat penduduk asli kota Madinah, yang dikemudian hari dikenal dengan kaum Anshor, berebutan menyambut Rasulullah ﷺ. Semuanya ingin rumahnya yang menjadi persinggahan pertama beliau. Tapi Rasulullah memilih untuk tetap di atas untanya hingga unta itu berhenti sendiri di depan sebuah rumah milik Abu Ayub Al-Anshori. Rasulullah kemudian turun dari untanya. Dan sebelum melakukan apa-apa, beliau meletakkan sebuah batu yang menjadi simbol fondasi Masjid pertama dalam sejarah Islam. Itulah Masjid Kuba.
Demikian malam-malam tegang yang dilalui Rasulullah di saat berhijrah dari Mekah ke Madinah. Tulisan ini memang sengaja hanya menuliskan perjalanan yang menegangkan itu. Dari malam pertemuan perencanaan jahat pemimpin Kafir Quraish, hingga momen-momen Rasulullah memasuki kota Perdana yang tersinarkan (Madinah Al-Munawwarah).
Saya tidak bermaksud menuliskan sejarah Hijrah secara menyeluruh. Melainkan sekadar ingin menggambarkan momen-momen sulit dan menegangkan itu dalam perjalanan hijrah. Dengan semua hal yang menegangkan itu pelajaran terpenting yang harus kita petik adalah keyakinan akan kebersamaan dengan Allah (ma'iyatullah). Bahwa betapa pun sulitnya tantangan yang ada, Allah akan selalu hadir bersama orang-orang yang beriman.
Insya Allah tulisan berikutnya tidak lagi berbicara tentang malam-malam yang menegangkan. Tapi akan lebih banyak menyoroti langkah-langkah Rasulullah dalam membangun peradaban yang tersinari (Madinah Al-Munawwarah). Insya Allah!
Wallahu A'lam
Baca Juga: Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (3): Suraqah Temukan Jejak Rasulullah
(rhs)
Lihat Juga :