Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (2): Berjalan di Muka Bumi dengan Rendah Hati
Rabu, 23 Agustus 2023 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Ibaad ar-Rahman menyadari secara totalitas bahwa kesempurnaan semata hanya milik Ar-Rahman. Karenanya semua kelebihan yang ada padanya dilihat sebagai karunia untuk disyukuri. Termasuk bahkan kelebihan dalam keislaman dan ibadah.
Bahwa ketika kita berislam dan beriman, dan mampu mengabdikan diri secara baik kepada Allah, semua itu karena kasih sayang-Nya yang memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita. Nabi Ibrahim memberikan contoh dengan merendahkan hati memohon pengabulan kepada Allah setelah meninggikan fondasi Ka'bah. Padahal beliau nabi dan Rasul. Dan yang dilakukan pastinya adalah amal termulia dan agung. Namun beliau tetap sadar bahwa sebagai manusia pasti ada kekurangan dan ketidak sempurnaan.
Karenanya ketawadhuan dalam pengabdian (ibadah) menjadi sifat utama ibaad ar-Rahman (hamba-hamba ar-Rahman). Jangan karena ibadah-ibadah yang kita lakukan, apalagi merasa paling sunnah, lalu merasa lebih dari orang lain. Bahkan seolah telah membeli syurga dengan amalan-amalannya. Padahal surga Allah hanya akan diberikan semata karena belas kasih dan sayang-Nya.
Semoga kita mampu belajar untuk terus memiliki kerendah hatian ini. Baik kepada sesama makhluk. Apalagi kepada Pencipta, Pemilik dan Penguasa dari segala penguasa. Sekali lagi, ingatkan diri kita: لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من الكبر (tak akan masuk surga siapa yang ada ada dalam hatinya keangkuhan sekalipun sebesar biji atom). Semoga Allah menjaga!
Jamaica City, 18 Agustus 2023
Baca Juga: Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (1): Menghambakan Diri kepada Allah
Bahwa ketika kita berislam dan beriman, dan mampu mengabdikan diri secara baik kepada Allah, semua itu karena kasih sayang-Nya yang memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita. Nabi Ibrahim memberikan contoh dengan merendahkan hati memohon pengabulan kepada Allah setelah meninggikan fondasi Ka'bah. Padahal beliau nabi dan Rasul. Dan yang dilakukan pastinya adalah amal termulia dan agung. Namun beliau tetap sadar bahwa sebagai manusia pasti ada kekurangan dan ketidak sempurnaan.
Karenanya ketawadhuan dalam pengabdian (ibadah) menjadi sifat utama ibaad ar-Rahman (hamba-hamba ar-Rahman). Jangan karena ibadah-ibadah yang kita lakukan, apalagi merasa paling sunnah, lalu merasa lebih dari orang lain. Bahkan seolah telah membeli syurga dengan amalan-amalannya. Padahal surga Allah hanya akan diberikan semata karena belas kasih dan sayang-Nya.
Semoga kita mampu belajar untuk terus memiliki kerendah hatian ini. Baik kepada sesama makhluk. Apalagi kepada Pencipta, Pemilik dan Penguasa dari segala penguasa. Sekali lagi, ingatkan diri kita: لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من الكبر (tak akan masuk surga siapa yang ada ada dalam hatinya keangkuhan sekalipun sebesar biji atom). Semoga Allah menjaga!
Jamaica City, 18 Agustus 2023
Baca Juga: Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (1): Menghambakan Diri kepada Allah
(rhs)
Lihat Juga :