Sifat dan Karakteristik Ibad ar-Rahman (1): Menghambakan Diri kepada Allah

Selasa, 22 Agustus 2023 - 14:53 WIB
loading...
Sifat dan Karakteristik...
Imam Shamsi Ali (tengah), Dai yang juga Presiden Nusantara Foundation USA. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center,
Presiden Nusantara Foundation USA

Di berbagai tempat dalam Al-Qur'an menyebutkan berbagai sifat atau karakteristik hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa. Sifat-sifat itu memiliki konteksnya secara khusus.

Perhatikan misalnya di Surat Al-Ahzab ayat 35, Allah menyampaikan karakteristik atau sifat kedua jenis hamba Allah, laki dan perempuan. Konteksnya adalah untuk menekankan bahwa orang-orang beriman laki dan wanita itu memilki kedudukan, derajat dan kemuliaan yang sama. Walaupun kenyataannya tidak harus sama dalam fungsi dan tanggung jawab.

Konteks ayat di atas lebih kepada penekanan tentang kesetaraan jender (gender equality) dua jenis hamba Allah, laki dan wanita. Dalam hal keislaman keduanya adalah sama sebagai Muslim (Muslimiin-Muslimaat). Dalam hal keimanan keduanya sama beriman (Mukminiin-mikminaat). Demikian seterusnya.

Kali ini saya ingin menuliskan beberapa sifat atau karakterisitk hamba-hamba Allah (ibaad ar-Rahman) yang disampaikan di Surat Al-Furqan ayat 63-77. Sifat-sifat ini telah banyak dibahas oleh para Ulama dalam berbagai buku. Salah satunya adalah "Sifaat Ebaad Arrahman" oleh Syeikh Abdurrahman Ibnu Naasir as-Sa'dee (1307-1376 H).

Ayat-ayat di Surah Al-Furqan itu menyebutkan 10 sifat ibaad ar-Rahman (karakteristik hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang). Yang menarik juga adalah bahwa sifat-sifat tersebut sangat menonjol pada aspek sosial dan kemasyarakatan (social and communal matters). Sebuah penekanan bahwa Islam adalah agama kehidupan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan nyata manusia.

Hamba-hamba Yang Maha Rahman
Karakterkstik pertama dari orang-orang yang beriman di Surah Al-Furqan ini ada pada kata: وعباد الحمن itu sendiri. Bahwa sifat pertama mereka adalah "ibaad". Yaitu menghambakan diri kepada yang Maha Rahman.

Penyebutan kata ibaad (hamba-hamba) menggambarkan sebuah posisi mulia dan agung di hadapan Allah SWT. Karena sesungguhnya panggilan "ibaad" jamak dari 'abdun (hamba) bagi seseorang merupakan panggilan yang mulia, terhormat sekaligus menunjukkan kedekatan yang sangat antara sang 'aabid (hamba) dan ma'buud (Yang Maha disembah).

Kemuliaan penyebutan ini dikarenakan abdun adalah pelaku ibadah yang merupakan tujuan atau orientasi hidup manusia. Kehadiran manusia di atas bumi ini tidak lain adalah untuk menjadi ibaad (hamba-hamba Allah). Dengan kata lain, tujuan hidupnya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT (lihat al-Dzariyat: 56).

Oleh karena itu ketika seseorang dipanggil sebagai abdun (hamba) maka seolah dia berada pada posisi mulia yang mengemban tugas dan misi utama kehidupan. Yaitu menyembah Allah SWT. Dan ini yang menjadikannya menduduki posisi mulia dan terhormat.

Saya akan mengambil tiga contoh saja dari Al-Qur'an untuk menguatkan argumentasi bahwa penyebutan abdun atau ibaadun itu merupakan pemuliaan dan penghormatan. Bahkan menunjukkan kedekatan yang sangat dengan Allah SWT.

Contoh pertama adalah pemanggilan Rasulullah ﷺ dalam Al-Qur'an berulang kali dengan kata abdun. Di Surah Al-Baqarah misalnya, Allah menyebutnya dengan abdahu pada ayat: "Dan jika kalian ragu terhadap apa yang Kami (Allah) turunkan kepada hamba-Ku (Muhammad), maka datangkan satu surah yang sama dengannya." (QS Al-Baqarah: 23).

Pada ayat ini Rasulullah Muhammad disebut sebagai abdun ('abdina). Bukan dengan Muhammad. Tidak juga dengan penyebutan tanggung jawab kerisalahan yang ada di atas pundaknya sebagai "Rasul". Justru ayat ini menyebut beliau dengan penyebutan mulia abdun karena konteksnya berkaitan dengan Al-Qur'an, Kalam Allah yang mulia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hikmah Beriman pada...
Hikmah Beriman pada Qadha dan Qadar, Umat Muslim Wajib Tahu!
Awas! Ini Hukum Pamer...
Awas! Ini Hukum Pamer Harta Kekayaan di Media Sosial
10 Hikmah Beriman kepada...
10 Hikmah Beriman kepada Qadha dan Qadar, Apa Saja?
5 Contoh Khotbah Idulfitri...
5 Contoh Khotbah Idulfitri 2025, Bisa jadi Referensi dan Sumber Ilmu
Bank Mandiri Gelar Syiar...
Bank Mandiri Gelar Syiar Ramadan di Destinasi Wisata Religi Purwakarta
5 Contoh Kultum Lailatul...
5 Contoh Kultum Lailatul Qadar, yang Bisa Dipelajari atau Dijadikan Referensi
Rekomendasi
Ausralia Sebut Kepulauan...
Ausralia Sebut Kepulauan Cocos Semakin Terancam Hilang Ditelan Ombak
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
Bukti Terkuat Adanya...
Bukti Terkuat Adanya Kehidupan di Luar Bumi Ditemukan
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved