Inilah Bentuk Keteladanan Orang Tua bagi Anak-anak Zaman Now
Kamis, 07 September 2023 - 17:29 WIB
loading...
Landasan penting yang harus dipahami oleh setiap orang tua, yakni hendaknya mereka memiliki rasa takut terhadap masa depan keturunannya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam konsep pendidikan Islam , orang tua teladan hendaknya memiliki rasa takut kepada Allah jika meninggalkan anak-anaknya dalam kondisi lemah dan jauh dari rahmat Rabbnya.
Allah Ta’ala berfirman :
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS An-Nisa :9)
Ayat di atas menunjukkan landasan penting yang harus dipahami oleh orang tua, yakni hendaknya orang tua memiliki rasa takut terhadap masa depan keturunannya. Yaitu rasa takut yang membuatnya senantiasa berhati-hati, mawas diri, menambah ilmu, dan memperhatikan pendidikan, teman, serta pergaulan anak-anaknya.
Menurut Ustadz Amir Sahidin, M.Ag, dai yang juga pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga, pada ayat di atas pula terdapat dua hal penting yang harus dimiliki oleh orang tua teladan dalam mendidik anak-anaknya, yaitu keteladanan takwa dan perkataan yang benar (jujur). Kedua hal ini merupakan keteladanan penting untuk diajarkan dan ditanamkan pada diri anak. Adapun penjelasan ringkasnya adalah sebagai berikut.
Takwa sendiri merupakan kata yang singkat, namun mengandung makna yang sangat luas. Makna-makna tersebut merujuk pada satu konsep, yaitu melaksanakan semua perintah Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Sehingga hamba yang bertakwa adalah mereka yang menjauhi seluruh larangan-larangan Allah dan sekuat tenaga menjalankan perintah-perintah-Nya.
Terkait dengan makna takwa yang sebenarnya, Ali bin Abi Thalib radhiyalllahu ‘anhu pernah menerangkan dengan ungkapannya,
Allah Ta’ala berfirman :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS An-Nisa :9)
Ayat di atas menunjukkan landasan penting yang harus dipahami oleh orang tua, yakni hendaknya orang tua memiliki rasa takut terhadap masa depan keturunannya. Yaitu rasa takut yang membuatnya senantiasa berhati-hati, mawas diri, menambah ilmu, dan memperhatikan pendidikan, teman, serta pergaulan anak-anaknya.
Menurut Ustadz Amir Sahidin, M.Ag, dai yang juga pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga, pada ayat di atas pula terdapat dua hal penting yang harus dimiliki oleh orang tua teladan dalam mendidik anak-anaknya, yaitu keteladanan takwa dan perkataan yang benar (jujur). Kedua hal ini merupakan keteladanan penting untuk diajarkan dan ditanamkan pada diri anak. Adapun penjelasan ringkasnya adalah sebagai berikut.
1. Orang Tua Teladan harus Bertakwa
Hendaknya orang tua senantiasa bertakwa semampunya kapan pun dan di mana pun ia berada, kemudian menanamkan takwa tersebut kepada anak-anaknya. Orangtua harus paham bahwa takwa akan menghantarkan anak-anaknya menuju derajat yang tinggi, baik di dunia, terlebih di akhirat.Takwa sendiri merupakan kata yang singkat, namun mengandung makna yang sangat luas. Makna-makna tersebut merujuk pada satu konsep, yaitu melaksanakan semua perintah Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Sehingga hamba yang bertakwa adalah mereka yang menjauhi seluruh larangan-larangan Allah dan sekuat tenaga menjalankan perintah-perintah-Nya.
Terkait dengan makna takwa yang sebenarnya, Ali bin Abi Thalib radhiyalllahu ‘anhu pernah menerangkan dengan ungkapannya,
الخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ، وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ، وَالْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيْلِ، وَالْاِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ
Lihat Juga :