4 Penyebab Timbulnya Pikiran Ekstrim, Mudah Mengafirkan Sesama Muslim
Senin, 11 September 2023 - 12:15 WIB
loading...
Tiap-tiap amal tanpa ilmu akan menimbulkan kerusakan lebih banyak daripada kebaikannya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Paham yang menamakan dirinya "Jamaah Attakfir," "Jamaah Alhijrah," "fundamentalis Islam" dan sebagainya, menganggap orang yang melakukan dosa besar dan tidak mau berhenti adalah kafir . Bahkan ada yang beranggapan bahwa orang-orang Islam pada umumnya tidak Muslim, salat mereka dan ibadat lainnya tidak sah, karena murtad. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Syaikh Yusuf al-Qardhawi saat menjawab pertanyaan ini mengatakan perlunya pengkajian akan sebab-sebab timbulnya pikiran yang ekstrem dan cara-cara menghadapinya, sehingga dapat diatasi dengan seksama.
Pertama, tiap-tiap pikiran atau pendapat harus dilawan dengan pikiran, pandangan dan diobati dengan keterangan serta dalil-dalil yang kuat, sehingga dapat menghilangkan keragu-raguan dan pandangan yang keliru itu. "Jika kita menggunakan kekerasan sebagai alat satu-satunya, maka tentu tidak akan membawa faedah," ujarnya dalam bukunya berjudul "Fatawa Qardhawi, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah" (Risalah Gusti, 1996).
Baca juga: Mengenal Perbedaan Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi
Kedua, mereka itu (orang-orang yang berpandangan salah) umumnya adalah orang-orang baik, kuat agamanya dan tekun ibadatnya, tetapi mereka dapat digoncang oleh hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan yang timbul pada masyarakat Islam.
Misalnya, akhlak buruk, kerusakan di segala bidang, kehancuran dan sebagainya. Mereka selalu menuntut dan mengajak pada kebaikan, dan mereka ingin masyarakatnya berjalan di garis yang telah ditentukan oleh Allah, walaupun jalan atau pikirannya menyimpang pada jalan yang salah dan sesat karena mereka tidak mengerti.
Maka, kata al-Qardhawi, sebaiknya kita hormati niat mereka yang baik itu, lalu kita beri penerangan yang cukup. Jangan mereka digambarkan atau dikatakan sebagai binatang yang buas atau penjahat bagi masyarakat. Tetapi hendaknya diberi pengarahan dan bimbingan ke jalan yang benar, karena tujuan mereka adalah baik, akan tetapi salah jalan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 11-12: Jangan Mudah Mengatakan Kafir meski kepada Orang Kafir
Mengenai sebab-sebab timbulnya pikiran-pikiran tersebut, menurut al-Qardhawi, adalah sebagai berikut:
1. Tersebarnya kebatilan, kemaksiatan dan kekufuran, yang secara terang-terangan dan terbuka di tengah masyarakat Islam tanpa ada usaha pencegahannya. Bahkan sebaliknya, untuk meningkatkan kemungkaran dan kemaksiatan dia menggunakan agama sebagai alat propaganda untuk menambah kerusakan-kerusakan akhlak dan sebagainya.
Syaikh Yusuf al-Qardhawi saat menjawab pertanyaan ini mengatakan perlunya pengkajian akan sebab-sebab timbulnya pikiran yang ekstrem dan cara-cara menghadapinya, sehingga dapat diatasi dengan seksama.
Pertama, tiap-tiap pikiran atau pendapat harus dilawan dengan pikiran, pandangan dan diobati dengan keterangan serta dalil-dalil yang kuat, sehingga dapat menghilangkan keragu-raguan dan pandangan yang keliru itu. "Jika kita menggunakan kekerasan sebagai alat satu-satunya, maka tentu tidak akan membawa faedah," ujarnya dalam bukunya berjudul "Fatawa Qardhawi, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah" (Risalah Gusti, 1996).
Baca juga: Mengenal Perbedaan Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi
Kedua, mereka itu (orang-orang yang berpandangan salah) umumnya adalah orang-orang baik, kuat agamanya dan tekun ibadatnya, tetapi mereka dapat digoncang oleh hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan yang timbul pada masyarakat Islam.
Misalnya, akhlak buruk, kerusakan di segala bidang, kehancuran dan sebagainya. Mereka selalu menuntut dan mengajak pada kebaikan, dan mereka ingin masyarakatnya berjalan di garis yang telah ditentukan oleh Allah, walaupun jalan atau pikirannya menyimpang pada jalan yang salah dan sesat karena mereka tidak mengerti.
Maka, kata al-Qardhawi, sebaiknya kita hormati niat mereka yang baik itu, lalu kita beri penerangan yang cukup. Jangan mereka digambarkan atau dikatakan sebagai binatang yang buas atau penjahat bagi masyarakat. Tetapi hendaknya diberi pengarahan dan bimbingan ke jalan yang benar, karena tujuan mereka adalah baik, akan tetapi salah jalan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 11-12: Jangan Mudah Mengatakan Kafir meski kepada Orang Kafir
Mengenai sebab-sebab timbulnya pikiran-pikiran tersebut, menurut al-Qardhawi, adalah sebagai berikut:
1. Tersebarnya kebatilan, kemaksiatan dan kekufuran, yang secara terang-terangan dan terbuka di tengah masyarakat Islam tanpa ada usaha pencegahannya. Bahkan sebaliknya, untuk meningkatkan kemungkaran dan kemaksiatan dia menggunakan agama sebagai alat propaganda untuk menambah kerusakan-kerusakan akhlak dan sebagainya.
Lihat Juga :