Salat Rebo Wekasan Amalan Sufi yang Tidak Ada Dasar Hukumnya, Begini Penjelasan KH Hasyim Asy'ari
Selasa, 12 September 2023 - 17:00 WIB
loading...
KH Hasyim Asyari melarang ulama mengeluarkan fatwa mengajak dan melakukan salat Rebo Wekasan. Ilustrasi: Ist
A
A
A
KH Hasyim Asy'ari melarang ulama mengeluarkan fatwa mengajak dan melakukan salat Rebo Wekasan . Beliau menegaskan bahwa salat Rebo Wekasan tidak ada dasarnya dalam syariat. Kendati demikian kaum sufi konon mengamalkan salat Rebo Wekasan untuk menolak bala.
Sekadar mengingatkan, besok Rabu 13 September 2023 adalah Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan. Ini adalah sebuah tradisi yang digelar sebagian masyarakat di Jawa, Sunda, dan Madura setiap Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah. Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam, setelah bulan Muharram.
Kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan atau zikir berjemaah, salat sunah, dan berbagi makanan dalam bentuk selamatan. Rebo Wekasan dipercaya sebagian umat Islam sebagai hari pertama Nabi Muhammad SAW jatuh sakit dan wafat.
Baca juga: Penjelasan Buya Yahya Terkait Amalan Rebo Wekasan
Terkait dengan salat Rebo Wekasan dijelaskan dalam Buku Induk Fikih Islam Nusantara karya KH Imaduddin Utsman al-Bantanie. Salat Rebo Wekasan adalah salat yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar.
"Sebagian ulama melakukannya di malam Rabu, sebagian yang lain di pagi harinya sekaligus membaca manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jilani," tulis Imaduddin mengutip kitab "al-Fikrah al-Nahdliyyah".
Menurutnya, pengamalan salat Rebo Wekasan terdapat dalam beberapa keterangan ulama tasawuf, di antaranya kitab Muyarrobat al-Daerabi.
Menurut kitab al-Daerabi ini, sebagian ahli makrifat mengatakan bahwa setiap tahun turun 320 ribu bala (musibah) di hari Rabu terakhir bulan Safar, maka hari itu adalah hari yang paling sulit dalam setahun, maka barangsiapa yang pada hari itu melaksanakan sholat empat rakaat maka Allah akan menjaganya dari seluruh bala tersebut selama setahun.
Baca juga: Amalan Sholat Sunnah Mutlak Tolak Balak Rebo Wekasan
Tidak Ada Dasarnya
Sekadar mengingatkan, besok Rabu 13 September 2023 adalah Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan. Ini adalah sebuah tradisi yang digelar sebagian masyarakat di Jawa, Sunda, dan Madura setiap Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah. Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam, setelah bulan Muharram.
Kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan atau zikir berjemaah, salat sunah, dan berbagi makanan dalam bentuk selamatan. Rebo Wekasan dipercaya sebagian umat Islam sebagai hari pertama Nabi Muhammad SAW jatuh sakit dan wafat.
Baca juga: Penjelasan Buya Yahya Terkait Amalan Rebo Wekasan
Terkait dengan salat Rebo Wekasan dijelaskan dalam Buku Induk Fikih Islam Nusantara karya KH Imaduddin Utsman al-Bantanie. Salat Rebo Wekasan adalah salat yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar.
"Sebagian ulama melakukannya di malam Rabu, sebagian yang lain di pagi harinya sekaligus membaca manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jilani," tulis Imaduddin mengutip kitab "al-Fikrah al-Nahdliyyah".
Menurutnya, pengamalan salat Rebo Wekasan terdapat dalam beberapa keterangan ulama tasawuf, di antaranya kitab Muyarrobat al-Daerabi.
Menurut kitab al-Daerabi ini, sebagian ahli makrifat mengatakan bahwa setiap tahun turun 320 ribu bala (musibah) di hari Rabu terakhir bulan Safar, maka hari itu adalah hari yang paling sulit dalam setahun, maka barangsiapa yang pada hari itu melaksanakan sholat empat rakaat maka Allah akan menjaganya dari seluruh bala tersebut selama setahun.
Baca juga: Amalan Sholat Sunnah Mutlak Tolak Balak Rebo Wekasan
Tidak Ada Dasarnya
Lihat Juga :