Kisah Maulid: Nubuat Nabi Daniel Sudah Informasikan akan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Rabu, 20 September 2023 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Imam al-Baihaqi mengatakan dalam Dalfil an-Nubuwah bahwa Abu Aliyah beserta kaum muslimin lain menggali lubang kubur di tengah sungai dengan cara membendung airnya, lalu di kala malam mereka menguburkan jasad Nabi Daniel di salah satu liang-liang lahat yang digali itu.
Tujuannya adalah untuk mencegah mudarat yang lebih besar, yaitu praktik pengultusan kuburan orang saleh secara berlebihan di mana melalui pintu pengultusan itulah godaan iblis masuk ke oknum kaum Nabi Nuh yang menyembah orang-orang saleh.
Setidaknya kini ada enam teori mengenai lokasi makam Nabi Daniel, yaitu di Kirkuk dan Mugdadiyah di Irak, Susa dan Malamir di Iran, di Babilon, dan di Samarkand.
Teori lokasi makam yang paling masyhur adalah di Susa. Memang, jika dilihat dari peta, menurut Wisnu, Susa dekat dengan kota Hurmuzan, tempat kaum muslimin menguburkan jasad Nabi Daniel sebagaimana dalam sumber Islam.
"Namun demikian, Susa ada di provinsi Khuzestan, sementara Hormuz ada di provinsi Hormuzgan. Jarak yang terpaut antara keduanya adalah 1.300 kilometer!" ujar Wisnu yang mengingatkan bahwa Nabi Daniel adalah Nabi dari kalangan Bani Israil.
Baca juga: Maulid Nabi: Kontroversi Kisah Malaikat Membelah Dada Rasulullah SAW
Orang Saleh
Sementara itu, terjadi polemik di kalangan kaum Yahudi yang bahkan berlanjut hingga kini mengenai apakah Daniel seorang Nabi atau bukan. Sebagian memandang Daniel bukanlah Nabi, melainkan orang saleh yang mendapat bimbingan ilahiah.
Satu hal yang disepakati, Daniel adalah tokoh masyhur dengan Kitab Daniel-nya (Book of Daniel), yang termasuk ke salah satu teks-teks suci Tanakh di mana Taurat ada dalamnya.
Saat Nebukadnezar menghancurkan al-Quds beserta Kuil Sulaiman pada 587 SM, Daniel menjadi tawanan raja Babilonia tersebut dan beliau diboyong ke Babel. Terlepas dari status tawanannya, menurut Wisnu, di Babilonia Nabi Daniel mendapat tempat terhormat di kerajaan dan menjabat sebuah posisi yang memungkinkan beliau dekat dengan raja Nebukadnezar.
Bagi Nasrani, Daniel adalah Nabi. Bagi umat Islam pun demikian. Hanya saja nama beliau tidak disebutkan dalam al-Quran. Bagi umat Yahudi, Daniel “hanyalah” seseorang yang diberi ilham. Tidak terlampau jauh berbeda dengan nubuat Nabi Daniel dalam Islam mengenai kemunculan Isa al-Masih dan Rasulullah. Di tradisi kalangan Yahudi juga terdapat pandangan bahwa Daniyyel adalah seseorang yang memiliki visi tentang masa depan sekaligus seorang pahlawan yang dielu-elukan.
Tujuannya adalah untuk mencegah mudarat yang lebih besar, yaitu praktik pengultusan kuburan orang saleh secara berlebihan di mana melalui pintu pengultusan itulah godaan iblis masuk ke oknum kaum Nabi Nuh yang menyembah orang-orang saleh.
Setidaknya kini ada enam teori mengenai lokasi makam Nabi Daniel, yaitu di Kirkuk dan Mugdadiyah di Irak, Susa dan Malamir di Iran, di Babilon, dan di Samarkand.
Teori lokasi makam yang paling masyhur adalah di Susa. Memang, jika dilihat dari peta, menurut Wisnu, Susa dekat dengan kota Hurmuzan, tempat kaum muslimin menguburkan jasad Nabi Daniel sebagaimana dalam sumber Islam.
"Namun demikian, Susa ada di provinsi Khuzestan, sementara Hormuz ada di provinsi Hormuzgan. Jarak yang terpaut antara keduanya adalah 1.300 kilometer!" ujar Wisnu yang mengingatkan bahwa Nabi Daniel adalah Nabi dari kalangan Bani Israil.
Baca juga: Maulid Nabi: Kontroversi Kisah Malaikat Membelah Dada Rasulullah SAW
Orang Saleh
Sementara itu, terjadi polemik di kalangan kaum Yahudi yang bahkan berlanjut hingga kini mengenai apakah Daniel seorang Nabi atau bukan. Sebagian memandang Daniel bukanlah Nabi, melainkan orang saleh yang mendapat bimbingan ilahiah.
Satu hal yang disepakati, Daniel adalah tokoh masyhur dengan Kitab Daniel-nya (Book of Daniel), yang termasuk ke salah satu teks-teks suci Tanakh di mana Taurat ada dalamnya.
Saat Nebukadnezar menghancurkan al-Quds beserta Kuil Sulaiman pada 587 SM, Daniel menjadi tawanan raja Babilonia tersebut dan beliau diboyong ke Babel. Terlepas dari status tawanannya, menurut Wisnu, di Babilonia Nabi Daniel mendapat tempat terhormat di kerajaan dan menjabat sebuah posisi yang memungkinkan beliau dekat dengan raja Nebukadnezar.
Bagi Nasrani, Daniel adalah Nabi. Bagi umat Islam pun demikian. Hanya saja nama beliau tidak disebutkan dalam al-Quran. Bagi umat Yahudi, Daniel “hanyalah” seseorang yang diberi ilham. Tidak terlampau jauh berbeda dengan nubuat Nabi Daniel dalam Islam mengenai kemunculan Isa al-Masih dan Rasulullah. Di tradisi kalangan Yahudi juga terdapat pandangan bahwa Daniyyel adalah seseorang yang memiliki visi tentang masa depan sekaligus seorang pahlawan yang dielu-elukan.
Lihat Juga :