Ummu Dzar : Potret Istri yang Sangat Berbakti kepada Suami
Jum'at, 22 September 2023 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Ummu dzar Menuturkan, ketika Abu Dzar meninggal dunia aku menangis, lalu Abu Dzar bertanya, “Apa yang membuatmu menangis? ”
Ummu Dzar menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, sedangkan engkau akan mati di tengah padang pasir, dan aku tidak sanggup menguburmu sendirian; aku juga tidak memiliki kain untuk mengafanimu“
Dan Abu Dzar pun berkata, “Jangan menangis berilah kabar gembira ”
Dari Riwayat Abu Dzar ini, kita dapat memahami bahwa orang yang meninggal dunia masih bisa berbicara karena jati diri manusianya masih terhubung dengan tubuhnya; belum meninggalkannya secara total.
Dalam Shahih Bukhari, Rasulullah juga bercerita, “ ketika Nuh meninggal dunia, dia memanggil anak – anaknya dan berkata kepada mereka, “ Aku hendak berpesan kepada kalian … “
Allah berfirman, “( yaitu ) orang – orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan ( kepada mereka ), “ Salamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS An Nahl : 32)
Malaikat Maut mencabut nyawa itu dari tubuh manusia sedikit demi sedikit sementara jati diri manusianya masih berhubungan dengan tubuh. Dengan kata lain, roh masih berhubungan dengan tubuh orang yang wafat, karena itulah dia masih dapat berbicara, mendengar dan memahami. Malaikat pun memberikan kabar gembira kepada orang Mukmin dengan mengatakan “Salamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan ”
Jadi, orang mukmin akan diberikan kabar gembira masuk surga oleh malaikat ketika dia masih hidup di dunia, sebelum kehidupannya benar – benar berakhir.
“Suatu ketika beliau duduk mendengarkan Aisyah, yang sedang menceritakan kisah sejumlah wanita yang berkumpul dan bersepakat untuk tidak menyembunyikan apapun sehubungan dengan keadaan suami mereka. Itulah yang dikenal dengan kisah Ummu Dzar. Kisah tersebut panjang. Tetapi Rasullullah S.A.W tidak bosan mendengarkan. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ( HR Bukhari dan Muslim )”
Dari kisah Ummu Dzar lebih cenderung bagaimana seorang istri yang sholehah dalam menjalankan bakti atau kewajibannya kepada suaminya. Apalagi Ummu dzar terlihat begitu yakin dengan pilihannya untuk mematuhi dan mengikuti ajaran Rasullullah seperti merawat suaminya yang sedang sakit tanpa mengeluh dan merasa lelah.
Ummu Dzar menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, sedangkan engkau akan mati di tengah padang pasir, dan aku tidak sanggup menguburmu sendirian; aku juga tidak memiliki kain untuk mengafanimu“
Dan Abu Dzar pun berkata, “Jangan menangis berilah kabar gembira ”
Dari Riwayat Abu Dzar ini, kita dapat memahami bahwa orang yang meninggal dunia masih bisa berbicara karena jati diri manusianya masih terhubung dengan tubuhnya; belum meninggalkannya secara total.
Dalam Shahih Bukhari, Rasulullah juga bercerita, “ ketika Nuh meninggal dunia, dia memanggil anak – anaknya dan berkata kepada mereka, “ Aku hendak berpesan kepada kalian … “
Allah berfirman, “( yaitu ) orang – orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan ( kepada mereka ), “ Salamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS An Nahl : 32)
Malaikat Maut mencabut nyawa itu dari tubuh manusia sedikit demi sedikit sementara jati diri manusianya masih berhubungan dengan tubuh. Dengan kata lain, roh masih berhubungan dengan tubuh orang yang wafat, karena itulah dia masih dapat berbicara, mendengar dan memahami. Malaikat pun memberikan kabar gembira kepada orang Mukmin dengan mengatakan “Salamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan ”
Jadi, orang mukmin akan diberikan kabar gembira masuk surga oleh malaikat ketika dia masih hidup di dunia, sebelum kehidupannya benar – benar berakhir.
Hikmah Kisah Ummu Dzar
Hikmah kisah ini sebelumnya juga telah mengamalkan ajaran dari Rasulullah. Seperti dilansir dalamislam, secara singkat beginilah kisah Nabi mencintai istrinya“Suatu ketika beliau duduk mendengarkan Aisyah, yang sedang menceritakan kisah sejumlah wanita yang berkumpul dan bersepakat untuk tidak menyembunyikan apapun sehubungan dengan keadaan suami mereka. Itulah yang dikenal dengan kisah Ummu Dzar. Kisah tersebut panjang. Tetapi Rasullullah S.A.W tidak bosan mendengarkan. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ( HR Bukhari dan Muslim )”
Dari kisah Ummu Dzar lebih cenderung bagaimana seorang istri yang sholehah dalam menjalankan bakti atau kewajibannya kepada suaminya. Apalagi Ummu dzar terlihat begitu yakin dengan pilihannya untuk mematuhi dan mengikuti ajaran Rasullullah seperti merawat suaminya yang sedang sakit tanpa mengeluh dan merasa lelah.
Lihat Juga :