Dialog Ahmed Deedat dengan Van Heerden: Apa yang Dikatakan Injil tentang Muhammad SAW?
Minggu, 24 September 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Ahmeed Deedat lalu berkata: "Saya tidak akan memperdebatkan 1001 ramalan di Perjanjian Lama sehubungan dengan kedatangan Yesus Kristus, karena umat Islam di seluruh dunia telah menerimanya tanpa perlu pembuktian dari ramalan Injil mana pun."
"Kami umat Islam secara defacto telah menerima Yesus dengan pengaruh Muhammad saja, dan saat ini di dunia terdapat tidak kurang dari 900.000.000 (data 2023 sudah mencapai 2,1 miliar--red) pengikut Muhammad yang mencintai, memuliakan dan menghormati utusan Tuhan yang besar ini --Yesus Kristus-- tanpa perlu diyakinkan oleh umat Kristen melalui arti Injil dalam dialek bahasa mereka," ujar Ahmed Deedat.
"Dari ribuan ramalan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan satu saja ramalan yang menyebutkan nama Yesus? Istilah Mesias yang diterjemahkan Kristus adalah bukan nama tetapi sebuah sebutan. Adakah sebuah ramalan yang mengatakan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?" lanjut bertanya.
Baca juga: TGB Dorong Dialog Lintas Agama di Kalangan Pemuda
"Tidak! Tidak ada perincian seperti itu!" jawab Dominee.
Ahmeed Deedat bertanya, "Lalu bagaimana Anda menyimpulkan bahwa ribuan ramalan tersebut mengacu kepada Yesus?"
Dominee menjawab, "Perhatikan, ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ketika hal itu terjadi, kita lihat secara nyata pemenuhan atas apa yang telah diperkirakan di masa lalu dalam ramalan-ramalan tersebut."
"Apa yang sebenarnya Anda lakukan adalah bahwa Anda menyimpulkan, mencari alasan, menempatkan dua dan dua bersama-sama," ujar Ahmeed Deedat.
"Ya," ujar Dominee.
"Jika ini yang Anda lakukan dengan ribuan ramalan untuk membenarkan pendapat Anda tentang keaslian Yesus, mengapa kita tidak melakukan sistem yang sama untuk Muhammad?" ujar Ahmeed Deedat.
Dominee setuju hal tersebut adalah argumen yang adil, alasan yang dapat diterima dalam memperlakukan masalah tersebut.
Baca juga: Kisah Maulid: Nubuat Nabi Daniel Sudah Informasikan akan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Selanjutnya Ahmeed Deedat meminta Dominee untuk membuka Ulangan, pasal 18, ayat 18 (kitab kelima dari kitab Yahudi dan Kristen). Ia membaca ayat tersebut berdasarkan ingatan dalam versi Afrika. Terjemahannya sebagai berikut:
"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." (Injil-Ulangan 18: 18)
"Kami umat Islam secara defacto telah menerima Yesus dengan pengaruh Muhammad saja, dan saat ini di dunia terdapat tidak kurang dari 900.000.000 (data 2023 sudah mencapai 2,1 miliar--red) pengikut Muhammad yang mencintai, memuliakan dan menghormati utusan Tuhan yang besar ini --Yesus Kristus-- tanpa perlu diyakinkan oleh umat Kristen melalui arti Injil dalam dialek bahasa mereka," ujar Ahmed Deedat.
"Dari ribuan ramalan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan satu saja ramalan yang menyebutkan nama Yesus? Istilah Mesias yang diterjemahkan Kristus adalah bukan nama tetapi sebuah sebutan. Adakah sebuah ramalan yang mengatakan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?" lanjut bertanya.
Baca juga: TGB Dorong Dialog Lintas Agama di Kalangan Pemuda
"Tidak! Tidak ada perincian seperti itu!" jawab Dominee.
Ahmeed Deedat bertanya, "Lalu bagaimana Anda menyimpulkan bahwa ribuan ramalan tersebut mengacu kepada Yesus?"
Dominee menjawab, "Perhatikan, ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ketika hal itu terjadi, kita lihat secara nyata pemenuhan atas apa yang telah diperkirakan di masa lalu dalam ramalan-ramalan tersebut."
"Apa yang sebenarnya Anda lakukan adalah bahwa Anda menyimpulkan, mencari alasan, menempatkan dua dan dua bersama-sama," ujar Ahmeed Deedat.
"Ya," ujar Dominee.
"Jika ini yang Anda lakukan dengan ribuan ramalan untuk membenarkan pendapat Anda tentang keaslian Yesus, mengapa kita tidak melakukan sistem yang sama untuk Muhammad?" ujar Ahmeed Deedat.
Dominee setuju hal tersebut adalah argumen yang adil, alasan yang dapat diterima dalam memperlakukan masalah tersebut.
Baca juga: Kisah Maulid: Nubuat Nabi Daniel Sudah Informasikan akan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Selanjutnya Ahmeed Deedat meminta Dominee untuk membuka Ulangan, pasal 18, ayat 18 (kitab kelima dari kitab Yahudi dan Kristen). Ia membaca ayat tersebut berdasarkan ingatan dalam versi Afrika. Terjemahannya sebagai berikut:
"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." (Injil-Ulangan 18: 18)
Lihat Juga :