10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Menakjubkan
Jum'at, 29 September 2023 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Ummu Sulaim mengatakan: "Ini keringatmu wahai Rasulullah, aku jadikan minyak wangi. Dan ini adalah minyak wangi yang paling wangi." (HR Muslim)
4. Tidak Memiliki Bayangan
As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki, dalam kitabnya "Mafahim Yajib an Tushahah" menyebutkan di antara kekhususan Nabi Muhammad adalah tidak memiliki bayangan. Karena memang beliau adalah cahaya, dan cahaya tidak pernah memiliki bayangan. Nabi tidak memiliki bayangan meskipun ada sinar matahari. Ini didukung oleh doa Nabi ﷺ yang meminta kepada Allah untuk dijadikan sebagai cahaya.
Hal ini disebutkan oleh Imam Muslim dalam Hadis yang menjelaskan tentang bacaan Nabi dalam doa di sujudnya: "Ya Allah jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, di sebelah kananku cahaya, sebelah kiriku juga cahaya di depanku cahaya, dan di belakangku cahaya, serta di atasku cahaya, juga di bawahku cahaya dan jadikanlah untukku cahaya". Dalam riwat lain juga disebutkan: "jadikanlah aku cahaya." (HR Muslim)
5. Tidak Pernah Menguap
Dalam Kitab Al-Khashaish Al-Kubra, Imam As-Suyuthi menyebutkan riwayat tentang Nabi ﷺ yang sepanjang hayat tidak pernah menguap. Ditakhrij oleh Imam Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Tarikh dan juga Ibn Abi Syaibah dalam mushannaf-nya, dan dari Ibn Sa'd dari Yazid bin al-Ashamm, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah menguap sama sekali.
6. Hati Beliau Tidak Pernah Tidur
Keistimewaan lainnya adalah kedua mata beliau tertidur, namun tidak tidak demikian dengan hati beliau. Suatu waktu Nabi ﷺ pernah ditanya oleh istrinya Sayyidah 'Aisyah tentang tidurnya selepas sholat Witir. "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur setelah sholat Witir?". Beliau menjawab: "Betul, Aisyah. Sesunguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur." (HR Malik)
Ini sejalan dengan apa yang disebutkan beliau bahwa para Nabi tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka saja yang terpejam. Hati mereka tidak pernah tidur dari berdzikir kepada Allah Ta'ala. "Dan begitu juga para Nabi tidur hanya matanya saja, sedangkan hatinya tidak pernah tidur." (HR Al-Bukhari)
7. Jubah Beliau Sembuhkan Orang Sakit
Asma' bintu Abi Bakar radhiyallahu 'anha bertabarruk dengan jubah Nabi. Dari Abdullah bin Kaisan berkata: "Diperlihatkan kepadaku sebuah jubah Thayalisah dari Kisra yang kerahnya berbahan dibaj, juga kedua sisinya dijahit dengan dibaj. Asma' berkata kepada budaknya: "Wahai Abdullah, jubah ini dahulu ada pada Aisyah hingga ia wafat. Setelah Aisyah wafat, aku pun mengambilnya. Dahulu Rasulullah ﷺ sering memakai jubah ini. Kami pun biasa mencuci jubah ini dengan air untuk menyembuhkan orang yang sakit." (HR Muslim 2069)
8. Darah Bekam Nabi Diminum Sahabat
Darah Rasulullah ﷺ benar-benar barokah. Sahabat Abdullah bin Zubair radhiallahu 'anhu pernah meminum darah Nabi. Diceritakan, Abdullah datang kepada Rasulullah ketika beliau sedang berbekam. Setelah Rasulullah selesai, maka beliau memberikan darah berbekam itu sambil berkata: "Pergilah dan sembunyikan (darah ini) dari manusia." Maka aku pergi dan meminum darah itu. Selepas itu, aku mandatangi Rasulullah kembali. Lalu Rasulullah bertanya: "Apa yang kamu lakukan?" Abbdullah menjawab: "Aku sudah sembunyikan darah itu di tempat yang tidak boleh dilihat oleh manusia. Baginda Nabi berkata lagi: "Jangan-jangan kamu telah meminumnya?" Beliau menjawab: "Ya, aku telah meminumnya wahai Rasulullah." [Lihat al-Mustadrak, 638/3]
Nabi Muhammad ﷺ berkata, "Sungguh engkau telah menjaga dirimu dari api neraka."
9. Tidak Pernah Ihtilam (Mimpi Basah)
Ihtilam adalah keluarnya air mani karena sebab mimpi atau fantasi. Di Indonesia sering disebut dengan mimpi basah (ihtilam). Dan itu tidak pernah terjadi pada diri Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Kitab Hadits Al-Mu'jam al-Kabir, Imam at-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu 'Abbas: "Bahwasanya Nabi ﷺ tidak pernah ber-ihtilam." (HR at-Thabrani)
4. Tidak Memiliki Bayangan
As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki, dalam kitabnya "Mafahim Yajib an Tushahah" menyebutkan di antara kekhususan Nabi Muhammad adalah tidak memiliki bayangan. Karena memang beliau adalah cahaya, dan cahaya tidak pernah memiliki bayangan. Nabi tidak memiliki bayangan meskipun ada sinar matahari. Ini didukung oleh doa Nabi ﷺ yang meminta kepada Allah untuk dijadikan sebagai cahaya.
Hal ini disebutkan oleh Imam Muslim dalam Hadis yang menjelaskan tentang bacaan Nabi dalam doa di sujudnya: "Ya Allah jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, di sebelah kananku cahaya, sebelah kiriku juga cahaya di depanku cahaya, dan di belakangku cahaya, serta di atasku cahaya, juga di bawahku cahaya dan jadikanlah untukku cahaya". Dalam riwat lain juga disebutkan: "jadikanlah aku cahaya." (HR Muslim)
5. Tidak Pernah Menguap
Dalam Kitab Al-Khashaish Al-Kubra, Imam As-Suyuthi menyebutkan riwayat tentang Nabi ﷺ yang sepanjang hayat tidak pernah menguap. Ditakhrij oleh Imam Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Tarikh dan juga Ibn Abi Syaibah dalam mushannaf-nya, dan dari Ibn Sa'd dari Yazid bin al-Ashamm, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah menguap sama sekali.
6. Hati Beliau Tidak Pernah Tidur
Keistimewaan lainnya adalah kedua mata beliau tertidur, namun tidak tidak demikian dengan hati beliau. Suatu waktu Nabi ﷺ pernah ditanya oleh istrinya Sayyidah 'Aisyah tentang tidurnya selepas sholat Witir. "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur setelah sholat Witir?". Beliau menjawab: "Betul, Aisyah. Sesunguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur." (HR Malik)
Ini sejalan dengan apa yang disebutkan beliau bahwa para Nabi tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka saja yang terpejam. Hati mereka tidak pernah tidur dari berdzikir kepada Allah Ta'ala. "Dan begitu juga para Nabi tidur hanya matanya saja, sedangkan hatinya tidak pernah tidur." (HR Al-Bukhari)
7. Jubah Beliau Sembuhkan Orang Sakit
Asma' bintu Abi Bakar radhiyallahu 'anha bertabarruk dengan jubah Nabi. Dari Abdullah bin Kaisan berkata: "Diperlihatkan kepadaku sebuah jubah Thayalisah dari Kisra yang kerahnya berbahan dibaj, juga kedua sisinya dijahit dengan dibaj. Asma' berkata kepada budaknya: "Wahai Abdullah, jubah ini dahulu ada pada Aisyah hingga ia wafat. Setelah Aisyah wafat, aku pun mengambilnya. Dahulu Rasulullah ﷺ sering memakai jubah ini. Kami pun biasa mencuci jubah ini dengan air untuk menyembuhkan orang yang sakit." (HR Muslim 2069)
8. Darah Bekam Nabi Diminum Sahabat
Darah Rasulullah ﷺ benar-benar barokah. Sahabat Abdullah bin Zubair radhiallahu 'anhu pernah meminum darah Nabi. Diceritakan, Abdullah datang kepada Rasulullah ketika beliau sedang berbekam. Setelah Rasulullah selesai, maka beliau memberikan darah berbekam itu sambil berkata: "Pergilah dan sembunyikan (darah ini) dari manusia." Maka aku pergi dan meminum darah itu. Selepas itu, aku mandatangi Rasulullah kembali. Lalu Rasulullah bertanya: "Apa yang kamu lakukan?" Abbdullah menjawab: "Aku sudah sembunyikan darah itu di tempat yang tidak boleh dilihat oleh manusia. Baginda Nabi berkata lagi: "Jangan-jangan kamu telah meminumnya?" Beliau menjawab: "Ya, aku telah meminumnya wahai Rasulullah." [Lihat al-Mustadrak, 638/3]
Nabi Muhammad ﷺ berkata, "Sungguh engkau telah menjaga dirimu dari api neraka."
9. Tidak Pernah Ihtilam (Mimpi Basah)
Ihtilam adalah keluarnya air mani karena sebab mimpi atau fantasi. Di Indonesia sering disebut dengan mimpi basah (ihtilam). Dan itu tidak pernah terjadi pada diri Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Kitab Hadits Al-Mu'jam al-Kabir, Imam at-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu 'Abbas: "Bahwasanya Nabi ﷺ tidak pernah ber-ihtilam." (HR at-Thabrani)
Lihat Juga :