Meneladani Siti Sarah Istri Nabi Ibrahim : Wujud Kecantikan Dunia dan Akhirat
Selasa, 10 Oktober 2023 - 12:20 WIB
loading...
Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Siti Sarah adalah wanita tercantik di dunia dan wanita paling besar cemburunya kepada suaminya Nabi Ibrahim Alaihissalam. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Meneladani istri Nabi Ibrahim Alaihissalam , yakni Sarah atau Siti Sarah penting bagi kaum muslimah saat ini. Istri pertama Nabi Ibrahim ini, merupakan contoh seorang muslimah yang selamat dari godaan nafsu Firaun.
Sarah dikenal sebagai wanita terbaik pada zamannya. Selain cantik, ia juga cerdas dan memesona. Nabi Ibrahim Alaihissalam sangat mencintainya. Ia juga sangat mematuhi Sang Abul Anbiya.
Ibnu Asakir Rahimahullah meriwayatkan hadis dengan sanadnya dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anhu yang berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda : "Nabi Yusuf dan Siti Sarah diberi separo keindahan (Ketampanan dan kecantikan".
Menurut para ahli tafsir, ketampanan Nabi Yusuf alaihisallam adalah berasal dari nasabnya Siti Sarah, istri Nabi Ibrahim alaihissalam ini.
Ibnu Asakir juga meriwayatkan hadis dengan sanadnya dari Rabi'ah Al-Jurasyi yang berkata,"
"Keindahan (Ketampanan dan kecantikan) dibagi menjadi dua, satu bagian untuk Siti Sarah dan Nabi Yusuf, satu bagian lagi untuk seluruh manusia".
Riwayat lain diceritakan Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu yang berkata:
"Allah Azza wa Jalla membagi keindahan (Ketampanan dan kecantikan) ke dalam sepuluh bagian, tiga bagian untuk Hawwa, tiga bagian untuk Sarah, tuga bagian untuk Yusuf dan satu bagian untuk seluruh manusia".
Dari hadis tersebut tergambarkan bahwa Siti Sarah adalah wanita tercantik di dunia dan wanita paling besar cemburunya kepada suaminya Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Cobaan terbesar yang menimpa Sarah, taktala harus ikut dengan Nabi Ibrahim menjalankan dakwahnya. Suatu ketika, karena dakwahnya tak diterima di negeri Babilonia, Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Sarah pindah menuju Syam. Saat itu Syam dilanda paceklik. Mereka pindah lagi menuju Mesir. Di tempat ini, kesetiaan Sarah diuji.
Sarah dikenal sebagai wanita terbaik pada zamannya. Selain cantik, ia juga cerdas dan memesona. Nabi Ibrahim Alaihissalam sangat mencintainya. Ia juga sangat mematuhi Sang Abul Anbiya.
Ibnu Asakir Rahimahullah meriwayatkan hadis dengan sanadnya dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anhu yang berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda : "Nabi Yusuf dan Siti Sarah diberi separo keindahan (Ketampanan dan kecantikan".
Menurut para ahli tafsir, ketampanan Nabi Yusuf alaihisallam adalah berasal dari nasabnya Siti Sarah, istri Nabi Ibrahim alaihissalam ini.
Ibnu Asakir juga meriwayatkan hadis dengan sanadnya dari Rabi'ah Al-Jurasyi yang berkata,"
"Keindahan (Ketampanan dan kecantikan) dibagi menjadi dua, satu bagian untuk Siti Sarah dan Nabi Yusuf, satu bagian lagi untuk seluruh manusia".
Riwayat lain diceritakan Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu yang berkata:
"Allah Azza wa Jalla membagi keindahan (Ketampanan dan kecantikan) ke dalam sepuluh bagian, tiga bagian untuk Hawwa, tiga bagian untuk Sarah, tuga bagian untuk Yusuf dan satu bagian untuk seluruh manusia".
Dari hadis tersebut tergambarkan bahwa Siti Sarah adalah wanita tercantik di dunia dan wanita paling besar cemburunya kepada suaminya Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Cobaan terbesar yang menimpa Sarah, taktala harus ikut dengan Nabi Ibrahim menjalankan dakwahnya. Suatu ketika, karena dakwahnya tak diterima di negeri Babilonia, Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Sarah pindah menuju Syam. Saat itu Syam dilanda paceklik. Mereka pindah lagi menuju Mesir. Di tempat ini, kesetiaan Sarah diuji.
Lihat Juga :