Dosa Besar Bani Israil yang Membuat Mereka Terusir dan Terpencar dalam Diaspora
Rabu, 11 Oktober 2023 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Sulaiman berlangsung 40 tahun, dan selama itu pula Bani Israil mengalami kemakmuran dan kebahagiaan. Masa kepemimpinan Sulaiman yang berpusat di seluruh tanah Palestina, dianggap masa kejayaan industri dan teknologi canggih ukuran zamannya, di mana berhasil membangun bangunan yang indah, istana yang megah, kota-kota yang banyak dan megah serta benteng-benteng yang kokoh serta tentara yang terdiri dari pasukan jin, manusia dan burung-burung.
Berkaitan dengan kesuksesan dan kejayaan Bani Israil di Palestina di bawah kepemimpinan Nabi Sulaiman AS, Allah abadikan dalam QS al-Naml/27 : 17 dan 37; serta QS al-A‘râf/7 : 27.
Jadi, era keemasan (the golden age) Bani Israil, terjadi di zaman Nabi Daud (1010-970 SM) dan Nabi Sulaiman (970-931 SM). Setelah era Nabi Sulaiman, kerajaan tersebut terpecah dua. Kerajaan Israil di utara, yang beribukota Samaria, dan Kerajaan Yudea di selatan, dengan ibukota Yerusalem.
Pembunuh Nabi
Kerajaan utara tak bertahan lama, dan jatuh pada 722 SM, setelah diserang bangsa Assyiria. Sedangkan, Kerajaan Yudea bertahan lebih lama, dan baru bubar tahun 586 SM, saat dihancurkan Nebukadnezar.
Sebelum bubarnya Kerajaan Yudea, raja-rajanya antara lain menyembah berhala bernama Ba’al, dewa bangsa Kanaan. Mereka juga menyiksa dan memenjarakan nabi-nabi yang diutus untuk memperingatkan mereka, seperti Armia (Yeremia) dan Ilyas (Elia).
Baca juga: Kisah Zionis Menekan Sultan Ottoman untuk Menguasai Bumi Palestina
Nabi lainnya mereka bunuh, seperti Nabi Syu’ya. Kisah ini dituliskan dalam Al-Quran, surah as-Shaaffat ayat 123-126: “Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba’al dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’.”
Disebutkan bahwa pada tahun 586 SM adalah tahun kehancuran dan kelenyapan pertama kerajaan-kerajaan Bani Israil di Palestina pada tangan Nebukhadnesar.
Kemudian setelah Nebukhadnesar, Palestina dikuasai oleh beberapa kerajaan dari luar, yaitu kerajaan Babilonia antara tahun 586-538 SM, kerajaan Persia antara 538-330 SM, kerajaan Yunani antara tahun 330-200 SM, Dinasti Seleucid antara tahun 200-167 SM, Dinasti Seleucid dan Maccabee antara tahun 167-63 SM, dan Imperium Romawi antara tahun 63 SM sampai 638 M.
Sedangkan, menjelang kehancuran kedua, Bani Israil juga melakukan berbagai penyimpangan seperti menghalalkan riba yang diharamkan dalam Taurat. Juga menyiksa dan membunuh nabi dan rasul, seperti membunuh Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, menolak Nabi Isa sebagai al-Masih yang dijanjikan, bahkan berbuat makar untuk membunuhnya, dan lain-lain.
Berkaitan dengan kesuksesan dan kejayaan Bani Israil di Palestina di bawah kepemimpinan Nabi Sulaiman AS, Allah abadikan dalam QS al-Naml/27 : 17 dan 37; serta QS al-A‘râf/7 : 27.
Jadi, era keemasan (the golden age) Bani Israil, terjadi di zaman Nabi Daud (1010-970 SM) dan Nabi Sulaiman (970-931 SM). Setelah era Nabi Sulaiman, kerajaan tersebut terpecah dua. Kerajaan Israil di utara, yang beribukota Samaria, dan Kerajaan Yudea di selatan, dengan ibukota Yerusalem.
Pembunuh Nabi
Kerajaan utara tak bertahan lama, dan jatuh pada 722 SM, setelah diserang bangsa Assyiria. Sedangkan, Kerajaan Yudea bertahan lebih lama, dan baru bubar tahun 586 SM, saat dihancurkan Nebukadnezar.
Sebelum bubarnya Kerajaan Yudea, raja-rajanya antara lain menyembah berhala bernama Ba’al, dewa bangsa Kanaan. Mereka juga menyiksa dan memenjarakan nabi-nabi yang diutus untuk memperingatkan mereka, seperti Armia (Yeremia) dan Ilyas (Elia).
Baca juga: Kisah Zionis Menekan Sultan Ottoman untuk Menguasai Bumi Palestina
Nabi lainnya mereka bunuh, seperti Nabi Syu’ya. Kisah ini dituliskan dalam Al-Quran, surah as-Shaaffat ayat 123-126: “Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba’al dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’.”
Disebutkan bahwa pada tahun 586 SM adalah tahun kehancuran dan kelenyapan pertama kerajaan-kerajaan Bani Israil di Palestina pada tangan Nebukhadnesar.
Kemudian setelah Nebukhadnesar, Palestina dikuasai oleh beberapa kerajaan dari luar, yaitu kerajaan Babilonia antara tahun 586-538 SM, kerajaan Persia antara 538-330 SM, kerajaan Yunani antara tahun 330-200 SM, Dinasti Seleucid antara tahun 200-167 SM, Dinasti Seleucid dan Maccabee antara tahun 167-63 SM, dan Imperium Romawi antara tahun 63 SM sampai 638 M.
Sedangkan, menjelang kehancuran kedua, Bani Israil juga melakukan berbagai penyimpangan seperti menghalalkan riba yang diharamkan dalam Taurat. Juga menyiksa dan membunuh nabi dan rasul, seperti membunuh Nabi Zakaria dan Nabi Yahya, menolak Nabi Isa sebagai al-Masih yang dijanjikan, bahkan berbuat makar untuk membunuhnya, dan lain-lain.
Lihat Juga :