Mengapa Perjanjian Yahudi dengan Kaum Muslimin Dinamakan Piagam Madinah?
Senin, 16 Oktober 2023 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
Dari paparan di atas, kata al-Jamil, jelaslah bahwa berbagai riwayat terdahulu dari Rasulullah maupun ayat-ayat dalam al-Quran lebih mengutamakan penggunaan nama “Madinah” daripada “Yatsrib”.
Jika kita kembali ke berbagai sumber biografi Nabi Muhammad dan memeriksa teks-teks terkait Piagam Madinah, kita akan mendapati bahwa riwayat paling awal yang mendokumentasikan piagam atau dokumen ini adalah riwayat Ibnu Syihab az-Zuhri (w. 124 H) dalam laporan Abu Ubaid al-Qasim bin Salam (w. 224 H) yang menyebut Yatsrib dua kali dan Madinah satu kali."
Kita juga mendapati teks riwayat az-Zuhri itu dalam laporan Humaid bin Zanjuwaih (w. 251 H) yang menyebut nama Madinah dan Yatsrib masing-masing dua kali.”
Jadi, ada perbedaan antara kedua riwayat ini terkait nama Madinah dan Yatsrib. Sementara itu, dalam riwayat Ibnu Ishaq (w. 151 H) yang dinukil Ibnu Hisyam, nama Yatsrib disebut tiga kali dan Madinah disebut sekali.
Semua riwayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa kedua nama, Yatsrib dan Madinah, sama-sama termuat dalam Piagam. Walau begitu, penyebutan populer atas perjanjian damai ini adalah Shahifah al-Madinah (Piagam Madinah).
Ia tidak dihubungkan dengan Yatsrib, terutama karena kata ini identik dengan orang-orang munafik.” Di samping itu, Rasulullah melarang kota Hijrah ini disebut “Yatsrib”, melainkan direkomendasikan sebutan “Madinah”.
Baca juga: Menelisik Yahudi di Madinah, Keturunan Arab Atau Ibrani?
Jika kita kembali ke berbagai sumber biografi Nabi Muhammad dan memeriksa teks-teks terkait Piagam Madinah, kita akan mendapati bahwa riwayat paling awal yang mendokumentasikan piagam atau dokumen ini adalah riwayat Ibnu Syihab az-Zuhri (w. 124 H) dalam laporan Abu Ubaid al-Qasim bin Salam (w. 224 H) yang menyebut Yatsrib dua kali dan Madinah satu kali."
Kita juga mendapati teks riwayat az-Zuhri itu dalam laporan Humaid bin Zanjuwaih (w. 251 H) yang menyebut nama Madinah dan Yatsrib masing-masing dua kali.”
Jadi, ada perbedaan antara kedua riwayat ini terkait nama Madinah dan Yatsrib. Sementara itu, dalam riwayat Ibnu Ishaq (w. 151 H) yang dinukil Ibnu Hisyam, nama Yatsrib disebut tiga kali dan Madinah disebut sekali.
Semua riwayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa kedua nama, Yatsrib dan Madinah, sama-sama termuat dalam Piagam. Walau begitu, penyebutan populer atas perjanjian damai ini adalah Shahifah al-Madinah (Piagam Madinah).
Ia tidak dihubungkan dengan Yatsrib, terutama karena kata ini identik dengan orang-orang munafik.” Di samping itu, Rasulullah melarang kota Hijrah ini disebut “Yatsrib”, melainkan direkomendasikan sebutan “Madinah”.
Baca juga: Menelisik Yahudi di Madinah, Keturunan Arab Atau Ibrani?
(mhy)
Lihat Juga :