Ibnu Shayyad, Orang Yahudi Madinah yang Dianggap Dajjal
Selasa, 17 Oktober 2023 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Shayyad menjawab, “Datang kepadaku yang jujur dan yang dusta. Rasulullah berkata kepadanya, “Tercampur padamu persoalan ini.” Lalu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya (bermaksud menguji), “Aku menyembunyikan sesuatu untukmu.” Ibnu Shayyad menebak, “Ad-Dukh (asap/kabut).”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Tetaplah di tempatmu. Engkau tidak akan melampaui apa yang telah Allah takdirkan padamu.”
Mendengar hal itu, Umar radhiallahu anhu berkata, “Ya Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Apabila dia (adalah Dajjal), engkau tidak mampu mengalahkannya. Jika bukan, sia-sialah membunuhnya.”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Sesungguhnya Ibnu Shayyad dapat mengetahui urusan ghaib dengan metode sihir dan melalui lisannya jin. Dalam beberapa kitab disebutkan bahwa Ibnu Shayyad adalah tukang dusta, terkadang ia menjadi dukun yang ucapannya bisa jadi benar atau salah. Kemudian tersebar kabar tentangnya di tengah-tengah manusia bahwasanya dia adalah Dajjal.Namanya adalah Shafi -ada juga yang mengatakan ‘Abdullah- bin Shayyad atau Shaa-id.
Dalam Syarah Hadis Muslim, Imam Nawawi menjelaskan, para ulama mengatakan, “Kisahnya sangat musykil (sukar difahami) dan masalahnya samar-samar, apakah dia itu Al-Masih Ad-Daijal yang terkenal itu ataukah lainnya? Tetapi tidak disangsikan lagi bahwa dia adalah salah satu Dajjal (pendusta besar) di antara dajjal-dajjal.”
Para ulama itu mengatakan, “Zhahir hadis-hadis itu menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mendapat wahyu yang menerangkan apakah Ibnu Shayyad itu Al-Masih Ad-Dajjal atau bukan, tetapi beliau hanya mendapat wahyu mengenai ciri-ciri Dajjal, sedangkan pada diri Ibnu Shayyad ada kemiripan dengan ciri-ciri tersebut.
Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memastikan Ibnu Shayyad itu sebagai Dajjal atau bukan. Dan karena itu pula beliau berkata kepada Umar Radhiyallahu anhu, “Jika Ibnu Shayyad itu adalah Dajjal, maka engkau tidak akan dapat membunuhnya.”
Dalam Lihat al-Furqaan baina Auliyaa-ir Rahmaan wa Auliyaa-isy Syaithaan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menuturkan bahwa masalah Ibnu Shayyad telah menjadi sesuatu yang rumit bagi sebagian Sahabat.
Mereka mengira bahwa dia adalah Dajjal, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tawaqquf (berdiam diri) sehingga jelas bagi beliau setelah itu bahwa dia bukan Dajjal. Tetapi para ulama ada yang berpendapat Ibnu Shayyad adalah Dajjal di antara Dajjal kecil yang menjadi pendukung Dajjal yang sebenarnya.
Baca juga: Apakah Dajjal Manusia? Berikut Penjelasannya dalam Hadis
Wallahu 'Alam
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Tetaplah di tempatmu. Engkau tidak akan melampaui apa yang telah Allah takdirkan padamu.”
Mendengar hal itu, Umar radhiallahu anhu berkata, “Ya Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Apabila dia (adalah Dajjal), engkau tidak mampu mengalahkannya. Jika bukan, sia-sialah membunuhnya.”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Sesungguhnya Ibnu Shayyad dapat mengetahui urusan ghaib dengan metode sihir dan melalui lisannya jin. Dalam beberapa kitab disebutkan bahwa Ibnu Shayyad adalah tukang dusta, terkadang ia menjadi dukun yang ucapannya bisa jadi benar atau salah. Kemudian tersebar kabar tentangnya di tengah-tengah manusia bahwasanya dia adalah Dajjal.Namanya adalah Shafi -ada juga yang mengatakan ‘Abdullah- bin Shayyad atau Shaa-id.
Dalam Syarah Hadis Muslim, Imam Nawawi menjelaskan, para ulama mengatakan, “Kisahnya sangat musykil (sukar difahami) dan masalahnya samar-samar, apakah dia itu Al-Masih Ad-Daijal yang terkenal itu ataukah lainnya? Tetapi tidak disangsikan lagi bahwa dia adalah salah satu Dajjal (pendusta besar) di antara dajjal-dajjal.”
Para ulama itu mengatakan, “Zhahir hadis-hadis itu menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mendapat wahyu yang menerangkan apakah Ibnu Shayyad itu Al-Masih Ad-Dajjal atau bukan, tetapi beliau hanya mendapat wahyu mengenai ciri-ciri Dajjal, sedangkan pada diri Ibnu Shayyad ada kemiripan dengan ciri-ciri tersebut.
Karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memastikan Ibnu Shayyad itu sebagai Dajjal atau bukan. Dan karena itu pula beliau berkata kepada Umar Radhiyallahu anhu, “Jika Ibnu Shayyad itu adalah Dajjal, maka engkau tidak akan dapat membunuhnya.”
Dalam Lihat al-Furqaan baina Auliyaa-ir Rahmaan wa Auliyaa-isy Syaithaan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menuturkan bahwa masalah Ibnu Shayyad telah menjadi sesuatu yang rumit bagi sebagian Sahabat.
Mereka mengira bahwa dia adalah Dajjal, sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tawaqquf (berdiam diri) sehingga jelas bagi beliau setelah itu bahwa dia bukan Dajjal. Tetapi para ulama ada yang berpendapat Ibnu Shayyad adalah Dajjal di antara Dajjal kecil yang menjadi pendukung Dajjal yang sebenarnya.
Baca juga: Apakah Dajjal Manusia? Berikut Penjelasannya dalam Hadis
Wallahu 'Alam
(wid)
Lihat Juga :