Ribuan Rakyat Lebanon Terbunuh, Begin kepada Reagen: Yahudi Hanya Berlutut kepada Tuhan

Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:08 WIB
loading...
Ribuan Rakyat Lebanon...
Perdana Menteri Israel, Menachem Begin: Tak seorang pun akan membuat Israel berlutut. Anda pasti telah lupa bahwa orang-orang Yahudi hanya berlutut kepada Tuhan. Foto/Ilustrasi: JVL
A A A
Ketika melakukan invasi ke Lebanon , ribuan rakyat sipil menjadi korban. Presiden AS Ronald Reagen sempat menegur Israel . Perdana Menteri Israel, Menachem Begin, menjawab: "Tak seorang pun, tak seorang pun akan membuat Israel berlutut. Anda pasti telah lupa bahwa orang-orang Yahudi hanya berlutut kepada Tuhan."

Padahal sebelumnya, Begin telah bilang tidak dengan sengaja melukai penduduk sipil. "Saya ingin menjanjikan pada Anda... bahwa IDF --dengan mematuhi ketentuan-ketentuan pemerintah tidak sekali pun sengaja melukai penduduk sipil," katanya pada saat Israel melancarkan invasi ke Lebanon pada tahun 1982.

Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan hal itu sebagai omong kosong. Ia merujuk bahwa di samping pembantaian Sabra dan Shatila, banyak penduduk sipil Lebanon terbunuh dalam invasi Israel.

"Orang-orang Israel, para wartawan, diplomat, pengamat internasional, dan yang lain-lain semuanya telah menyaksikan hilangnya nyawa penduduk sipil yang luar biasa banyak," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).

Baca juga: 6 Omong Kosong Israel untuk Dirikan Negara Yahudi

Perkiraan-perkiraan sangat beragam, namun semuanya mematok angka ribuan. Militer Israel melaporkan 12.276 orang terbunuh pada 6 Oktober 1982.

Polisi Lebanon mengemukakan angka 19.085 terbunuh dan 30.302 luka-luka, termasuk 6.775 di Beirut, di mana 84% di antara mereka adalah penduduk sipil dan sepertiganya anak-anak.

Komite Penasihat tentang Hak-hak Asasi Manusia dari American Friends Service Committee memperkirakan hampir 200.000 orang Palestina terpaksa kehilangan rumah mereka sebagai akibat penghancuran sistematis atas kamp-kamp pengungsi oleh angkatan bersenjata Israel dalam 4 bulan pertama invasi itu.

Selain itu, pasukan Israel melibatkan diri mereka dalam perampasan harta penduduk sipil, sebagaimana yang telah mereka lakukan dalam perang-perang sebelumnya. Truk-truk yang penuh barang rampasan terlihat berjalan kembali ke Israel dalam konvoi-konvoi seperti ketika Israel mundur pada akhir September 1982.

Dr Sabri Jiryis, Direktur Pusat Riset PLO di Beirut, mengeluh bahwa para serdadu Israel mengangkut pergi seluruh 25.000 jilid buku-buku perpustakaan riset dalam bahasa Arab, Inggris, dan Ibrani. Dr Jiryis mengatakan para serdadu Israel melewatkan waktu satu minggu di pusat itu untuk mengambil semua berkas, naskah, dokumen, mikrofilm, mesin cetak, telepon, dan peralatan eletronik. Mereka juga menghancurkan meja-meja, lemari-lemari berkas, dan perlengkapan-perlengkapan lain.

Baca juga: Omong Kosong Israel dalam Perang 1967: Menuduh Arab Menyerang Duluan

Orang-orang Israel itu meninggalkan coretan-coretan Binding seperti "Orang Palestina? Apa Itu?" dan "Orang-orang Palestina, persetan kalian." Di bawah tekanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Israel mengembalikan arsip-arsip itu pada 24 November 1983.

Israel juga menggunakan bom-bom cluster buatan AS terhadap penduduk sipil, suatu pelanggaran atas persetujuan dengan Amerika Serikat untuk hanya menggunakan bom-bom tersebut dalam upaya membela diri. Akibatnya, pemerintahan Reagan melapor kepada Kongres pada 24 Juni bahwa Israel "mungkin telah" melanggar Undang-undang Pengawasan Ekspor Senjata dengan menggunakan senjata-senjata AS bukan untuk tujuan pertahanan diri dalam invasi ke Lebanon. Tiga hari kemudian pengapalan unit-unit bom cluster ke Israel dihentikan, namun hanya sementara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Masjid At-Thohir Los...
Masjid At-Thohir Los Angeles: Simbol Harmoni, Dakwah, dan Kepedulian Diaspora Indonesia di AS
Rekomendasi
Kotoran Manusia Termahal...
Kotoran Manusia Termahal di Dunia Berasal dari Bangsa Viking
Perbedaan Mulut Neraka...
Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
Arkeolog Temukan Sisa-sisa...
Arkeolog Temukan Sisa-sisa Pemukiman Bangsa Viking di Gereja Naur
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved