Ribuan Rakyat Lebanon Terbunuh, Begin kepada Reagen: Yahudi Hanya Berlutut kepada Tuhan
Selasa, 17 Oktober 2023 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Sunday Times London melaporkan bahwa dalam dua bulan pertama invasi hingga 6 Agustus para penembak Israel telah menghantam 5 bangunan PBB, 134 kedutaan besar atau tempat kediaman diplomatik, 6 rumah sakit dan klinik, 1 rumah sakit jiwa, Bank Sentral, 5 hotel, kantor Palang Merah, dan rumah-rumah yang tak terhitung jumlahnya di Beirut.42 Semua lalu lintas ke bagian barat kota itu dihentikan.
Air, listrik, makanan, bensin, dan pasokan-pasokan sipil penting lainnya dicegat oleh pasukan Israel. Ketika Presiden Reagan mendesak Perdana Menteri Begin untuk memerintahkan pasukan Israel menghentikan pelanggaran atas gencatan senjata yang didukung PBB, Begin menanggapi: "Tak seorang pun, tak seorang pun akan membuat Israel berlutut. Anda pasti telah lupa bahwa orang-orang Yahudi hanya berlutut kepada Tuhan."
Baca juga: Omong Kosong dan Dalih Israel Invasi ke Lebanon Tahun 1982
Begin menambahkan aksi kekerasan pada kata-katanya yang menantang itu seminggu kemudian ketika Israel melancarkan serangan yang paling merusak atas Beirut. Serangan besar pada 12 Agustus dengan pesawat-pesawat, senjata-senjata artileri, dan kapal itu dikenal sebagai Black Thursday. Hari penghancuran dimulai dengan serangan artileri besar pada dini hari yang diikuti dengan delapan jam penuh bombardemen udara 45 Sebanyak lima ratus orang terbunuh dalam serangan tersebut.
Presiden Reagan demikian marahnya sehingga dia sendiri menelpon Begin dua kali hari itu, menuduh bahwa Israel menyebabkan "kehancuran dan pertumpahan darah yang tak perlu." Pemboman-pemboman itu "tidak dapat diduga dan tidak berperikemanusiaan," Reagan mendakwa.
Gedung Putih secara terbuka mengumumkan bahwa "Presiden sangat terkejut pagi ini ketika dia mengetahui terjadinya bombardemen Israel besar-besaran yang baru dilakukan di Beirut barat."
Pada akhir Agustus koran Lebanon An-Nahar memperkirakan bahwa 5.515 orang telah terbunuh dan 11.139 orang terluka di Beirut. Meskipun Israel berkeras bahwa "hanya 3.000" orang yang terbunuh dan bahwa kebanyakan di antara mereka adalah "teroris," yang lain-lainnya memperkirakan bahwa untuk setiap gerilya Palestina yang terbunuh atau terluka, empat orang penduduk sipil telah terbunuh atau terluka.
Baca juga: Catatan Perang Atrisi: Omong Kosong Perdana Menteri Israel Golda Meir
Air, listrik, makanan, bensin, dan pasokan-pasokan sipil penting lainnya dicegat oleh pasukan Israel. Ketika Presiden Reagan mendesak Perdana Menteri Begin untuk memerintahkan pasukan Israel menghentikan pelanggaran atas gencatan senjata yang didukung PBB, Begin menanggapi: "Tak seorang pun, tak seorang pun akan membuat Israel berlutut. Anda pasti telah lupa bahwa orang-orang Yahudi hanya berlutut kepada Tuhan."
Baca juga: Omong Kosong dan Dalih Israel Invasi ke Lebanon Tahun 1982
Begin menambahkan aksi kekerasan pada kata-katanya yang menantang itu seminggu kemudian ketika Israel melancarkan serangan yang paling merusak atas Beirut. Serangan besar pada 12 Agustus dengan pesawat-pesawat, senjata-senjata artileri, dan kapal itu dikenal sebagai Black Thursday. Hari penghancuran dimulai dengan serangan artileri besar pada dini hari yang diikuti dengan delapan jam penuh bombardemen udara 45 Sebanyak lima ratus orang terbunuh dalam serangan tersebut.
Presiden Reagan demikian marahnya sehingga dia sendiri menelpon Begin dua kali hari itu, menuduh bahwa Israel menyebabkan "kehancuran dan pertumpahan darah yang tak perlu." Pemboman-pemboman itu "tidak dapat diduga dan tidak berperikemanusiaan," Reagan mendakwa.
Gedung Putih secara terbuka mengumumkan bahwa "Presiden sangat terkejut pagi ini ketika dia mengetahui terjadinya bombardemen Israel besar-besaran yang baru dilakukan di Beirut barat."
Pada akhir Agustus koran Lebanon An-Nahar memperkirakan bahwa 5.515 orang telah terbunuh dan 11.139 orang terluka di Beirut. Meskipun Israel berkeras bahwa "hanya 3.000" orang yang terbunuh dan bahwa kebanyakan di antara mereka adalah "teroris," yang lain-lainnya memperkirakan bahwa untuk setiap gerilya Palestina yang terbunuh atau terluka, empat orang penduduk sipil telah terbunuh atau terluka.
Baca juga: Catatan Perang Atrisi: Omong Kosong Perdana Menteri Israel Golda Meir
(mhy)
Lihat Juga :