Zionis Klaim Talmud Merupakan Nukilan Taurat, Benarkah?
Kamis, 19 Oktober 2023 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ideologi Sesat Zionisme: Rabbi Mampu Kalahkan Yahweh saat Berdebat
Di antara buku-buku yang mengkajinya adalah buku yang berjudul “The Origin of Man” dan “The Torah, the Bible, and the Qur'an” yang ditulis oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Maurice Bucaille, di mana ia membuktikan adanya kesalahan ilmiah dalam Taurat dan Injil, dan pada saat yang sama membuktikan bahwa al-Qur'an tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern berikut juga fakta-faktanya.
Bahkan Maurice Bucaille mencatat bukti-bukti keunggulan al-Qur'an yang mendahului ilmu pengetahuan selama seribu empat ratus tahun.
Maurice Bucaille mengatakan Taurat yang ada saat ini telah diselewengkan, ia bukan Taurat yang diwahyukan kepada Nabi Musa as, dan oleh karena itu kita tidak dapat mengambil Taurat yang ada sekarang sebagai dasar pedoman.
Selanjutnya, ideologi yang digunakan Zionis cenderung mengarah kepada filosofi materialisme. Filosofi materialisme adalah pemahaman dalam realitas yang menolak dasar gaib dan hasil spiritualitas dalam memahami dunia dan hanya percaya kepada unsur material (terlihat oleh mata). Dengan kata lain, pemahaman ini menolak adanya konsep Tuhan.
Mereka sengaja menghilangkan gagasan tentang Tuhan dari pikiran orang-orang dan menggantinya dengan hukum fisika matematika. Filosofi materialisme di dalam Islam tertolak. Sebagaimana gagasan Ibnu Rushd tentang hakikat Islam adalah agama yang meyakini adanya Tuhan dalam setiap elemen dunia dan kehidupan.
Baca juga: Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi
Alam semesta dan manusia diciptakan untuk menunjukkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Sa‘id al-Nursi menegaskan lagi pandangan Ibnu Rushd, menurutnya setiap fenomena dunia memiliki makna yang esensial dan yang gaib, yaitu Tuhan.
Oleh karena itu, Tuhan, alam, dan manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain, ketiganya saling terikat karena dari esensi yang sama yaitu Tuhan. Konsekuensinya di sini adalah cara pandang (worldview) tauhidi terhadap dunia.
Berbeda halnya dengan ideologi Zionisme yang didasarkan pada filosofi materialisme yang menjadikan mereka terlepas dari moral “loss of adab” dalam segala pemikiran dan keyakinannya.
Di antara buku-buku yang mengkajinya adalah buku yang berjudul “The Origin of Man” dan “The Torah, the Bible, and the Qur'an” yang ditulis oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Maurice Bucaille, di mana ia membuktikan adanya kesalahan ilmiah dalam Taurat dan Injil, dan pada saat yang sama membuktikan bahwa al-Qur'an tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern berikut juga fakta-faktanya.
Bahkan Maurice Bucaille mencatat bukti-bukti keunggulan al-Qur'an yang mendahului ilmu pengetahuan selama seribu empat ratus tahun.
Maurice Bucaille mengatakan Taurat yang ada saat ini telah diselewengkan, ia bukan Taurat yang diwahyukan kepada Nabi Musa as, dan oleh karena itu kita tidak dapat mengambil Taurat yang ada sekarang sebagai dasar pedoman.
Selanjutnya, ideologi yang digunakan Zionis cenderung mengarah kepada filosofi materialisme. Filosofi materialisme adalah pemahaman dalam realitas yang menolak dasar gaib dan hasil spiritualitas dalam memahami dunia dan hanya percaya kepada unsur material (terlihat oleh mata). Dengan kata lain, pemahaman ini menolak adanya konsep Tuhan.
Mereka sengaja menghilangkan gagasan tentang Tuhan dari pikiran orang-orang dan menggantinya dengan hukum fisika matematika. Filosofi materialisme di dalam Islam tertolak. Sebagaimana gagasan Ibnu Rushd tentang hakikat Islam adalah agama yang meyakini adanya Tuhan dalam setiap elemen dunia dan kehidupan.
Baca juga: Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi
Alam semesta dan manusia diciptakan untuk menunjukkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Sa‘id al-Nursi menegaskan lagi pandangan Ibnu Rushd, menurutnya setiap fenomena dunia memiliki makna yang esensial dan yang gaib, yaitu Tuhan.
Oleh karena itu, Tuhan, alam, dan manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain, ketiganya saling terikat karena dari esensi yang sama yaitu Tuhan. Konsekuensinya di sini adalah cara pandang (worldview) tauhidi terhadap dunia.
Berbeda halnya dengan ideologi Zionisme yang didasarkan pada filosofi materialisme yang menjadikan mereka terlepas dari moral “loss of adab” dalam segala pemikiran dan keyakinannya.
Lihat Juga :