Turunnya Ayat Perintah Berperang dalam Islam, Begini Pesan Al-Qur'an

Selasa, 24 Oktober 2023 - 23:59 WIB
loading...
Turunnya Ayat Perintah...
Perang Badar merupakan perang Jihad fii Sabilillah pertama yang dipimpin langsung Rasulullah SAW dalam sejarah peradaban Islam. Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam Islam, perang merupakan salah satu syariat yang diatur dalam Al-Qur'an maupun Hadis Nabi. Banyak Ayat yang membahas tentang perang, namun perlu diingat bahwa ayat-ayat perang ini berkaitan dengan sisi historis dan sebab turunnya ayat tersebut.

Perlu dicatat bahwa Islam bukanlah agama yang menghalalkan kekerasan. Justru Islam adalah agama yang cintai damai dan anti kekerasan. Karena itu, dalam membaca teks Al-Qur'an dibutuhkan tafsir atau takwil untuk menyingkap hakikat makna teks ayat tersebut.

Turunnya Ayat Perintah Berperang
Dalam Al-Qur'an kita akan menemukan beberapa ayat yang memerintahkan umat muslim untuk berperang melawan kaum musyrik yang zalim. Di antaranya, Surat Al-Al-Hajj ayat 39, Allah berfirman:

اُذِنَ لِلَّذِيۡنَ يُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّهُمۡ ظُلِمُوۡا‌ ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصۡرِهِمۡ لَـقَدِيۡرُ

Artinya: "Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesung-guhnya mereka dizhalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu." (QS. Al-Hajj Ayat 39)

Allah menurunkan perintah berperang ini tentu ada sebab-musabanya. Dalam tafsir Kementerian Agama dijelaskan, selama 13 tahun di Makkah, Allah menguatkan hati umat muslim untuk bersabar menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan percobaan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Setelah kaum Muslimin Hijrah ke Madinah, barulah turun ayat-ayat yang memerintahkan kaum Muslim memerangi orang-orang musyrik yang berbuat zalim dan berusaha menghancurkan agama Islam.

Ayat ini adalah ayat pertama yang diturunkan Allah berhubungan dengan perintah perang. Ayat kedua yang membolehkan kaum muslim berperang melawan orang kafir, namun secara terbatas, yaitu:

وَقَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ الَّذِيۡنَ يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ وَلَا تَعۡتَدُوۡا ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ

Artinya: "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Baqarah: 190)

Ayat berikutnya terdapat dalam Surat At-Taubah sebagaimana firman Allah:

قَاتِلُوا الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَلَا يُحَرِّمُوۡنَ مَا حَرَّمَ اللّٰهُ وَ رَسُوۡلُهٗ وَلَا يَدِيۡنُوۡنَ دِيۡنَ الۡحَـقِّ مِنَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡـكِتٰبَ حَتّٰى يُعۡطُوا الۡجِزۡيَةَ عَنۡ يَّدٍ وَّهُمۡ صٰغِرُوۡنَ


Artinya: "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." (QS. At-Taubah Ayat 29)

Sebenarnya Allah Maha Kuasa membela dan memenangkan umat Islam tanpa melakukan sesuatu peperangan dan tanpa mengalami penderitaan. Akan tetapi, Allah hendak menguji hati para hamba-Nya yang beriman, sampai di mana ketabahan dan kesabaran mereka menghadapi cobaan-cobaan Allah dan kepatuhan melaksanakan perintah-perintah-Nya.

Makna Jihad Fii Sabilillah
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 190, Allah memerintahkan kaum Muslimin memerangi kaum musyrik yang memerangi mereka. Peperangan itu jangan diartikan sebagai aksi balas dendam atau aksi menghalalkan kekerasan untuk menuruti hawa nafsu. Dalam Islam, perang memiliki aturan dan etika.

Perang hendaklah bertujuan fii sabilillah (untuk meninggikan kalimah Allah dan menegakkan agama-Nya. Perang yang disebut " fi sabilillah" adalah sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

"Dari Abu Musa al-Asy'ary, bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya seorang laki-laki yang berperang karena keberaniannya dan yang berperang karena sakit hati, atau yang berperang karena ingin mendapat pujian saja, manakah di antara mereka itu yang berperang di jalan Allah? Maka Rasulullah ﷺ menjawab: "Orang yang berperang untuk meninggikan kalimah Allah maka berperangnya itu fi sabilillah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam perang Jihad fii sabilillah, kaum mukmin dilarang melanggar berbagai ketentuan. Seperti membunuh anak-anak, orang lemah yang tidak berdaya, orang yang telah sangat tua, wanita-wanita yang tidak ikut berperang, orang yang telah menyerah kalah dan para pendeta. Karena Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Syaikh Ali Jum'ah Serukan Tentara Mesir Berjihad Bantu Palestina
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Diplomasi Perang ala...
Diplomasi Perang ala Rasulullah SAW: Strategi Cerdas di Balik Kemenangan
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Hukum Memungut Pajak...
Hukum Memungut Pajak dari Rakyat dan Kriterianya dalam Islam, Simak di Sini!
Populer sebagai Bulan...
Populer sebagai Bulan Perang, Ini 9 Peperangan yang Terjadi di Bulan Safar
Sejarah Perang dalam...
Sejarah Perang dalam Islam dan Turunnya Ayat Perintah Jihad!
Rekomendasi
Isyarat Aneh Muncul...
Isyarat Aneh Muncul dari Langit, Ada Apa dengan Alam Semesta?
Suara Bawah Air Terkeras...
Suara Bawah Air Terkeras Terdengar dari Lokasi Paling Terpencil di Bumi
Benua Mikro Baru Ditemukan...
Benua Mikro Baru Ditemukan Antara Greenland dan Kanada
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved