Kisah Nebukadnezar Membantai Ribuan Bani Israel untuk Redam Mendidihnya Darah Nabi Yahya

Rabu, 25 Oktober 2023 - 16:15 WIB
loading...
Kisah Nebukadnezar Membantai...
Darah Nabi Yahya mendidih dan agar berhenti mendidih, Nebukadnezar membunuh ribuan rakyat tak berdosa. Ilustrasi: Ist
A A A
Bani Israel tak segan-segan membunuh nabi yang membawa ajaran tahuid. Al-Quran berkali-kali menyebutkan bahwa ada nabi di masa silam yang dibunuh antara lain dalam Surat Al-Baqarah ayat 87 dan Surat Ali Imran ayat 21.

Allah SWT berfirman:

أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Artinya: “Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian bersikap sombong; kemudian beberapa orang (diantara nabi itu) kalian dustakan dan beberapa nabi (yang lain) kalian bunuh? ( QS. al-Baqarah : 87)

Di ayat lain, Allah juga berfirman menceritakan bahwa Yahudi itu membunuh beberapa nabi dan orang-orang soleh yang mendakwahkan kebenaran,

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil." ( QS Ali Imran : 21).

Baca juga: Kedurhakaan Bani Israil Membunuh Nabi Yesaya Dipotong dengan Gergaji

Al-Baidhawi dalam tafsirnya menyebutkan beberapa nama nabi yang dibunuh Bani Israil adalah Isaia, Zakariya , Yahya dan nabi-nabi yang lainnya yang mereka tahu itu tidak dibenarkan. Karena mereka tidak memiliki keyakinan bolehnya membunuh para nabi. Namun mereka lakukan itu karena mengikuti hawa nafsu dan cinta dunia.

Dipenggal

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qashash Al-Anbiya" mengutip sejumlah riwayat memaparkan tentang pembunuhan Nabi Yahya as. Putra Nabi Zakariya ini dipenggal lehernya. Belakangan kepala Nabi Yahya ditemukan di era Nabi Isa as .

Diriwayatkan, darah Nabi Yahya mendidih dan agar berhenti mendidih, Nebukadnezar membunuh ribuan rakyat tak berdosa. Upaya ini gagal sampai kemudian Nabi Yeremia berdiri di atasnya dan berkata, "Wahai darah, kamu telah menghilangkan begitu banyak nyawa Bani Israil, maka berhentilah kamu dengan seizin Allah.”

Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam meriwayatkan, dari Said bin Musayib, ia berkata, ketika Nebukadnezar datang ke Damaskus, ia menemukan darah Yahya bin Zakaria yang mendidih, lalu ia bertanya tentang darah tersebut.

Setelah diberitahukan, lalu ia membunuh masyarakat sekitar untuk meredam didihan darah Yahya, dan setelah 70.000 orang yang dibunuh barulah darah itu berhenti mendidih.

Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil

Ibnu Katsir menjelaskan, isnad riwayat ini shahih sampai Said bin Musayib. Itu menunjukkan bahwa Yahya terbunuh di Damaskus, dan kisah Nebukadnezar itu bermula setelah zaman Isa, sebagaimana dikatakan oleh Atha' dan Hasan Basri. Wallahu a'lam.

Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan, dari Walid bin Muslim, dari Zaid bin Waqid, ia berkata, “Aku melihat kepala Yahya bin Zakaria ketika Bani Israil membangun masjid di Damaskus. Kepala itu dikeluarkan dari salah satu sudut kiblat di sisi mihrab, di sebelah timur. Kepala itu masih lengkap kulit dan rambutnya, sama sekali tidak berubah."

Pada riwayat lain disebutkan, seakan-akan ia baru saja terbunuh sesaat yang lalu.

Dan diriwayatkan pula, bahwa kepala itu ditemukan di bawah salah satu tiang yang dikenal dengan sebutan Tiang Sakasikah. Wallahu a'lam.

Rujuk setelah Talak Tiga

Dalam Kitab “Al-mustaqsha fii fadhail Al-Aqsha” Al-Hafizh Ibnu Asakir meriwayatkan, dari Abbas bin Shubh, dari Marwan, dari Said bin Abdil Aziz, dari Qusaim maula Muawiyah, ia berkata:

Ketika itu, Raja Damaskus, Haddad bin Haddad telah menikahkan putranya dengan anak perempuan saudaranya, Azil Ratu Shaida. Salah satu kepemilikannya adalah pasar raja-raja yang ada di Damaskus, pasar yang memproduksi emas dan menjual budak-budak belian.

Baca juga: Kisah Bani Israil Takut Perang sehingga Nabi Musa Gagal Kuasai Yerusalem

Saat itu anak raja Damaskus telah bersumpah menceraikan istrinya sebanyak tiga kali. Namun setelah itu ia ingin merujuknya kembali, maka ia meminta pendapat kepada Yahya bin Zakaria.

Lalu Yahya berkata, “Kamu tidak boleh menikahi wanita itu hingga ia menikah dengan lelaki lain dan diceraikan.”

Ternyata mantan istri anak raja Damaskus itu tidak mau menerima saran dari Yahya. Ia sangat kesal dengan jawaban tersebut, karena ia masih mencintai mantan suaminya. Maka wanita itu meminta kepada raja untuk memenggal kepada Yahya bin Zakaria, dengan petunjuk dari ibunya.

Pada awalnya raja menolak permintaan itu, namun pada akhirnya ia menyetujuinya. Maka diutuslah sejumlah pasukan untuk membunuh Yahya yang ketika itu tengah melakukan salat di Masjid Jairon.

Setelah dibunuh, lalu kepala Yahya diserahkan kepada wanita tersebut. Tiba-tiba kepala Yahya yang tidak berbadan itu berkata, “Kamu tidak boleh menikah dengannya kecuali kamu telah menikah dengan lelaki yang lain dan diceraikan.”

Wanita itu pun terkejut mendengarnya. Lalu ia mengambil sebuah keranjang dan meletakkan kepala Yahya ke dalamnya dan membawa keranjang kepada ibunya. Dan lagi-lagi kepala itu berkata seperti tadi.

Baca juga: Nasib Bani Israil Setelah Firaun dan Bala Tentaranya Tenggelam

Setelah keranjang itu diserahkan kepada ibunya, tiba-tiba wanita itu tenggelam ke dalam bumi hingga kakinya, lalu naik lagi ke atas pinggangnya, hingga ibunya itu berteriak-teriak tidak keruan.

Para pelayannya pun berteriak-teriak dan memukul-mukul wajah mereka sendiri.

Kemudian wanita itu tenggelam lagi hingga sampai ke atas pundaknya. Lalu ibunya memerintahkan pelayan laki-lakinya untuk mengambil pedang dan menebas leher putrinya sendiri agar ia tidak kehilangan semuanya.

Lalu pelayan itu pun melaksanakannya. Setelah itu tubuh wanita tersebut tertelan seluruhnya ke dalam bumi, hanya tinggal kepalanya saja.

Sementara itu, darah Yahya masih saja mengalir dan bergolak hingga kedatangan Nebukadnezar ke negeri itu, lalu ia membunuh 75.000 orang untuk meredam didihannya."

Said bin Abdul Aziz mengatakan, itu adalah darah dari semua Nabi Bani Israil yang pernah dibunuh, meskipun Nebukadnezar telah membunuh orang sebanyak itu untuk meredam didihannya, darah itu tetap saja masih mendidih.

Hingga akhirnya Yeremia berdiri di atasnya dan berkata, "Wahai darah, kamu telah menghilangkan begitu banyak nyawa Bani Israil, maka berhentilah kamu dengan seizin Allah.”

Baca juga: Dosa Besar Bani Israil yang Membuat Mereka Terusir dan Terpencar dalam Diaspora

Lalu darah itu pun terdiam dan tidak lagi mendidih. Kemudian Nebukadnezar menghentikan pembunuhan. Setelah itu banyak sekali penduduk Damaskus yang melarikan ke Baitul Maqdis, lalu dikejar oleh Nebukadnezar.

Di Baitul Maqdis Nebukadnezar membunuhi lagi masyarakat di sana, hingga tidak terhitung jumlahnya. Lalu ia menawan sejumlah tawanan dan kemudian kembali lagi ke Damaskus.

Pada tahun 562 SM, Nebukadnezar meninggal di Babilon pada tahun ke-43 pemerintahannya. Setelah terserang wabah nyamuk akhirnya Nebukadnezar meninggal, tahtanya diteruskan oleh putranya, Ewil-Merodakh.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : Penyaliban Nabi Isa Alaihisallam dan Kekufuran Bani Israil
Rekomendasi
Fenomena Alam Tandai...
Fenomena Alam Tandai 2 Peristiwa Penting di Kerajaan Majapahit
Google Maps Tangkap...
Google Maps Tangkap Struktur Bulat yang Tidak Biasa, Ini Detailnya
Suara Menyeramkan di...
Suara Menyeramkan di Palung Mariana Ternyata Berasal dari Mahkluk Ini
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved