Kisah Nabi Musa dalam Al-Quran Membuat Orang Tercengang, Begini Penjelasannya
Kamis, 02 November 2023 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kesabaran dan tingkah laku yang mengesankan dari para nabi Ulul Azmi ini oleh Allah supaya dijadikan sebagai teladan dalam hidup.
Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam Annubuwwah wal Anbiya menyebut para rasul Ulul Azmi ini memang dalam aras yang hampir sama, yaitu: mereka diberi umur panjang, perjuangan berat, dimusuhi kaumnya dalam waktu yang lama dan sengit, sangat sabar dalam membawa kaumnya dari kegelapan menuju cahaya tauhid.
Contoh Ekstrim
Selain perjumpaan kisah Nabi Musa merupakan salah satu contoh ekstrim yang ditampilkan oleh Allah SWT, indikasi indikasi mengapa Nabi Musa disebut nabi yang sangat fenomenal, adalah di dalam al-Qur’an, hampir dari awal sampai akhir, kisah Nabi Musa ada dan bertebaran dalam banyak surat. Para sarjana tafsir menghitung, Nabi Musa disebut 136 kali di dalam al-Qur’an.
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Kedua, Nabi Musa menyelamatkan Bani Israil dari intimidasi dan siksaan Fir‘aun di Mesir. Untuk kepentingan itu Allah SWT hingga mengutus Nabi Musa—dengan Nabi Harun—hingga sampai terjadilah peristiwa yang sangat fenomenal itu, yaitu terbelahnya Laut Merah dan matinya Fir‘aun.
"Peristiwa inilah yang kemudian menjadikan Bani Israil merasa sebagai kaum terpilih. Ini pula yang menjadikan Nabi Musa sering disebut dan menjadi idola di kalangan Agama Yahudi," ujarnya.
Ketiga, adalah kisah perjumpaan Nabi Musa dengan Nabi Khidir dalam kajian keilmuan Islam (QS Al-Kahfi/18: 60-82).
Peristiwa perjumpaan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir, kata Khatib, menjadi sangat fenomenal karena keduanya dinilai mewakili dua kutub ilmu. "Nabi Musa mewakili kutub zahir, dan Nabi Khidir mewakili kutub batin. Hingga saat ini, kita seringkali mendengar penyebutan atau lebih tepatnya pembagian ilmu zahir dan ilmu bathin, antara Musa dan Khidir," ujarnya.
Baca juga: Rasulullah Saksikan Protes Nabi Musa kepada Nabi Adam
Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam Annubuwwah wal Anbiya menyebut para rasul Ulul Azmi ini memang dalam aras yang hampir sama, yaitu: mereka diberi umur panjang, perjuangan berat, dimusuhi kaumnya dalam waktu yang lama dan sengit, sangat sabar dalam membawa kaumnya dari kegelapan menuju cahaya tauhid.
Contoh Ekstrim
Selain perjumpaan kisah Nabi Musa merupakan salah satu contoh ekstrim yang ditampilkan oleh Allah SWT, indikasi indikasi mengapa Nabi Musa disebut nabi yang sangat fenomenal, adalah di dalam al-Qur’an, hampir dari awal sampai akhir, kisah Nabi Musa ada dan bertebaran dalam banyak surat. Para sarjana tafsir menghitung, Nabi Musa disebut 136 kali di dalam al-Qur’an.
Baca juga: Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Kedua, Nabi Musa menyelamatkan Bani Israil dari intimidasi dan siksaan Fir‘aun di Mesir. Untuk kepentingan itu Allah SWT hingga mengutus Nabi Musa—dengan Nabi Harun—hingga sampai terjadilah peristiwa yang sangat fenomenal itu, yaitu terbelahnya Laut Merah dan matinya Fir‘aun.
"Peristiwa inilah yang kemudian menjadikan Bani Israil merasa sebagai kaum terpilih. Ini pula yang menjadikan Nabi Musa sering disebut dan menjadi idola di kalangan Agama Yahudi," ujarnya.
Ketiga, adalah kisah perjumpaan Nabi Musa dengan Nabi Khidir dalam kajian keilmuan Islam (QS Al-Kahfi/18: 60-82).
Peristiwa perjumpaan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir, kata Khatib, menjadi sangat fenomenal karena keduanya dinilai mewakili dua kutub ilmu. "Nabi Musa mewakili kutub zahir, dan Nabi Khidir mewakili kutub batin. Hingga saat ini, kita seringkali mendengar penyebutan atau lebih tepatnya pembagian ilmu zahir dan ilmu bathin, antara Musa dan Khidir," ujarnya.
Baca juga: Rasulullah Saksikan Protes Nabi Musa kepada Nabi Adam
(mhy)
Lihat Juga :