Jejak Israel Menjalin Kerja Sama Nuklir dengan Rezim Rasis Afrika Selatan
Minggu, 05 November 2023 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Intelijen Pusat Stanford Turner di kemudian hari mengemukakan bahwa tak seorang pun dari para ahli Gedung Putih telah meminta informasi dari CIA dan tanpa informasi itu kesimpulan-kesimpulan yang mereka ambil akan "tidak masuk akal."
Kerja sama Israel-Afrika Selatan telah meluas dari senjata-senjata nuklir ke sistem-sistem misil untuk mengirimkannya.
Pada 25 Oktober 1989, NBC-TV News mengudarakan suatu laporan mendalam mengenai koneksi nuklir Israel-Afrika Selatan. Kata laporan itu: "Sumber-sumber intelijen menyatakan pada ABC News bahwa Jerusalem tengah menjalin "kemitraan penuh" dengan Pretoria untuk memproduksi sebuah misil berkepala nuklir untuk Afrika Selatan."
Laporan itu menyatakan bahwa sebuah misil diluncurkan secara rahasia pada 5 Juli oleh Afrika Selatan di atas jangkauan sembilan ratus mil yang telah dibangun oleh konglomerasi Armscorp milik negara Afrika Selatan atas dasar teknologi Israel.
Baca juga: Daftar Senjata Canggih Israel, Punya Bom Nuklir?
Meskipun Israel menyangkal laporan-laporan NBC, Washington Post mengutip perkataan para pejabat AS yang tidak mau disebutkan jati diri mereka yang membenarkan sebagian besar isi laporan tersebut, terutama bantuan Israel untuk program misil Afrika Selatan.
Salah seorang pejabat AS itu mengatakan bahwa duta besar di Tel Aviv dan pejabat-pejabat Amerika lainnya yang berusaha mengetahui masalah itu dari Israel dijawab dengan kasar bahwa hal itu bukan urusan Amerika.
Dua tahun kemudian, pada Oktober 1991, intelijen AS memastikan bahwa Israel di tahun sebelumnya telah mengapalkan komponen-komponen misil balistik kunci ke Afrika Selatan yang sebagian besar dibuat atas dasar teknologi AS. Namun Presiden Bush memutuskan untuk melepaskan sanksi-sanksi yang diperlukan di bawah hukum AS. Sanksi-sanksi semacam itu akan mencakup larangan atas semua perdagangan dengan Israel.
Baca juga: Langka, Kepala Intel Israel Dukung Perjanjian Nuklir Iran
Kerja sama Israel-Afrika Selatan telah meluas dari senjata-senjata nuklir ke sistem-sistem misil untuk mengirimkannya.
Pada 25 Oktober 1989, NBC-TV News mengudarakan suatu laporan mendalam mengenai koneksi nuklir Israel-Afrika Selatan. Kata laporan itu: "Sumber-sumber intelijen menyatakan pada ABC News bahwa Jerusalem tengah menjalin "kemitraan penuh" dengan Pretoria untuk memproduksi sebuah misil berkepala nuklir untuk Afrika Selatan."
Laporan itu menyatakan bahwa sebuah misil diluncurkan secara rahasia pada 5 Juli oleh Afrika Selatan di atas jangkauan sembilan ratus mil yang telah dibangun oleh konglomerasi Armscorp milik negara Afrika Selatan atas dasar teknologi Israel.
Baca juga: Daftar Senjata Canggih Israel, Punya Bom Nuklir?
Meskipun Israel menyangkal laporan-laporan NBC, Washington Post mengutip perkataan para pejabat AS yang tidak mau disebutkan jati diri mereka yang membenarkan sebagian besar isi laporan tersebut, terutama bantuan Israel untuk program misil Afrika Selatan.
Salah seorang pejabat AS itu mengatakan bahwa duta besar di Tel Aviv dan pejabat-pejabat Amerika lainnya yang berusaha mengetahui masalah itu dari Israel dijawab dengan kasar bahwa hal itu bukan urusan Amerika.
Dua tahun kemudian, pada Oktober 1991, intelijen AS memastikan bahwa Israel di tahun sebelumnya telah mengapalkan komponen-komponen misil balistik kunci ke Afrika Selatan yang sebagian besar dibuat atas dasar teknologi AS. Namun Presiden Bush memutuskan untuk melepaskan sanksi-sanksi yang diperlukan di bawah hukum AS. Sanksi-sanksi semacam itu akan mencakup larangan atas semua perdagangan dengan Israel.
Baca juga: Langka, Kepala Intel Israel Dukung Perjanjian Nuklir Iran
(mhy)
Lihat Juga :