Yahudi Indonesia: Menjadi Hantu yang Nyaman dan Tidak Pernah Terlihat
Senin, 06 November 2023 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Aan Anshori, dari Nadhatul Ulama atau NU, menggambarkan antipati terhadap orang Yahudi di kalangan umat Islam di negara ini sebagai hal yang “mendalam secara budaya.”
Anshori mengatakan sebagian besar umat Islam Indonesia tumbuh besar dengan mendengar cerita bagaimana Nabi Muhammad wafat setelah diberi makanan beracun oleh seorang wanita Yahudi.
Ia menambahkan, isu kemerdekaan Palestina telah memberikan konteks modern dimana masyarakat Indonesia memandang orang Yahudi sebagai penjahat.
Pada tahun 2013, misalnya, menyusul protes kelompok Islam atas konflik Israel-Palestina, sinagoga era Belanda di Surabaya dijual kepada pengembang dan rata dengan tanah, meskipun sebelumnya dinyatakan sebagai situs warisan budaya.
“Kunci untuk membalikkan keadaan ini adalah dengan menanamkan pentingnya hidup berdampingan antara Islam dan agama lain saat ini,” kata Anshori.
Baca juga: Sejarah Yahudi Masuk Indonesia dari Luar Negeri yang Jarang Diketahui
Pendeta Irma Simanjutak, seorang pendeta Kristen dan aktivis pluralisme agama, juga sangat percaya pada dialog antaragama. Minggu terakhir bulan Januari, ia menghadiri Konferensi Yahudi-Kristen-Muslim di Manado. Sinagoga Shaar Hashamayim menjadi tuan rumah pertemuan antaragama, yang juga memperingati Hari Peringatan Holocaust Internasional.
“Yang paling menarik perhatian saya dari konferensi ini adalah suasananya yang informal dan santai,” kenang Simanjutak. “Umat Islam dan Kristen sudah lama berdialog di Indonesia dan sungguh menyegarkan melihat saudara-saudara Yahudi kita hadir selama tiga tahun terakhir.”
Sulawesi Utara, wilayah Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, tetap menjadi satu-satunya wilayah yang mengizinkan pembangunan sinagoga baru.
Simanjutak yakin ada banyak niat baik di kalangan umat Kristiani di Indonesia—yang merupakan 10% dari populasi negara ini—terhadap Yudaisme, dan banyak dari mereka melihatnya sebagai cikal bakal agama mereka.
Dia mengatakan bahwa ketika dia berbicara dengan umat Kristen di Manado, mereka selalu menyebut sinagoga Shaar Hashamayim milik Tondano sebagai “gereja Yahudi".
Anshori mengatakan sebagian besar umat Islam Indonesia tumbuh besar dengan mendengar cerita bagaimana Nabi Muhammad wafat setelah diberi makanan beracun oleh seorang wanita Yahudi.
Ia menambahkan, isu kemerdekaan Palestina telah memberikan konteks modern dimana masyarakat Indonesia memandang orang Yahudi sebagai penjahat.
Pada tahun 2013, misalnya, menyusul protes kelompok Islam atas konflik Israel-Palestina, sinagoga era Belanda di Surabaya dijual kepada pengembang dan rata dengan tanah, meskipun sebelumnya dinyatakan sebagai situs warisan budaya.
“Kunci untuk membalikkan keadaan ini adalah dengan menanamkan pentingnya hidup berdampingan antara Islam dan agama lain saat ini,” kata Anshori.
Baca juga: Sejarah Yahudi Masuk Indonesia dari Luar Negeri yang Jarang Diketahui
Pendeta Irma Simanjutak, seorang pendeta Kristen dan aktivis pluralisme agama, juga sangat percaya pada dialog antaragama. Minggu terakhir bulan Januari, ia menghadiri Konferensi Yahudi-Kristen-Muslim di Manado. Sinagoga Shaar Hashamayim menjadi tuan rumah pertemuan antaragama, yang juga memperingati Hari Peringatan Holocaust Internasional.
“Yang paling menarik perhatian saya dari konferensi ini adalah suasananya yang informal dan santai,” kenang Simanjutak. “Umat Islam dan Kristen sudah lama berdialog di Indonesia dan sungguh menyegarkan melihat saudara-saudara Yahudi kita hadir selama tiga tahun terakhir.”
Sulawesi Utara, wilayah Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, tetap menjadi satu-satunya wilayah yang mengizinkan pembangunan sinagoga baru.
Simanjutak yakin ada banyak niat baik di kalangan umat Kristiani di Indonesia—yang merupakan 10% dari populasi negara ini—terhadap Yudaisme, dan banyak dari mereka melihatnya sebagai cikal bakal agama mereka.
Dia mengatakan bahwa ketika dia berbicara dengan umat Kristen di Manado, mereka selalu menyebut sinagoga Shaar Hashamayim milik Tondano sebagai “gereja Yahudi".
Lihat Juga :