Gambaran Kehancuran Yahudi dan Bebasnya Masjid Al-Aqsa yang Tercantum dalam Surat Al Isra
Selasa, 07 November 2023 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
“Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.” (Q.S. Al-Hasyr : 14)
Indikasi-indikasi di atas dipercayai oleh banyak pihak, bahkan oleh para pendukung Israel sendiri. Menurut laporan media, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS yang berbangsa Yahudi setuju bahwa dalam waktu dekat Israel tidak akan ada lagi. The New York Post mengutip perkataan Kissinger: “Dalam 10 tahun tidak ada lagi Israel.”
Lenyapnya Israel berarti terbebasnya Masjid Al-Aqsa dari penjajahan Israel dan yang akan membebaskan Masjid Al-Aqsa adalah umat Islam sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam:
“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia (Ghorqod) sungguh merupakan pohon Yahudi.” (H.R. Al-Bukhari)
Namun, lenyapnya Israel tidak boleh hanya kita tunggu, tetapi harus kita perjuangkan dengan cara menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup berarti mengikuti Al-Qur’an dengan sebenarnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”(Q.S. Al-Baqarah : 121)
Sahabat Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Abbas Radhiallahu anhuma berkata: “Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, ”maksudnya adalah mengikuti Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, menghalalkan apa yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang diharamkan dan tidak menyelewengkan perkataan dari tempat yang semestinya serta tidak menakwilkannya dengan takwil yang bukan semestinya”.
Baca juga: Kehancuran Israel Tinggal Menunggu Waktu, Simak Ceramah Ini
Wallahu A'lam
Indikasi-indikasi di atas dipercayai oleh banyak pihak, bahkan oleh para pendukung Israel sendiri. Menurut laporan media, Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri AS yang berbangsa Yahudi setuju bahwa dalam waktu dekat Israel tidak akan ada lagi. The New York Post mengutip perkataan Kissinger: “Dalam 10 tahun tidak ada lagi Israel.”
Lenyapnya Israel berarti terbebasnya Masjid Al-Aqsa dari penjajahan Israel dan yang akan membebaskan Masjid Al-Aqsa adalah umat Islam sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ (رواه البخاري)
“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia (Ghorqod) sungguh merupakan pohon Yahudi.” (H.R. Al-Bukhari)
Namun, lenyapnya Israel tidak boleh hanya kita tunggu, tetapi harus kita perjuangkan dengan cara menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
Menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup berarti mengikuti Al-Qur’an dengan sebenarnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ ءَاتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”(Q.S. Al-Baqarah : 121)
Sahabat Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Abbas Radhiallahu anhuma berkata: “Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, ”maksudnya adalah mengikuti Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, menghalalkan apa yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang diharamkan dan tidak menyelewengkan perkataan dari tempat yang semestinya serta tidak menakwilkannya dengan takwil yang bukan semestinya”.
Baca juga: Kehancuran Israel Tinggal Menunggu Waktu, Simak Ceramah Ini
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :