Kisah Khalifah Umar Bebaskan Baitul Maqdis, Palestina Aman dan Damai
Sabtu, 11 November 2023 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
Palestina Aman Saat Dibebaskan Umar
Pada 16 Hijriyah menjadi tahun bersejarah bagi umat Islam karena pada saat itu Baitul Maqdis jatuh ke tangan Islam. Ketika itu, Khalifah Umar bin Khattab datang dengan sangat sederhana di hadapan petinggi Nasrani. Abu Ubaidah sempat menasihati Umar agar memperbaiki penampilannya sebagai Amirul Mukminin.
Umar membalas nasihat Abu Ubaidah itu: "Allah memuliakan aku dan kalian dengan Islam, maka cukuplah Islam yang memuliakan dan meningginkan harga diriku, bukan dengan penampilanku." Maka dibuatlah perjanjian keamanan bagi penduduk ilyah/Palestina oleh Umar bin Khattab.
Ketika mengetahui Umar datang Menuju Baitul Maqdis, para Artobun Romawi melarikan diri ke Mesir. Bersamaan dengan itu, Pendeta Sofronius mengirim utusan dan menyatakan berdamai, tapi hanya akan memberikan kunci Baitul Maqdis kepada Umar bin Khattab.
Isi Surat Perjanjian Umar bin Khattab Saat Bebaskan Baitul Maqdis
![Kisah Khalifah Umar Bebaskan Baitul Maqdis, Palestina Aman dan Damai]()
"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Umar sebagai hamba Allah menjanjikan keamanan bagi setiap jiwa raja, harta, tempat ibadah, salib dan semua keyakinan beragama. Tidak memaksa untuk berpindah agama. Dan semua yang ingin keluar dari Palestina akan aman sampai ke tempat tujuannya. Yang ingin tetap tinggal di Palestina akan aman dengan membayar Jizyah. Namun, orang Yahudi tidak boleh tinggal di Baitul Maqdis."
Setelah surat perjanjian Umar itu diserahkan kepada Pendeta Sofranius, Khalifah Umar berkeliling dan membersihkan Al-Aqsha dari koptoran dan sampah-sampah. Umar menolak untuk mendirikan sholat di dalam gereja sat waktu sholat tiba, demi menjaga gereja agar tidak dialihfungsikan. Baitul Maqdis pun kembali damai dalam kekuasaan Islam.
Baca Juga: Inilah 2 Pahlawan Pembebas Masjid Al-Aqsha, Siapa Berikutnya?
Pada 16 Hijriyah menjadi tahun bersejarah bagi umat Islam karena pada saat itu Baitul Maqdis jatuh ke tangan Islam. Ketika itu, Khalifah Umar bin Khattab datang dengan sangat sederhana di hadapan petinggi Nasrani. Abu Ubaidah sempat menasihati Umar agar memperbaiki penampilannya sebagai Amirul Mukminin.
Umar membalas nasihat Abu Ubaidah itu: "Allah memuliakan aku dan kalian dengan Islam, maka cukuplah Islam yang memuliakan dan meningginkan harga diriku, bukan dengan penampilanku." Maka dibuatlah perjanjian keamanan bagi penduduk ilyah/Palestina oleh Umar bin Khattab.
Ketika mengetahui Umar datang Menuju Baitul Maqdis, para Artobun Romawi melarikan diri ke Mesir. Bersamaan dengan itu, Pendeta Sofronius mengirim utusan dan menyatakan berdamai, tapi hanya akan memberikan kunci Baitul Maqdis kepada Umar bin Khattab.
Isi Surat Perjanjian Umar bin Khattab Saat Bebaskan Baitul Maqdis

"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Umar sebagai hamba Allah menjanjikan keamanan bagi setiap jiwa raja, harta, tempat ibadah, salib dan semua keyakinan beragama. Tidak memaksa untuk berpindah agama. Dan semua yang ingin keluar dari Palestina akan aman sampai ke tempat tujuannya. Yang ingin tetap tinggal di Palestina akan aman dengan membayar Jizyah. Namun, orang Yahudi tidak boleh tinggal di Baitul Maqdis."
Setelah surat perjanjian Umar itu diserahkan kepada Pendeta Sofranius, Khalifah Umar berkeliling dan membersihkan Al-Aqsha dari koptoran dan sampah-sampah. Umar menolak untuk mendirikan sholat di dalam gereja sat waktu sholat tiba, demi menjaga gereja agar tidak dialihfungsikan. Baitul Maqdis pun kembali damai dalam kekuasaan Islam.
Baca Juga: Inilah 2 Pahlawan Pembebas Masjid Al-Aqsha, Siapa Berikutnya?
(rhs)
Lihat Juga :