Kisah Ikhwanul Muslimin: Puncak Aktivitas, Mendukung Penuh Perjuangan Rakyat Palestina
Minggu, 12 November 2023 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa sarjana memperkirakan sejak meletusnya perang dunia II telah terjalin kerjasama antara al-Ikhwan al-Muslimin dan kelompok serdadu yang kemudian mengadakan kudeta tahun 1952.
Dalam kondisi yang demikian rupa tak mengherankan apabila al-Ikhwan al-Muslimin telah menjadi satu pressure group dalam kehidupan politik di Mesir pada masa itu. Memang al-Ikhwan al-Muslimin telah menjadi ujung tombak melawan kekuatan golongan kiri yang sedang naik daun di bawah sayap partai Wafd.
Kontribusi dan pengalaman para sukarelawan al-Ikhwan al-Muslimin dalam perang tahun 1948 melawan Israel telah memberikan rangsangan bagi pimpinan al-Ikhwan al-Muslimin untuk mengambil sikap keras terhadap pemerintahan yang berkuasa di Kairo.
Akibatnya al-Ikhwan al-Musliminpun dilarang, segala kekayaan dan asset dirampas dan para pemimpin ditahan. Untuk tindakan keras ini, pemerintah harus menderita dengan terbunuhnya Perdana Menteri al-Nugrasyi pada akhir 1948.
Baca juga: Mesir Hukum Mati 24 Anggota Ikhwanul Muslimin
Kurang dari dua bulan kemudian al-Banna pun dibunuh. Bagaimanapun al-Ikhwan al-Muslimin tetap bertahan, kendati segala aktivitasnya harus dijalankan secara bersama.
Pada tahun 1951 terbuka kesempatan bagi al-Ikhwan al-Muslimin untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan secara resmi, tetapi tetap dilarang mengadakan gerakan rahasia dan agitasi politik, serta menyusun kekuatan politik di Mesir saat itu tidak menutup bagi al-Ikhwan al-Muslimin untuk menghidupkan kegiatan lamanya yang agresif.
Umpamanya, upaya al-Ikhwan al-Muslimin untuk menyerang pos-pos tentara Inggris di Terusan Suez adalah sangat efektif untuk memenangkan simpati umum dan sekaligus menyusun kekuatan.
Baca juga: Netanyahu: Pemerintah Israel Dikendalikan Dewan Syura Ikhwanul Muslimin
Dalam kondisi yang demikian rupa tak mengherankan apabila al-Ikhwan al-Muslimin telah menjadi satu pressure group dalam kehidupan politik di Mesir pada masa itu. Memang al-Ikhwan al-Muslimin telah menjadi ujung tombak melawan kekuatan golongan kiri yang sedang naik daun di bawah sayap partai Wafd.
Kontribusi dan pengalaman para sukarelawan al-Ikhwan al-Muslimin dalam perang tahun 1948 melawan Israel telah memberikan rangsangan bagi pimpinan al-Ikhwan al-Muslimin untuk mengambil sikap keras terhadap pemerintahan yang berkuasa di Kairo.
Akibatnya al-Ikhwan al-Musliminpun dilarang, segala kekayaan dan asset dirampas dan para pemimpin ditahan. Untuk tindakan keras ini, pemerintah harus menderita dengan terbunuhnya Perdana Menteri al-Nugrasyi pada akhir 1948.
Baca juga: Mesir Hukum Mati 24 Anggota Ikhwanul Muslimin
Kurang dari dua bulan kemudian al-Banna pun dibunuh. Bagaimanapun al-Ikhwan al-Muslimin tetap bertahan, kendati segala aktivitasnya harus dijalankan secara bersama.
Pada tahun 1951 terbuka kesempatan bagi al-Ikhwan al-Muslimin untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan secara resmi, tetapi tetap dilarang mengadakan gerakan rahasia dan agitasi politik, serta menyusun kekuatan politik di Mesir saat itu tidak menutup bagi al-Ikhwan al-Muslimin untuk menghidupkan kegiatan lamanya yang agresif.
Umpamanya, upaya al-Ikhwan al-Muslimin untuk menyerang pos-pos tentara Inggris di Terusan Suez adalah sangat efektif untuk memenangkan simpati umum dan sekaligus menyusun kekuatan.
Baca juga: Netanyahu: Pemerintah Israel Dikendalikan Dewan Syura Ikhwanul Muslimin
(mhy)
Lihat Juga :