Cara Menjauh dari Dusta dan Sifat Munafik Menurut Ulama Kalangan Tabi'in
Senin, 13 November 2023 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan dari al-Hasan, (ia berkata), “Tidaklah orang yang takut (ada) kemunafikan (dalam diri)nya kecuali ia seorang mukmin, dan tidaklah orang yang merasa aman (dari)nya kecuali ia seorang munafik.”
Dalam riwayat di atas, kata “ucapanku” berada di depan, berbeda dengan riwayat sebelumnya, kata “amalku” yang berada di depan. Hal ini dapat dipahami sebagai pemeriksaan (Investigasi) dua arah. Atau melakukannya secara bertahap agar hasilnya lebih maksimal, yaitu memulainya dari “ucapanku”, kemudian dilanjutkan dengan “amalku”, atau sebaliknya.
Karena seteliti apapun seseorang, pasti selalu ada bagian yang terlewatkan. Dengan kata lain, pengakuan “baik” yang terucap, jika tidak mewujud dalam perbuatan, maka sangat dekat dengan kemunafikan.
Para sahabat Nabi, sebagai generasi terbaik umat Islam, tidak pernah merasa unggul atas keimanan mereka. Mereka selalu takut dan khawatir ada kemunafikan dalam diri mereka.
Baca juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya
Wallahu A’lam.
Dalam riwayat di atas, kata “ucapanku” berada di depan, berbeda dengan riwayat sebelumnya, kata “amalku” yang berada di depan. Hal ini dapat dipahami sebagai pemeriksaan (Investigasi) dua arah. Atau melakukannya secara bertahap agar hasilnya lebih maksimal, yaitu memulainya dari “ucapanku”, kemudian dilanjutkan dengan “amalku”, atau sebaliknya.
Karena seteliti apapun seseorang, pasti selalu ada bagian yang terlewatkan. Dengan kata lain, pengakuan “baik” yang terucap, jika tidak mewujud dalam perbuatan, maka sangat dekat dengan kemunafikan.
Para sahabat Nabi, sebagai generasi terbaik umat Islam, tidak pernah merasa unggul atas keimanan mereka. Mereka selalu takut dan khawatir ada kemunafikan dalam diri mereka.
Baca juga: Bahaya Sifat Munafik dan Penyebabnya
Wallahu A’lam.
(wid)
Lihat Juga :