Mengapa Doa Anak Saleh menjadi Pahala Jariyah Bagi Orang Tuanya yang Sudah Meninggal?
Senin, 13 November 2023 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
إن أطيب ما أكلتم من كسبكم وإن أولادكم من كسبكم
“Sebaik-baik rezeki adalah yang kalian makan dari usaha (jerih payah) kalian sendiri. Dan sungguh anak-anak kalian itu termasuk dari usaha kalian.” (HR. Tirmidzi, hadis Aisyah radhiyallahu’anha)
2. Ada dua makna doa:
– Doa masalah: berupa permohonan doa kepada Allah.– Doa ibadah: berupa seluruh amal ibadah. Karena sejatinya tujuan dari ibadah kita adalah memohon pahala kepada Allah. (Lihat : Liqo’ As-Syahri Syaikh Ibnu Utsaimin, pertemuan ke 47)
Di dalam hadis di atas tersebut “anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya”. Sementara makna doa mencakup dua macam di atas. Menunjukkan doa anak dan amal saleh yang ia kerjakan, otomatis orang tuanya mendapatkan manfaat dan pahalanya.
Dalam Fatawa Islam dijelaskan, “Ada pendapat ulama menyatakan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan anak, maka orang tua juga akan mendapatkan pahalanya. Meski si anak tidak mendoakan mereka (secara lisan). Sebagaimana jika seseorang meninggalkan sedekah jariyah, maka ia akan mendapatkan pahalanya meski orang yang mendapatkan manfaat atau memanfaatkan sedekah itu, tidak mendoakan si pemberi. (Keterangan ini termaktub dalam kitab Syarah Ibnu Majah, karya Imam Suyuti dan Ad-Dahlawi)”
Baca juga: Jariyah Istigfar Anak Akan Kejutkan Orang Tuanya di Akherat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :