Ramalan Rasulullah SAW tentang Kekuatan Yahudi di Belakang Dajjal
Selasa, 14 November 2023 - 19:13 WIB
loading...
Dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman diikuti oleh kaum Yahudi. Foto/ist
A
A
A
Ramalan Nabi Muhammad ﷺ tentang Dajjal adalah bukti yang mengagumkan tentang hebatnya ru'yah beliau mengenai peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari (akhir zaman).
Dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman diikuti oleh kaum Yahudi. Meski tidak disebut dalam Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk tentang identitas Dajjal (ٱلْمَسِيحُ ٱلدَّجَّالُ) dan pengikutnya sebagaimana firman-Nya:
وَّيُنۡذِرَ الَّذِيۡنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak." (Surat Al-Kahfi: 4)
Jika merujuk tafsir, mereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: pertama, golongan kafir Makkah (masa Jahiliyah) mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu putri Tuhan. Kedua, golongan orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan. Ketiga, golongan Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan. Na'udzubillahi min dzalik.
Adapun kebencian orang-orang Yahudi terhadap Isa bin Maryam (Nabi Isa 'alaihissalam), Al-Qur'an menguraikan begitu jelas, hingga menyebut-nyebut surat tulisan kaum Yahudi yang menodai kesucian Maryam, Ibu Nabi Isa. Allah berfirman: "Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam." (QS. An-Nisa Ayat 156)
Permusuhan Kaum Yahudi Terhadap Nabi Isa
Dalam "Dajjal dan Yajuj wa Majuj karya Lukman Abubakar dijelaskan sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Isa. Sikap permusuhan yang abadi ini diuraikan dalam Al-Qur'an: "...Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Maidah Ayat 14)
Kaum Yahudi mengalami bermacam-macam penindasan, baik di zaman Nabi maupun sebelum beliau, dan penindasan ini berlangsung terus sampai lama sesudah beliau. Bahkan dapat dikatakan sampai muncul Dajjal, kaum Yahudi tetap mengalami penindasan oleh kaum Nasrani.
Namun demikian Nabi ﷺ meramalkan sebagai berikut:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman diikuti oleh kaum Yahudi. Meski tidak disebut dalam Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk tentang identitas Dajjal (ٱلْمَسِيحُ ٱلدَّجَّالُ) dan pengikutnya sebagaimana firman-Nya:
وَّيُنۡذِرَ الَّذِيۡنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak." (Surat Al-Kahfi: 4)
Jika merujuk tafsir, mereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: pertama, golongan kafir Makkah (masa Jahiliyah) mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu putri Tuhan. Kedua, golongan orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan. Ketiga, golongan Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan. Na'udzubillahi min dzalik.
Adapun kebencian orang-orang Yahudi terhadap Isa bin Maryam (Nabi Isa 'alaihissalam), Al-Qur'an menguraikan begitu jelas, hingga menyebut-nyebut surat tulisan kaum Yahudi yang menodai kesucian Maryam, Ibu Nabi Isa. Allah berfirman: "Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam." (QS. An-Nisa Ayat 156)
Permusuhan Kaum Yahudi Terhadap Nabi Isa
Dalam "Dajjal dan Yajuj wa Majuj karya Lukman Abubakar dijelaskan sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Nabi Isa. Sikap permusuhan yang abadi ini diuraikan dalam Al-Qur'an: "...Maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Maidah Ayat 14)
Kaum Yahudi mengalami bermacam-macam penindasan, baik di zaman Nabi maupun sebelum beliau, dan penindasan ini berlangsung terus sampai lama sesudah beliau. Bahkan dapat dikatakan sampai muncul Dajjal, kaum Yahudi tetap mengalami penindasan oleh kaum Nasrani.
Namun demikian Nabi ﷺ meramalkan sebagai berikut:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Lihat Juga :