Pasukan Panji Hitam dari Khurasan Akan Bebaskan Palestina?
Kamis, 23 November 2023 - 05:10 WIB
loading...
Pasukan yang membawa panji (bendera) hitam dari Khurasan diyakini akan membebaskan Palestina dari penindasan Israel. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Nubuwah mengabarkan bahwa pasukan muslim kelak akan muncul dari timur sebagai kekuatan yang tak terkalahkan. Pasukan yang membawa Panji hitam ini akan membebaskan Palestina dari penindasan Israel.
Benarkah pasukan panji hitam ini datang dari Khurasan? Mari kita simak penjelasan Syaikh Imran Nazar Hosein, ulama asal Trinidad dan Tobago dalam bukunya "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern".
Kita sudah menyaksikan bahwa Eropa sukses membantu kembalinya kaum Yahudi Israel ke Palestina setelah kehancuran Khilafah Turki Utsmaniyah pada 1924. Kini Palestina sedang digempur habis-habisan oleh Israel dibantu sekutunya Amerika dan Eropa.
Di tengah invasi Israel ini, warga Palestina tetap mempertahankan Tanah Airnya dibantu oleh pejuang Hamas yang terus berjihad melawan militer Zionis. Meski diserang dari berbagai penjuru, Palestina tetap berdiri tegak melawan penindasan Israel dan sekutunya.
Kehancuran Turki Utsmaniyah pada 1924 telah mengakibatkan penaklukan umat Islam ke dalam kontrol politik Eropa. Kontrol ini dimulai dengan Eropa kemudian dilanjutkan dengan Eropa baru yakni Amerika. Peradaban Islam tak hanya kacau-balau secara politik dan tradisi, tetapi juga mendekati keadaan perbudakan ekonomi melalui sistem Riba Eropa yang disamarkan sebagai kapitalisme.
Eropa telah berhasil 'membebaskan' Palestina dari kekuasaan Muslim, kemudian merestorasi Negara Israel kuno. Setelah itu, kaum Yahudi Israel dibawa kembali ke Palestina oleh orang-orang Yahudi Eropa dengan proses 'kembalinya' suatu kaum yang paling aneh dan misterius yang pernah disaksikan oleh sejarah.
Fakta bahwa kaum Yahudi Israel menerima cara ini untuk kembali ke Yerusalem dan menafsirkannya sebagai pemenuhan janji ilahi tentang kembalinya zaman keemasan dan kedatangan Al-Masih. Padahal mereka sebenarnya ditipu oleh Al-Masih palsu (yaitu Dajjal).
Bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi hal ini? Bagaimana melepaskan diri dari kesulitan saat ini? Jawabannya, tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya kecuali Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.
Kini tidak mungkin menguasai wilayah mana pun di dunia untuk menegakkan Islam sebagai pemerintah atau Negara. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah wilayah Khurasan (istilah pada zaman Nabi) yaitu wilayah yang terletak di Iran bagian Timur, Afghanistan, Pakistan Barat, dan Afganistan Utara.
Penting diingat bahwa Eropa modern tidak pernah berhasil menaklukkan jantung wilayah ini. Inggris mencoba menaklukkannya dan gagal. Kemudian Rusia mencoba dan mereka pun gagal. Begitu pula Amerika Serikat memilih hengkang dari Afganistan pada 2021 lalu.
Benarkah pasukan panji hitam ini datang dari Khurasan? Mari kita simak penjelasan Syaikh Imran Nazar Hosein, ulama asal Trinidad dan Tobago dalam bukunya "Tanda-tanda Hari Akhir pada Zaman Modern".
Kita sudah menyaksikan bahwa Eropa sukses membantu kembalinya kaum Yahudi Israel ke Palestina setelah kehancuran Khilafah Turki Utsmaniyah pada 1924. Kini Palestina sedang digempur habis-habisan oleh Israel dibantu sekutunya Amerika dan Eropa.
Di tengah invasi Israel ini, warga Palestina tetap mempertahankan Tanah Airnya dibantu oleh pejuang Hamas yang terus berjihad melawan militer Zionis. Meski diserang dari berbagai penjuru, Palestina tetap berdiri tegak melawan penindasan Israel dan sekutunya.
Kehancuran Turki Utsmaniyah pada 1924 telah mengakibatkan penaklukan umat Islam ke dalam kontrol politik Eropa. Kontrol ini dimulai dengan Eropa kemudian dilanjutkan dengan Eropa baru yakni Amerika. Peradaban Islam tak hanya kacau-balau secara politik dan tradisi, tetapi juga mendekati keadaan perbudakan ekonomi melalui sistem Riba Eropa yang disamarkan sebagai kapitalisme.
Eropa telah berhasil 'membebaskan' Palestina dari kekuasaan Muslim, kemudian merestorasi Negara Israel kuno. Setelah itu, kaum Yahudi Israel dibawa kembali ke Palestina oleh orang-orang Yahudi Eropa dengan proses 'kembalinya' suatu kaum yang paling aneh dan misterius yang pernah disaksikan oleh sejarah.
Fakta bahwa kaum Yahudi Israel menerima cara ini untuk kembali ke Yerusalem dan menafsirkannya sebagai pemenuhan janji ilahi tentang kembalinya zaman keemasan dan kedatangan Al-Masih. Padahal mereka sebenarnya ditipu oleh Al-Masih palsu (yaitu Dajjal).
Bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi hal ini? Bagaimana melepaskan diri dari kesulitan saat ini? Jawabannya, tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya kecuali Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.
Kini tidak mungkin menguasai wilayah mana pun di dunia untuk menegakkan Islam sebagai pemerintah atau Negara. Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah wilayah Khurasan (istilah pada zaman Nabi) yaitu wilayah yang terletak di Iran bagian Timur, Afghanistan, Pakistan Barat, dan Afganistan Utara.
Penting diingat bahwa Eropa modern tidak pernah berhasil menaklukkan jantung wilayah ini. Inggris mencoba menaklukkannya dan gagal. Kemudian Rusia mencoba dan mereka pun gagal. Begitu pula Amerika Serikat memilih hengkang dari Afganistan pada 2021 lalu.
Lihat Juga :