Yahudi, Berpengalaman di Dunia Rentenir Jauh Sebelum Nabi Muhammad SAW Lahir
Jum'at, 24 November 2023 - 06:59 WIB
loading...
Mereka menimbun mata uang emas dan perak, kemudian memonopolinya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Rentenir paling rakus tentulah orang-orang Yahudi . Jejak mereka cukup tebal jauh sebelum Islam datang. Mereka bahkan sudah menguasai bisnis jenis riba ini jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir
Sejarah menjelaskan bahwa Tha'if, tempat pemukiman suku Tsaqif yang terletak sekitar 75 mil sebelah tenggara Makkah, merupakan daerah subur dan menjadi salah satu pusat perdagangan antarsuku, terutama suku Quraisy yang bermukim di Makkah .
Di Tha'if bermukim orang-orang Yahudi yang telah mengenal praktik-praktik riba, sehingga keberadaan mereka di sana menumbuhsuburkan praktik tersebut.
Baca juga: Riba Jelas Haram, Lalu Apa Makna Sejatinya Riba Menurut Al-Quran? (1)
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul "Membumikan Al-Quran" menjelaskan suku Quraisy yang ada di Makkah juga terkenal dengan aktivitas perdagangan, bahkan Al-Quran mengabarkan tentang hal tersebut dalam QS 106.
Di sana pun mereka telah mengenal praktik-praktik riba. Terbukti bahwa sebagian dari tokoh-tokoh sahabat Nabi, seperti 'Abbas bin 'Abdul Muththalib (paman Nabi SAW), Khalid bin Walid , dan lain-lain, mempraktikkannya sampai dengan turunnya larangan tersebut.
Terbukti pula dengan keheranan kaum musyrik terhadap larangan praktik riba yang mereka anggap sama dengan jual beli ( QS 2 :275). Dalam arti mereka beranggapan bahwa kelebihan yang diperoleh dari modal yang dipinjamkan tidak lain kecuali sama dengan keuntungan (kelebihan yang diperoleh dari) hasil perdagangan.
Tak hanya di kawasan Arab. Sistem riba dikembangkan kaum Yahudi di berbagai belahan dunia lainnya. Di samping itu mereka pun menguasai dan memonopoli perdagangan produk-produk strategis.
Baca juga: Riba Jelas Haram, Lalu Apa Makna Sejatinya Riba Menurut Al-Quran? (2)
Korban Renternir
Sejarah menjelaskan bahwa Tha'if, tempat pemukiman suku Tsaqif yang terletak sekitar 75 mil sebelah tenggara Makkah, merupakan daerah subur dan menjadi salah satu pusat perdagangan antarsuku, terutama suku Quraisy yang bermukim di Makkah .
Di Tha'if bermukim orang-orang Yahudi yang telah mengenal praktik-praktik riba, sehingga keberadaan mereka di sana menumbuhsuburkan praktik tersebut.
Baca juga: Riba Jelas Haram, Lalu Apa Makna Sejatinya Riba Menurut Al-Quran? (1)
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul "Membumikan Al-Quran" menjelaskan suku Quraisy yang ada di Makkah juga terkenal dengan aktivitas perdagangan, bahkan Al-Quran mengabarkan tentang hal tersebut dalam QS 106.
Di sana pun mereka telah mengenal praktik-praktik riba. Terbukti bahwa sebagian dari tokoh-tokoh sahabat Nabi, seperti 'Abbas bin 'Abdul Muththalib (paman Nabi SAW), Khalid bin Walid , dan lain-lain, mempraktikkannya sampai dengan turunnya larangan tersebut.
Terbukti pula dengan keheranan kaum musyrik terhadap larangan praktik riba yang mereka anggap sama dengan jual beli ( QS 2 :275). Dalam arti mereka beranggapan bahwa kelebihan yang diperoleh dari modal yang dipinjamkan tidak lain kecuali sama dengan keuntungan (kelebihan yang diperoleh dari) hasil perdagangan.
Tak hanya di kawasan Arab. Sistem riba dikembangkan kaum Yahudi di berbagai belahan dunia lainnya. Di samping itu mereka pun menguasai dan memonopoli perdagangan produk-produk strategis.
Baca juga: Riba Jelas Haram, Lalu Apa Makna Sejatinya Riba Menurut Al-Quran? (2)
Korban Renternir
Lihat Juga :