Tadabbur Surat Al-Fath Ayat 1: Kemenangan yang Dijanjikan Allah

Senin, 04 Desember 2023 - 20:52 WIB
loading...
Tadabbur Surat Al-Fath...
Tadabbur Surat Al-Fath ayat 1 mengabarkan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad SAW dan umat Islam terhadap orang-orang kafir. Foto/ist
A A A
Surat Al-Fath ayat 1 termasuk ayat yang dicintai Nabi Muhammad ﷺ. Beliau sangat gembira dengan turunnya ayat yang mengabarkan kemenangan bagi Nabi dan umat Islam terhadap orang-orang kafir.

Surat Al-Fath terdiri atas 29 ayat diturunkan sesudah Surat Al-Jum'ah. Dinamakan Al-Fath (kemenangan) diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama Surat ini. Sebagian besar dari kandungan surat ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi kaum kafir.

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari kata "kemenangan" dalam ayat pertama surat ini. Sebagian berpendapat penaklukan Mekkah. Ada yang berpendapat, penaklukan negeri-negeri yang waktu itu berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi. Ada pula yang berpendapat "Perdamaian Hudaibiyyah". Kebanyakan ahli tafsir mengikuti pendapat terakhir ini.

Berikut firman Allah dalam Tadabbur ayat Al-Qur'an:

اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا

Innaa fatahnaa laka Fatham Mubiinaa.
Artinya: "Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (QS Al-Fath Ayat 1)

Menurut pendapat Ibnu 'Abbas yang dikutip dari tafsir ringkas Kementerian Agama, kemenangan dalam ayat di atas adalah Perdamaian Hudaibiyyah yang menjadi sebab terjadinya penaklukan Mekkah.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa ia berkata: "Kalian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini ialah penaklukan Mekkah, sedangkan kami berpendapat Perdamaian Hudaibiyyah. Pada riwayat yang lain diterangkan bahwa Surah al-Fath ini diturunkan pada suatu tempat yang terletak antara Mekkah dan Madinah, setelah terjadi Perdamaian Hudaibiyyah, mulai dari permulaan sampai akhir surah.

Az-Zuhri mengatakan, "Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh Perdamaian Hudaibiyyah dalam sejarah penyebaran Islam pada masa Rasulullah. Sejak terjadinya perdamaian itu, terjadilah hubungan yang langsung antara orang-orang Muslim dan orang-orang musyrik Mekkah.

Kaum Muslim dapat menginjak kembali kampung halaman dan bertemu dengan keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Dalam hubungan dan pergaulan yang demikian itu, orang-orang kafir telah mendengar secara langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah proses itu berlangsung sampai saat penaklukan Mekah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah.

Hudaibiyyah adalah nama sebuah desa, kira-kira 30 km di sebelah barat kota Mekkah. Nama itu berasal dari nama sebuah perigi yang ada di desa tersebut. Nama desa itu kemudian dijadikan sebagai nama suatu perjanjian antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Mekkah, yang terjadi pada bulan Zulkaidah tahun 6 H (Februari 628 M) di desa itu.

Isi Perjanjian Hudaibiyyah
Perdamaian yang disebut Perjanjian Hudaibiyyah (Sulhul-Hudaibiyyah) berisi:
1. Menghentikan peperangan selama 10 tahun.
2. Setiap orang Quraisy yang datang kepada Rasulullah ﷺ tanpa seizin wali yang mengurusnya, harus dikembalikan, tetapi setiap orang Islam yang datang kepada orang Quraisy, tidak dikembalikan kepada walinya.
3. Kabilah-kabilah Arab boleh memilih antara mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin atau dengan orang musyrik Mekkah. Sehubungan dengan ini, maka kabilah Khuza'ah memilih kaum Muslimin, sedangkan golongan Bani Bakr memilih kaum musyrik Mekkah.
4. Nabi Muhammad ﷺ dan rombongan tidak boleh masuk Mekkah pada tahun perjanjian itu dibuat, tetapi baru dibolehkan pada tahun berikutnya dalam masa tiga hari. Selama tiga hari itu, orang-orang Quraisy akan mengosongkan kota Mekah. Nabi Muhammad dan kaum Muslimin tidak boleh membawa senjata lengkap memasuki Kota Mekkah. Setelah perjanjian itu, Rasulullah ﷺ beserta kaum Muslimin kembali ke Madinah.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Tadabbur Al-A'raf Ayat 96: Janji Allah Jika Penduduk Suatu Negeri Beriman dan Bertakwa
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Perjanjian Hudaibiyah:...
Perjanjian Hudaibiyah: Pakta Damai yang Mengubah Sejarah
Mentadaburi Al Quran...
Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya
Tadabur Surat Al Qadr,...
Tadabur Surat Al Qadr, Surat yang Sering Diamalkan Menjelang Datangnya Malam Lailatul Qadar
Tadabur Surat As Shaffat...
Tadabur Surat As Shaffat Ayat 123-132 : Kisah Nabi Ilyas yang Kaumnya Menyembah Baal
Tadabur Surat Al Ankabut...
Tadabur Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Rekomendasi
3,5 Abad Diburu, Harta...
3,5 Abad Diburu, Harta Karun di Laut Bahama Masih Banyak Tersisa, Ini Penampakannya
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Artikel Terkini
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved