Kisah Nabi Musa Pingsan Ketika Allah Menampakkan Zat-Nya
Rabu, 06 Desember 2023 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Sufyan As-Sauri mengatakan bahwa gunung itu jebol dan jatuh menggelinding ke laut. Sedangkan Nabi Musa ikut bersama gunung itu. Ada yang berpendapat bahwa gunung itu amblas ke dalam bumi dan tidak akan muncul lagi sampai hari Kiamat.
Dari Urwah ibnu Ruwayyim yang mengatakan bahwa sebelum Allah menampakkan Diri-Nya kepada Musa di Tursina, gunung-gunung itu dalam keadaan rata lagi licin. Tetapi setelah Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa di Tursina, maka hancur leburlah gunungnya, sedangkan gunung-gunung lainnya terbelah dan retak-retak serta terbentuklah gua-gua.
Allah memandang gunung itu, maka gunung itu tidak kuat, lalu hancur luluh sampai ke akarnya. Melihat pemandangan yang terjadi pada gunung itu, maka Nabi Musa jatuh pingsan.
Setelah Nabi Musa sadar dari pingsannya, beliau merasa telah berbuat dosa. Karena itu beliau memohon dan berdoa kepada Allah: سُبۡحٰنَكَ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاَنَا اَوَّلُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ (Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman)
Nabi Musa menyadari bahwa yang dimintanya di luar batas kemampuanku menerimanya. Karena itu beliau bertaubat dan tidak akan mengulangi kesalahannya. Demikianlah Allah menggambarkan keagungan Zat-Nya yang tidak dapat dilihat oleh makhluk di muka bumi.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Nabi Musa Sakit Gigi dan Dahsyatnya Kekuasaan Allah
Dari Urwah ibnu Ruwayyim yang mengatakan bahwa sebelum Allah menampakkan Diri-Nya kepada Musa di Tursina, gunung-gunung itu dalam keadaan rata lagi licin. Tetapi setelah Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa di Tursina, maka hancur leburlah gunungnya, sedangkan gunung-gunung lainnya terbelah dan retak-retak serta terbentuklah gua-gua.
Allah memandang gunung itu, maka gunung itu tidak kuat, lalu hancur luluh sampai ke akarnya. Melihat pemandangan yang terjadi pada gunung itu, maka Nabi Musa jatuh pingsan.
Setelah Nabi Musa sadar dari pingsannya, beliau merasa telah berbuat dosa. Karena itu beliau memohon dan berdoa kepada Allah: سُبۡحٰنَكَ تُبۡتُ اِلَيۡكَ وَاَنَا اَوَّلُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ (Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman)
Nabi Musa menyadari bahwa yang dimintanya di luar batas kemampuanku menerimanya. Karena itu beliau bertaubat dan tidak akan mengulangi kesalahannya. Demikianlah Allah menggambarkan keagungan Zat-Nya yang tidak dapat dilihat oleh makhluk di muka bumi.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Nabi Musa Sakit Gigi dan Dahsyatnya Kekuasaan Allah
(rhs)