Analisis Maurice Bucaille tentang Eksodus Bani Israel dari Mesir Menurut Al-Qur'an
Selasa, 12 Desember 2023 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Larinya mereka dari Mesir diriwayatkan oleh Quran dengan tidak ditentukan tempatnya secara pasti dan tidak disebutkan jumlahnya. Bibel menyebutkan bahwa jumlah mereka adalah 600.000 dari kalangan mereka. Jumlah tersebut terasa tidak dapat dipercaya; kita tidak dapat menggambarkan jumlah manusia yang besar itu dapat berdiam lama di Sahara.
Baca juga: Kisah Bani Israil Setelah Lepas dari Kejaran Fir'aun
Matinya Fir'aun setelah mengejar orang-orang Yahudi juga disebutkan dalamQS 20 ayat 78.
"Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa. Pergilah kamu dengan hamba-hambaKu (Bani Israil) di malam hari maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam), maka Fir'aun dengan balatentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. Dan Firaun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk."
Memang orang Yahudi melarikan diri. Dan Fir'aun binasa, akan tetapi jenazahnya ditemukan. Hal yang penting ini tidak disebutkan oleh Bibel.
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya karena hendak menganiaya dan menindas mereka, hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. Dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya Kami dapat menjadikan pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah daripada tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS 10 ayat 90 s/d 92).
Baca juga: Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Paragraf tersebut menyebutkan dua kepastian:
a) Jiwa berontak dan permusuhan dapat dimengerti dalam hubungannya dengan usaha Musa untuk meyakinkan Fir'aun.
b) Penyelamatan Tuhan kepada Fir'aun hanya mengenai badannya, karena dalamQS 11 : 98 disebutkan bahwa Fir'aun dan kaumnya adalah orang-orang yang dihukum karena sesat.
"Ia berjalan di muka kaumnya di hari Kiamat dan memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."
Dengan begitu maka fakta-fakta yang dapat dikonfrontasikan dengan penyelidikan sejarah, geografi atau arkeologi riwayat Quran berbeda dengan riwayat Bibel dalam hal-hal sebagai berikut:
Baca juga: Kisah Bani Israil Setelah Lepas dari Kejaran Fir'aun
Matinya Fir'aun setelah mengejar orang-orang Yahudi juga disebutkan dalamQS 20 ayat 78.
"Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa. Pergilah kamu dengan hamba-hambaKu (Bani Israil) di malam hari maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam), maka Fir'aun dengan balatentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. Dan Firaun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk."
Memang orang Yahudi melarikan diri. Dan Fir'aun binasa, akan tetapi jenazahnya ditemukan. Hal yang penting ini tidak disebutkan oleh Bibel.
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya karena hendak menganiaya dan menindas mereka, hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. Dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya Kami dapat menjadikan pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah daripada tanda-tanda kekuasaan Kami." (QS 10 ayat 90 s/d 92).
Baca juga: Kisah Bani Israil Menuduh Nabi Musa Membunuh Nabi Harun
Paragraf tersebut menyebutkan dua kepastian:
a) Jiwa berontak dan permusuhan dapat dimengerti dalam hubungannya dengan usaha Musa untuk meyakinkan Fir'aun.
b) Penyelamatan Tuhan kepada Fir'aun hanya mengenai badannya, karena dalamQS 11 : 98 disebutkan bahwa Fir'aun dan kaumnya adalah orang-orang yang dihukum karena sesat.
"Ia berjalan di muka kaumnya di hari Kiamat dan memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."
Dengan begitu maka fakta-fakta yang dapat dikonfrontasikan dengan penyelidikan sejarah, geografi atau arkeologi riwayat Quran berbeda dengan riwayat Bibel dalam hal-hal sebagai berikut:
Lihat Juga :