Kisah Sumpah Umar Tidak Makan Daging atau Samin, Kulitnya Berubah Hitam

Minggu, 17 Desember 2023 - 08:30 WIB
loading...
Kisah Sumpah Umar Tidak...
Ia hanya menyantap minyak zaitun, dan lebih sering mengalami kelaparan. Ilustrasi: Ist
A A A
Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab disuguhi roti yang diremukkan dengan samin. Kala itu, musim paceklik dan kelaparan yang melanda Jazirah Arab , termasuk Madinah , tengah mencapai puncaknya.

Umar memanggil seorang badui dan roti itu dimakannya bersama-sama. Orang badui itu setiap kali menyuap diikutinya dengan lemak yang terdapat di sisi luarnya.

Oleh Umar ia ditanya: "Tampaknya Anda tak pernah mengenyam lemak?"

"Ya," jawab orang itu. Saya tak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun, juga saya tak melihat ada orang memakannya sejak sekian dan sekian lamanya sampai sekarang."

Baca juga: Tahun Abu: Ini Penyebab Paceklik dan Kelaparan di Era Khalifah Umar bin Khattab

Sejak itu Umar bersumpah untuk tidak lagi makan daging atau samin sampai semua orang hidup seperti biasa. Ia tetap bertahan dengan sumpahnya itu sampai dengan izin Allah hujan turun dan musim paceklik berakhir.

Ia sangat bersungguh-sungguh dengan sumpahnya itu. Di pasar ada orang yang membawa samin dalam satu tabung kulit dan susu, juga dalam satu tabung kulit. Kedua barang itu dibeli oleh seorang anak muda dengan harga empat puluh dirham dan langsung pergi menemui Umar seraya katanya:

"Allah sudah menerima sumpah Anda dan memperbesar pahala Anda. Ada orang yang membawa setabung susu dan setabung samin saya beli dengan harga empat puluh dirham."

"Terlalu mahal lalu Anda sedekahkan. Saya tidak suka makan dengan berlebihan," ujar Umar. Ia menunduk sebentar lalu katanya lagi: "Bagaimana saya akan dapat memperhatikan keadaan rakyat jika saya tidak ikut merasakan apa yang mereka rasakan."

Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengatakan alangkah agung dan mulianya kebijakan itu!

Lebih agung lagi, ujar Haekal, jika datangnya dari orang yang ketika itu segala harta milik Kisra dan Kaisar sudah ada di tangannya, dan yang dengan itu pula Muslimin dapat menyaingi Persia, Romawi dan dunia seluruhnya.

Begitu juga harta kekayaan Irak dan Syam. Ketika itu Umar mampu menggunakan sekehendaknya segala kemewahan dan kenikmatan harta Persia dan Romawi itu. Tetapi ia melihat semua kenikmatan itu menyangkut kehidupan dunia, dan kemewahan dapat membuat orang sesat.

"Dia lebih agung dari semua itu demi mengharapkan akhirat dan keridaan Allah," ujar Haekal.

Ia melihat - sebagai Amirulmukminin - bahwa tidak mungkin ia dapat memperhatikan kehidupan rakyatnya jika dia sendiri tidak merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang hidup lebih miskin dan lebih sengsara.

Dia harus bertindak cepat untuk mengatasi kemiskinan dan kesengsaraan yang melanda negerinya.

Baca juga: Saat Paceklik dan Kekeringan, Umar bin Khattab Bertawasul kepada Paman Nabi SAW

Umar yang warna kulitnya putih kemerahan, pada masa paceklik atau Tahun Abu itu orang melihatnya sudah berubah menjadi hitam. Dulu ia menyantap samin, susu dan daging. Setelah bencana kekeringan menimpa wilayahnya, ia mengharamkan semua makanan itu untuk dirinya.

Ia hanya menyantap minyak zaitun, dan lebih sering mengalami kelaparan, sehingga banyak orang yang mengatakan setelah melihat apa yang menimpanya itu: Jika Allah tidak menolong kami dari Tahun Abu ini kami kira Umar akan mati dalam kesedihan memikirkan nasib Muslimin.

Haekal mengatakan dalam kenyataannya Umar memang sangat prihatin, dan demi kepentingan mereka ia sudah berusaha sekuat tenaga.

Khalifah Umar menulis surat kepada wakil-wakilnya di Irak dan di Syam meminta pertolongan agar membantu penduduk Semenanjung. Kata-katanya kepada mereka itu keluar dari hati yang tulus, yang memperlihatkan betapa besar rasa tanggung jawabnya.

Baca juga: Bidadari Hitam Manis untuk Umar Bin Khattab

Perasaannya begitu peka, bahwa mengenai setiap pribadi dari rakyatnya dia bertanggung jawab di depan Allah dan di depan hati nuraninya sendiri.

Kepada Amr bin Ash di Palestina ia menulis: "Salam sejahtera bagi Anda. Anda melihat kami sudah akan binasa, sedang Anda dan rakyat Anda masih hidup. Kami sangat memerlukan pertolongan, sekali lagi pertolongan!"

Dalam jawabannya Amr mengatakan: "Segera akan saya kirimkan kepada Anda kafilah unta, yang terdepan di tempat Anda dan yang terakhir di tempat saya."

Surat serupa dikirimkan juga oleh Umar kepada Mu'awiah bin Abi Sufyan dan Abu Ubaidah bin Jarrah di Syam, juga kepada Sa'ad bin Abi Waqqas di Irak. Semua mereka menjawab yang kira-kira sama dengan jawaban Amr bin Ash.

Baca juga: Pidato Pelantikan Umar bin Khattab yang Menggetarkan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karena Jarang Senyum dan Jutek, Umar bin Khattab 2 Kali Ditolak Lamarannya
Tak Puas pada Pasangan...
Tak Puas pada Pasangan Pernikahan? Dengarlah Nasihat Umar bin Khattab Ini
Doa Memohon Mati Syahid,...
Doa Memohon Mati Syahid, Diamalkan Khalifah Umar Bin Khattab
Rekomendasi
Ilmuwan Buktikan Katak...
Ilmuwan Buktikan Katak Bisa Menjerit seperti Manusia
Jejak Kaum Ad yang Berhasil...
Jejak Kaum Ad yang Berhasil Ditemukan Ilmuwan seperti Dijelaskan dalam Al Quran
Makam Kuno Luxor Simpan...
Makam Kuno Luxor Simpan Rahasia Soal Firaun dan Nabi Musa
Artikel Terkini
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved