Konspirasi Yahudi: Kisah Pemilik Modal Internasional Mengatur Siasat Setan
Minggu, 17 Desember 2023 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 4 Alasan Adolf Hitler Membantai Jutaan Orang Yahudi di Jerman
Hitler mendapat kenangan gemilang pada saat Jerman sebenarnya masih dalam keadaan lemah, belum memiliki kekuatan militer yang memadai. Baru kemudian Hitler membangun angkatan bersenjatanya yang bisa diandalkan.
Ia terpaksa membuka hubungan dengan golongan aristokrat militer Jerman golongan Arya', yang dikenal oleh dunia dengan sebutan Junkers.
Mereka inilah golongan yang memegang kendali kekuatan militer Jerman sejak beberapa generasi yang lalu. Maka timbullah Perselisihan intern di kalangan Nazi sendiri. Satu golongan moderat yang ingin membangun Jerman dengan memperkuat sendi-sendinya. Kedua, golongan ekstrim yang punya hubungan dengan golongan aristokrat militer. Mereka adalah penganut paham Karl Reiter yang ingin mendirikan negara Jerman Tulen yang berdasarkan paham supremasi ras Arya, untuk menguasai seluruh Eropa dengan kekuatan tangan besi.
Baca juga: Kisah Orang Yahudi Mengungsi ke Palestina karena Diusir Adolf Hitler di Jerman
Banyak analis sejarah yang membahas masalah pertikaian intern dalam tubuh Nazi. Begitu pula media massa dan pergerakan politik sering membicarakannya, namun mereka tidak menyinggung sebab-sebab mendasar yang melatarbelakangi pertikaian ini.
Hitler sendiri sebenarnya tidak memihak kepada golongan ekstrem. Hanya saja, ia berusaha bersikap netral tanpa memihak. Sikap netral ini terjadi sampai tahun 1936, ketika peristiwa demi peristiwa yang terjadi akhirnya menempatkan Hitler menganut garis moderat.
Ini terlihat jelas dari usaha yang dilakukan untuk mencoba mengadakan persahabatan dengan Inggris, dan berusaha menjauhi benturan dengan pihak gereja dan para penganut Kristen secara umum.
Baca juga: 3 Negara Tujuan Orang Yahudi setelah Diusir Adolf Hitler dari Jerman
Hitler mendapat kenangan gemilang pada saat Jerman sebenarnya masih dalam keadaan lemah, belum memiliki kekuatan militer yang memadai. Baru kemudian Hitler membangun angkatan bersenjatanya yang bisa diandalkan.
Ia terpaksa membuka hubungan dengan golongan aristokrat militer Jerman golongan Arya', yang dikenal oleh dunia dengan sebutan Junkers.
Mereka inilah golongan yang memegang kendali kekuatan militer Jerman sejak beberapa generasi yang lalu. Maka timbullah Perselisihan intern di kalangan Nazi sendiri. Satu golongan moderat yang ingin membangun Jerman dengan memperkuat sendi-sendinya. Kedua, golongan ekstrim yang punya hubungan dengan golongan aristokrat militer. Mereka adalah penganut paham Karl Reiter yang ingin mendirikan negara Jerman Tulen yang berdasarkan paham supremasi ras Arya, untuk menguasai seluruh Eropa dengan kekuatan tangan besi.
Baca juga: Kisah Orang Yahudi Mengungsi ke Palestina karena Diusir Adolf Hitler di Jerman
Banyak analis sejarah yang membahas masalah pertikaian intern dalam tubuh Nazi. Begitu pula media massa dan pergerakan politik sering membicarakannya, namun mereka tidak menyinggung sebab-sebab mendasar yang melatarbelakangi pertikaian ini.
Hitler sendiri sebenarnya tidak memihak kepada golongan ekstrem. Hanya saja, ia berusaha bersikap netral tanpa memihak. Sikap netral ini terjadi sampai tahun 1936, ketika peristiwa demi peristiwa yang terjadi akhirnya menempatkan Hitler menganut garis moderat.
Ini terlihat jelas dari usaha yang dilakukan untuk mencoba mengadakan persahabatan dengan Inggris, dan berusaha menjauhi benturan dengan pihak gereja dan para penganut Kristen secara umum.
Baca juga: 3 Negara Tujuan Orang Yahudi setelah Diusir Adolf Hitler dari Jerman
(mhy)
Lihat Juga :