Kisah Pemakaman Umar bin Khattab: Kepalanya Ditempatkan di Bahu Abu Bakar
Kamis, 21 Desember 2023 - 11:45 WIB
loading...
Selama ia menjalankan tugasnya selaku khalifah tak pernah terpikirkan hendak mencari kekayaan untuk dirinya atau keluarganya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Saat Khalifah Umar bin Khattab mengimami salat subuh , Abu Lu'lu'ah Fairuz, budak al-Mugirah menikamnya. Tikaman itu mengenai bawah pusarnya memutuskan lapisan kulit bagian dalam dan usus lambung. Tak lama kemudian Umar menghadap Ilahi. Peristiwa itu terjadi pada hari Rabu tanggal 4 Zulhijah tahun ke-23 Hijri.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" menceritakan Umar dimandikan dan dikafani dengan tiga lapis kain, selanjutnya dibawa ke Masjid dan disalatkan oleh Suhaib.
Setelah mereka mengusung jenazah itu sampai di depan pintu rumah Aisyah , berhenti. Saat itu Abdullah bin Umar berkata: "Umar bin Khattab ·meminta izin untuk dimakamkan bersama kedua sahabatnya."
Dijawab oleh Aisyah: "Masuklah dengan selamat."
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Ingin Menyelesaikan Utang-utangnya
Mereka masuk ke bilik Rasulullah , dan jenazah itu diturunkan ke tempat peraduan terakhir. Kepala Abu Bakar ditempatkan di bagian bahu Nabi, dan kepala Umar di bagian bahu Abu Bakar .
Abdullah bin Umar yang bertindak meletakkan jasad itu di tempatnya. Yang juga turun bersama-sama dia kelima anggota majelis syura: Utsman bin Affan , Ali bin Abi Thalib , Abdur-Rahman bin Auf , Sa'd bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam.
Sedang Talhah bin Ubaidillah masih berada di luar kota, sehingga tidak dapat menghadiri prosesi penguburan Umar.
Selesai menguburkan dan menimbun liang lahad, orang-orang yang berada di dekat tempat itu berkumpul di Masjid dengan kesedihan mendalam mencekam kalbu mereka.
Rasa duka telah meremas jantung mereka, kematian seorang tokoh yang jarang ada tolok bandingnya - Amirulmukminin - seorang pemimpin umat beriman yang selama ini berkorban demi kepentingan mereka, mereka yang merasa gamang dan gentar menghadapi ketegasan dan tindakannya yang keras, yang selama sepuluh tahun enam bulan bersama-sama dengan mereka.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" menceritakan Umar dimandikan dan dikafani dengan tiga lapis kain, selanjutnya dibawa ke Masjid dan disalatkan oleh Suhaib.
Setelah mereka mengusung jenazah itu sampai di depan pintu rumah Aisyah , berhenti. Saat itu Abdullah bin Umar berkata: "Umar bin Khattab ·meminta izin untuk dimakamkan bersama kedua sahabatnya."
Dijawab oleh Aisyah: "Masuklah dengan selamat."
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Ingin Menyelesaikan Utang-utangnya
Mereka masuk ke bilik Rasulullah , dan jenazah itu diturunkan ke tempat peraduan terakhir. Kepala Abu Bakar ditempatkan di bagian bahu Nabi, dan kepala Umar di bagian bahu Abu Bakar .
Abdullah bin Umar yang bertindak meletakkan jasad itu di tempatnya. Yang juga turun bersama-sama dia kelima anggota majelis syura: Utsman bin Affan , Ali bin Abi Thalib , Abdur-Rahman bin Auf , Sa'd bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam.
Sedang Talhah bin Ubaidillah masih berada di luar kota, sehingga tidak dapat menghadiri prosesi penguburan Umar.
Selesai menguburkan dan menimbun liang lahad, orang-orang yang berada di dekat tempat itu berkumpul di Masjid dengan kesedihan mendalam mencekam kalbu mereka.
Rasa duka telah meremas jantung mereka, kematian seorang tokoh yang jarang ada tolok bandingnya - Amirulmukminin - seorang pemimpin umat beriman yang selama ini berkorban demi kepentingan mereka, mereka yang merasa gamang dan gentar menghadapi ketegasan dan tindakannya yang keras, yang selama sepuluh tahun enam bulan bersama-sama dengan mereka.
Lihat Juga :