Inilah Syair Rindu Imam Syafi'i tentang Gaza, Tanah Kelahirannya
Rabu, 03 Januari 2024 - 12:48 WIB
loading...
Bila Imam Syafii masih hidup, entah bagaimana perasaannya saat ini menyaksikan kondisi Gaza tanah kelahirannya digenangi oleh darah-darah manusia tak berdosa. Karena, di saat beliau masih hidup sempat menulis sebuah syair kerinduan terhadap kampung halam
A
A
A
Kondisi Kota Gaza , Palestina saat ini benar-benar sangat mengkhawatirkan. Puluhan ribu rakyat Gaza menjadi korban kekejaman zionis Israel. Gaza penuh darah dan kematian, bahkan hampir didominasi oleh anak-anak yang tidak berdosa.
Dan tahukah Anda? Ternyata, Gaza ini adalah tanah kelahiran imam Mazhab yakni Imam Syafi'i . Hal itu termaktub dalam Manaqib as Syafi’i (1/73), ditulis oleh Al Baihaqi bahwa Imam Syafi’i lahir di Gaza sebagaimana dikatakan oleh Imam Syafi’i sendiri.
Gaza terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah negara Palestina, di barat daya berbatasan dengan Mesir, dan di sebelah timur dan utara berbatasan dengan Israel. Memiliki luas 265 kilometer persegi dan dihuni oleh 2,3 juta penduduk. Dengan demikian, Gaza merupakan salah satu tempat terpadat penduduknya di dunia.
Entah bagaimana perasaan Imam Syafi’i saat ini menyaksikan tanah kelahirannya digenangi oleh darah-darah manusia tak berdosa. Karena, di saat beliau masih hidup sempat menulis sebuah syair kerinduan terhadap kampung halamannya.
Syair tersebut tertulis dalam Mu’jam al Buldan (2/202):
Aku merindukan tanah Gaza
Sekalipun rahasia mengkhianatiku setelah perpisahan
Tuhan mengairi tanah itu
Jika aku dapat menemukan tanahnya
Maka kelopak mataku akan memerah
Karena kerinduanku yang sangat besar
Begitulah bait syair Imam Syafi’i menceritakan kerinduannya terhadap Gaza.
Ustaz Teuku Khairul Fazli Lc dalam buku Ushul Fiqih Mazhab Syafi'i yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan biografi singkat Imam Syafi'i. Ia menceritakan kelahiran dan wafatnya Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i merupakan satu-satunya imam mazhab dari keturunan Quraisy. Nasabnya tersambung kepada Rasulullah SAW melalui 'Abdul Manaf. Rasulullah SAW bersabda, "kepemimpinan itu dari kalangan orang-orang Quraisy." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Fakhrurrazi salah satu ulama besar yang bermazhab Syafi'i berkata, Jurjani merupakan satu ulama dari kalangan mazhab Hanafi yang mencela nasabnya Imam Syafi'i.
Dan tahukah Anda? Ternyata, Gaza ini adalah tanah kelahiran imam Mazhab yakni Imam Syafi'i . Hal itu termaktub dalam Manaqib as Syafi’i (1/73), ditulis oleh Al Baihaqi bahwa Imam Syafi’i lahir di Gaza sebagaimana dikatakan oleh Imam Syafi’i sendiri.
Gaza terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah negara Palestina, di barat daya berbatasan dengan Mesir, dan di sebelah timur dan utara berbatasan dengan Israel. Memiliki luas 265 kilometer persegi dan dihuni oleh 2,3 juta penduduk. Dengan demikian, Gaza merupakan salah satu tempat terpadat penduduknya di dunia.
Entah bagaimana perasaan Imam Syafi’i saat ini menyaksikan tanah kelahirannya digenangi oleh darah-darah manusia tak berdosa. Karena, di saat beliau masih hidup sempat menulis sebuah syair kerinduan terhadap kampung halamannya.
Syair tersebut tertulis dalam Mu’jam al Buldan (2/202):
Aku merindukan tanah Gaza
Sekalipun rahasia mengkhianatiku setelah perpisahan
Tuhan mengairi tanah itu
Jika aku dapat menemukan tanahnya
Maka kelopak mataku akan memerah
Karena kerinduanku yang sangat besar
Begitulah bait syair Imam Syafi’i menceritakan kerinduannya terhadap Gaza.
Lahir dan Wafatnya Imam Syafi'i
Imam Syafi'i bernama lengkap Muhammad bin Idris bin 'Abbas bin 'Usman bin Syaafi' bin Saaib bin 'Ubaid bin 'Abdu Yazid bin Haasyim bin 'Abdul Mutthalib bin 'Abdul Manaf. Beliau adalah pendiri mazhab Syafi'i yakni mazhab fikih dalam suni yang sangat banyak pengikutnya.Ustaz Teuku Khairul Fazli Lc dalam buku Ushul Fiqih Mazhab Syafi'i yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan biografi singkat Imam Syafi'i. Ia menceritakan kelahiran dan wafatnya Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i merupakan satu-satunya imam mazhab dari keturunan Quraisy. Nasabnya tersambung kepada Rasulullah SAW melalui 'Abdul Manaf. Rasulullah SAW bersabda, "kepemimpinan itu dari kalangan orang-orang Quraisy." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Fakhrurrazi salah satu ulama besar yang bermazhab Syafi'i berkata, Jurjani merupakan satu ulama dari kalangan mazhab Hanafi yang mencela nasabnya Imam Syafi'i.
Lihat Juga :