Siyasah atau Politik dalam Al-Quran Menurut Quraish Shihab
Senin, 08 Januari 2024 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Quraish Shihab: Al-Qur'an Menganjurkan Pembaruan
Dalam bahasa Arab kata ini berbentuk kata jadian, yang bisa mengandung berbagai makna, bukan hanya bisa digunakan dalam arti "pelaku hukum" atau diperlakukan atasnya hukum, tetapi juga ia dapat berarti perbuatan dan sifat.
Menurut Quraish Shihab, sebagai "perbuatan" kata hukm berarti membuat atau menjalankan putusan, dan sebagai sifat yang menunjuk kepada sesuatu yang diputuskan. Kata tersebut jika dipahami sebagai "membuat atau menjalankan keputusan", maka tentu pembuatan dan upaya menjalankan itu, baru dapat tergambar jika ada sekelompok yang terhadapnya berlaku hukum tersebut. Ini menghasilkan upaya politik.
"Kata siyasat sebagaimana dikemukakan di atas diartikan dengan politik dan juga sebagaimana terbaca, sama dengan kata hikmat," katanya.
Di sisi lain terdapat persamaan makna antara pengertian kata hikmat dan politik. Sementara ulama mengartikan hikmat sebagai kebijaksanaan, atau kemampuan menangani satu masalah sehingga mendatangkan manfaat atau menghindarkan mudarat. Pengertian ini sejalan dengan makna kedua yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang arti politik, sebagaimana dikutip di atas.
Dalam Al-Quran ditemukan dua puluh kali kata hikmah, kesemuanya dalam konteks pujian.Salah satu di antaranya adalah surat Al-Baqarah (2) : 269:
"Siapa yang dianugerahi hikmah, maka dia telah dianugerahi kebajikan yang banyak".
Baca juga: Quraish Shihab Bicara Halalbihalal Menurut Al-Qur'an
Dalam bahasa Arab kata ini berbentuk kata jadian, yang bisa mengandung berbagai makna, bukan hanya bisa digunakan dalam arti "pelaku hukum" atau diperlakukan atasnya hukum, tetapi juga ia dapat berarti perbuatan dan sifat.
Menurut Quraish Shihab, sebagai "perbuatan" kata hukm berarti membuat atau menjalankan putusan, dan sebagai sifat yang menunjuk kepada sesuatu yang diputuskan. Kata tersebut jika dipahami sebagai "membuat atau menjalankan keputusan", maka tentu pembuatan dan upaya menjalankan itu, baru dapat tergambar jika ada sekelompok yang terhadapnya berlaku hukum tersebut. Ini menghasilkan upaya politik.
"Kata siyasat sebagaimana dikemukakan di atas diartikan dengan politik dan juga sebagaimana terbaca, sama dengan kata hikmat," katanya.
Di sisi lain terdapat persamaan makna antara pengertian kata hikmat dan politik. Sementara ulama mengartikan hikmat sebagai kebijaksanaan, atau kemampuan menangani satu masalah sehingga mendatangkan manfaat atau menghindarkan mudarat. Pengertian ini sejalan dengan makna kedua yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang arti politik, sebagaimana dikutip di atas.
Dalam Al-Quran ditemukan dua puluh kali kata hikmah, kesemuanya dalam konteks pujian.Salah satu di antaranya adalah surat Al-Baqarah (2) : 269:
"Siapa yang dianugerahi hikmah, maka dia telah dianugerahi kebajikan yang banyak".
Baca juga: Quraish Shihab Bicara Halalbihalal Menurut Al-Qur'an
(mhy)
Lihat Juga :